LUKA KU BALAS LUKA

LUKA KU BALAS LUKA
Episode 40


__ADS_3

Hasna mengaku sebagai keluarga korban yang bernama Amanda,dia ikut mendampingi Amanda ke rumah sakit. Hasna menghubungi mba Ana, memberitahukan bila Amanda mengalami kecelakaan dan baby Dendi tidak ada bersama Amanda.


Selesai menghubungi mba Ana,Hasna menghubungi David yang sedang dalam perjalanan menuju ke rumah selesai mengubur.


"Mas David,Dendi hilang mas"Hasna terisak mengadu pada suaminya.


"Dendi hilang,kenapa bisa,kamu sekarang ada di mana?" Tanya David heran kenapa baby Dendi bisa hilang.


"Aku sedang ada di rumah sakit mas,mba Amanda...mengalami kecelakaan"


Apaa...Amanda kecelakaan,bagaimana bisa...sekarang ada di rumah sakit mana ,aku akan kesana sekarang"David seakan tidak percaya dan mematikan sambungan teleponnya.


Selesai mengantarkan bu Fatma pulang kerumah,dan menceritakan kalau Amanda mengalami kecelakaan dan baby Dendi hilang,David pamit ke rumah sakit.


David sampai kerumah sakit dan langsung ke ruang IGD,David menghubungi Hasna supaya keluar.Karna di IGD yang bisa mendampingi pasien hanya satu orang.


Hasna keluar menemui David,tampak wajah David penuh kemarahan."Kamu tunggu di sini jangan kemana mana,saya masuk dulu melihat Amanda"Kata David berusaha menahan amarahnya.


David hanya sebentar di dalam,karna dia ingin tahu bagaimana Amanda bisa mengalami kecelakaan.


"Kenapa Amanda bisa mengalami kecelakaan,pasti karna ulah kamu kan,saya heran sama kamu,belum sehari kamu di sini sudah buat masalah!"Bentak David sambil menunjuk nunjuk Hasna.


"Mas,mba Amanda kecelakaan bukan karna saya!"Hasna tak terima David main tuduh saja.


"Waktu saya tahu Dendi hilang,saya hanya mau tau apa Dendi di bawa sama mba Amanda,karna waktu itu mba Amanda mau pergi dengan mobilnya,saya tahan mobilnya,tapi mba Amanda malah tancap gas melaju dengan kencang hingga terjadi tabrakan"Terang Hasna.


"Itu sama saja kamu menuduh Amanda menculik Dendi,kenyataannya Dendi tidak ada sama Amanda kan,kamu tanya pada diri kamu sendiri kenapa Dendi sampai hilang,karna kamu ibu yang tidak becus,kalau sampai Amanda kenapa napa,kamu harus tanggung jawab Hasna!"


"Mas,kamu hanya memikirkan mba Amanda,kamu tidak memikirkan anak kamu yang hilang,kamu tidak memikirkan keselamatan anak kamu,nyawa anak kamu!"Hasna menggeluarkan semua apa yang