LUKA KU BALAS LUKA

LUKA KU BALAS LUKA
Episode 66


__ADS_3

Hasna berjalan pelan di bawah guyuran hujan yang tambah deras.Matanya terus memandang dua orang yang di rasuki setan perusak rumah tangga jin Dasim.Derasnya air hujan dan kencangnya angin yang berhembus tidak lagi dirasakan Hasna.


Hasna telah berdiri di hadapan suaminya dan Arabella,tapi dua orang itu seakan buta dan tuli.Yang ada di dunia ini serasa mereka berdua saja penghuninya.


Suara petir mengagetkan dokter Enriko dan Arabella.Mereka lebih terkejut lagi saat sadar,ada Hasna di hadapan mereka.


Bagaikan melihat seekor hantu,mata dokter Enriko melotot tajam,biji bola matanya hampir keluar.Tubuhnya menegang kaku,reflek dia mendorong tubuh Arabella yang masih memeluknya.Arabella jatuh terjerembab di tanah.


"Hasna...sejak kapan kamu ada di sini...maaf,tadi itu saya khilaf"Dokter Enriko mundur selangkah.


Hasna maju mendekat kemudian tanpa di duga dan entah dapat kekuatan dari mana,Hasna menampar wajah suaminya dan Arabella bergantian dengan sekuat tenaga.Belum puas juga,Hasna meludahi wajah dua orang penghianat dan pelakor itu.


Dokter Enriko dan Arabella terkejut dengan tindakan Hasna yang tidak mereka duga.


Hasna memandang dokter Enriko,"Bang Riko...kamu kejam...kenapa kamu mengkhianati Hasna...apa salah Hasna bang"tubuh Hasna mulai gemetar,kakinya tidak sanggup lagi untuk menahan beban tubuhnya,akhirnya dia duduk tersungkur di tanah.


Dokter Enriko berusaha membantu Hasna untuk bangun.Hasna mendorong tubuh dokter Enriko.


"Bang Riko...tadi,Hasna kerumah sakit...mau memberi kejutan...buat abang...Hasna hamil bang...tapi..."Hasna tidak sanggup melanjutkan kata katanya lagi dengan menengadahkan kepalanya keatas, Hasna mengusap wajahnya yang penuh air mata dan berteriak.


"Ya Allah...aku sudah tidak sanggup lagiii...!"Hasna jatuh lunglai di tanah dan pingsan.

__ADS_1


Dokter Enriko panik dan segera mengangkat tubuh Hasna mau dibawanya ke mobil tapi Arabella menghalangi dan menahannya.


"Erik tunggu,kamu ga boleh seperti ini...kamu ga boleh meninggalkan aku begitu saja...aku tau kamu masih mencintai aku"Arabella yang masih duduk di tanah menarik kaki dokter Enriko.


"Maaf Bella,itu tadi saya hanya terbawa suasana,tolong lepaskan,saya mau membawa istri saya ke rumah sakit"dokter Enriko menarik kakinya.


"Tapi tadi kamu menikmati ciuman kita Rik,apa itu tadi tidak berarti apa apa buat kamu"Arabella kini bahkan memeluk kaki dokter Enriko.


"Bella tolong lepaskan,saya tadi sudah bilang,saya hanya terbawa suasana,kamu jangan berlebihan"dokter Enriko menyentakkan kakinya dengan keras hingga Arabella terjungkal.


Arabella menangis dan berteriak memanggil nama Erik,dia berusaha merangkak meraih dokter Enriko.


Dokter Enriko cepat berjalan menuju mobilnya dan membawa Hasna kerumah sakit terdekat.


Anastasya berdiri dan menatapnya dengan wajah dingin.


"Ternyata laki laki yang kakak maksud waktu itu adalah dokter Enriko,padahal kakak tau aku menyukainya...dasar penikung...kakak jahat!"Anastasya menangis.Ternyata dari tadi Anastasya juga menyaksikan kejadian tadi diam diam.Sudah lama Anastasya curiga dan penasaran siapa laki laki yang di sukai Arabella,dan akhirnya dia diam dia sering mendengarkan Arabella kala sedang menerima telepon dari seseorang.Dan mencari tahu dengan siapa saja kakaknya bertemu.


"Tasya dengarkan kakak,ini hanyalah bentuk balas dendam kakak pada istrinya Erik,kamu jangan salah paham...harusnya kamu senang dendam Amanda terbalaskan"Arabella memegang tangan Anastasya.


"Balas dendam dengan menyakiti aku,kakak itu munafik,penghianat...aku kira selama ini kakak adalah malaikat pelindungku setelah kita dibuang oleh orang tua kita...ternyata semua itu salah...aku benci sama kakak"Anastasya pergi meninggalkan Arabella yang menangisi kebodohannya.

__ADS_1


Hari mulai malam,ketika dokter Enriko menemukan sebuah klinik setelah hampir sejam mencari cari rumah sakit.


Dengan gemetaran dokter Enriko menggendong Hasna masuk ke dalam klinik.Sebagai seorang dokter dia biasa menghadapi pasien yang sakit ringan sampai parah dengan tenang,tapi ini istrinya dan sedang mengandung pula.Dia tau istrinya hanya pingsan tapi ada seorang nyawa dalam rahim istrinya yang harus segera diketahui apakah dia baik baik saja didalam.


Setelah mendapatkan penangan dan perawatan,tidak lama kemudian Hasna siuman.


Dokter Enriko tersenyum melihat Hasna mengerjap ngerjapkan matanya.Hasna melihat sekelilingnya dan menemukan suaminya ada di sampingnya.Dia kemudian diam sebentar untuk memulihkan pikirannya dan mengingat ingat apa yang sudah terjadi.


Setelah mengingat apa yang telah terjadi,Hasna bangun mencari cari tasnya dan melihat nya ada diatas nakas,mengambilnya kemudian langsung pergi meninggalkan klinik tanpa melihat dan berbicara pada dokter Enriko.


Hasna memilih pulang sendirian,dan menganggap suaminya sudah mati.


Sampai dirumah Hasna masuk dan menemukan ibu mertuanya sedang duduk sendiri di ruang tamu.Tak lama kemudian dokter Enriko pun masuk.Bu Hana melihat wajah tegang anak dan menantunya.


Hasna duduk disebelah ibu mertuanya"Ma,anak anak sudah tidur?"tanya Hasna lemah,mertuanya hanya mengangguk,ada kebingungan tersirat di wajahnya.


"Ma,ada yang mau Hasna bicarakan"tiba tiba dokter Enriko pura pura batuk memberi kode tapi Hasna pura pura tidak tau.


"Ma,Hasna tidak mau menutup nutupi apa pun dari mama,baik itu masalah rumah tangga Hasna dan bang Riko,...tadi Hasna menyaksikan dengan mata kepala Hasna sendiri...bang Riko...se-"dokter Eriko memotong kata kata Hasna.


"Hasna,kumohon...ini masalah rumah tangga kita berdua...jamu jangan libatkan mama...ayo kita bicarakan baik baik dan kita selesaikan"dokter Enriko menarik tangan Hasna hendak membawanya ke kamar.

__ADS_1


"Bang,menyangkut masalah perselingkuhan tidak ada lagi yang perlu di bicarakan...tidak ada rasa sakit dari pada sesakit ini...sampai mati pun tak akan bisa Hasna maafkan dan Hasna lupakan...terlalu sakit bang,rasanya Hasna mau mati"Hasna mulai menangis dan memegang dadanya yang terasa berat dan sakit.


TBC


__ADS_2