LUKA KU BALAS LUKA

LUKA KU BALAS LUKA
Episode 63


__ADS_3

Seminggu setelah pernikahan"Hasna,bagaimana kalau usaha kue dan roti kamu tutup aja ga usah dilanjutkan,jadi kamu bisa fokus mengurus dan mengantar anak anak sekolah,mama juga biar ada temannya di rumah"kata dokter Enriko saat mereka sedang santai di ruang keluarga.


"Bang Riko,bukannya Hasna tidak nurut sama abang,tapi Hasna memikirkan nasib karyawan Hasna,apalagi usaha rotinya sedang maju majunya sekarang"jawab Hasna.


"Benar Riko,ga apa apa di lanjutkan saja,yang penting Hasna tetap melaksanakan tanggung jawabnya sebagai ibu dan istri,atau kalau tidak kamu cari asisten aja Na,jadi kamu hanya ada datang memantau"bu Hana ikut memberi pendapat.


"Yaudah deh,selama mama mendukung kamu,aku juga akan mendukung karna apa yang dikatakan wanita itu selalu benar,iyakan ma?'dokter Enriko memeluk mamanya.


"Iya dong,memang wanita itu selalu benar,apalagi perkataan seorang ibu"bu Hana mengacak acak rambut putranya itu.


"Ma,kami istirahat dulu ya,sudah malam"dokter Enriko menarik tangan Hasna mengajak ke kamar.


"Oiya sayang,mama juga mau istirahat"bu Hana langsung melenggang ke kamarnya.


"Bang,aku lihat anak anak dulu ke kamarnya ya?"Hasna berjalan ke arah kamar Dinda dan Dendi,tapi tiba tiba dokter Enriko menarik Hasna kedalam pelukannya.


"Bang Riko,lepasin takut ada yang lihat,nanti aja dikamar peluk peluknya"mata Hasna celingak celinguk takut ada yang lihat.


"Sayang sekarang kita suami istri jadi tidak perlu ada yang ditakutkan,kamu bagaimana sih"Dokter Enriko tetap memeluk Hasna dari belakang.


"Bang Riko!Hasna melirik suaminya dengan tajam.


"Iya iya sayang,maaf...aku tunggu di kamar ya"dokter Enriko tertawa dan kabur ke kamarnya.


Setelah memastikan anak anaknya sudah tidur,Hasna menuju kamarnya.Saat membuka pintu,Hasna mendapati suaminya sudah ready untuk mengarungi ruang angkasa.Dan langsung menggendong tubuh istrinya ke atas tempat tidur.


Hasna hanya pasrah"Bang masa tiap hari sih"Hasna menghentikan kegiatan suaminya.


"Ayolah sayang,setelah sekian tahun abang meriang masa iya adek tega"dokter Enriko mentoel hidung Hasna nakal.


"Tapi ada syaratnya ya bang"

__ADS_1


"Apa pun syaratnya akan abang lakukan dek"


"Benar ya"


"Iya,kapan sih abang bohong"


"Syaratnya...besok libur ya alias ga ada jatah"Hasna tertawa geli.


"Ya habibie...syaratnya bikin abang lemes...tapi ga apa apa dah,yang penting hari ini dulu,untuk besok urusan besok"


"Jangan bohong ya bang"


"Ya Allah,ini kapan mulainya kalau ngobrol terus,hilang dah ini rasanya"Hasna dan suaminya tertawa bersama.


*****


Arabella mulai gencar mencari info mengenai dokter Enriko.Penampilannya pun di rubah seperti sepuluh tahun yang lalu,saat dia masih bersama Erik.Rambut panjangnya yang biasanya di kuncir kuda atau di cepol,kini di biarkan tergerai,Erik sangat suka dengan rambut panjangnya.Anastasya saja sempat bingung dan bertanya tanya dengan perubahan kakaknya.


Hampir setiap hari Arabella mengantar jemput Adiva putrinya dengan niat agar bertemu dengan dokter Enriko.


Di depan pintu gerbang sekolah mobil mereka berpapasan,Arabella sengaja memepetkan mobilnya ke mobil dokter Enriko.


Dokter Enriko turun dari mobil,merasa ada yang menghalangi jalannya.Dia menghampiri mobil yang menghalangi jalannya,dan mengetuk pintu mobil itu.


Kemudian Arabella membuka pintu mobilnya dan keluar sambil tersenyum.


Benar saja saat melihat Arabella,dokter Enriko langsung mengenalinya dan terkejut.


"Bella...!ka-kamu...!"


"Halo Erik apa khabar,lama tidak bertemu"Arabella menjabat tangan dokter Enriko.

__ADS_1


"Iya,ba-baik...kamu ada di sini?"dokter Enriko grogi.


"Saya sedang menjemput anak saya,lama kita tidak bertemu ya,kamu tambah tampan aja Rik"Arabella tetap santai penuh senyum.


"Oh iya,terimakasih,saya mau masuk kedalam duluan ya,saya juga mau jemput anak saya"dokter Enriko speechless.


"Sebentar dong Rik,masa lama tak bertemu kamu mau langsung kabur aja,kita bernostalgia dulu"Arabella menghalangi jalan dokter Enriko yang hendak masuk mobil.


"Maaf Bel,takutnya kelas anak anak keburu bubar,kuatir mereka mencari"dokter Enriko mundur karna tubuhnya sangat dekat dengan Arabella.


"Kalau kelas sudah bubar,orangtuanya belum jemput,pasti sama gurunya di tahan dulu supaya tidak keluar,jadi kamu santai aja"Arabella mengibaskan rambutnya ke depan berusaha menggoda.


Dokter Enriko terdiam tidak tau lagi mau bicara apa dan berbuat apa.


"Erik...kenapa dulu kamu pergi meninggalkan aku tanpa khabar,tiga tahun kita berhubungan apa itu tidak ada artinya bagi kamu,aku sungguh tersiksa waktu itu,aku butuh penjelasan dari kamu sekarang Rik"Arabella memandang dokter dengan wajah sendu.


"Bel,maaf untuk yang waktu dulu,tapi itu sudah berlalu hampir sepuluh tahun yang lalu,sekarang kita sudah punya kehidupan masing masing,saya sudah punya anak dan istri begitu juga dengan kamu"dokter Enriko tetap berusaha menjaga jarak


"Erik,kamu jahat ya,apa kamu tidak pernah memikirkan perasaan aku,sampai sekarang aku masih tetap mencintai kamu sama seperti sepuluh tahun yang lalu"Mata Arabella mulai berkaca kaca.


"Bel,ku mohon jangan begini"Enriko paling tidak bisa melihat wanita menangis,dia memilih pergi dari pada nanti tidak bisa menahan diri tapi terus di tahan Arabella.


"Erik,please temani aku sebentar"Arabella memeluk tangan Enriko.


"Bella,jangan begini"Enriko menarik tangannya tapi ditahan Bella dengan kencang.


"Ok,kalau kamu tidak mau menemani sekarang tidak apa apa,mungkin lain waktu,jadi aku minta nomor telepon kamu,kalau kamu tidak mau ngasih aku ga akan lepaskan"Arabella memanyunkan bibirnya berusaha menggoda.


"Iya,iya aku akan kasih tapi tolong lepas dulu"Arabella melepaskan pegangannya dan menunggu Eriko memberinya nomor telepon.


Setelah memberikan nomor hpnya pada Arabella,dokter Enriko pergi meninggalkan Arabella.Tapi siapa sangka belum sempat jalan tiba tiba Arabella mengecup sekilas bibir dokter Enriko.

__ADS_1


Arabella langsung melenggang masuk kedalam mobilnya,sementara dokter Enriko diam mematung di tempatnya.


Ternyata interaksi antara Arabella dan dokter Enriko di saksikan oleh Hasna dari dalam mobil online yang berhenti tidak begitu jauh dari mereka.


__ADS_2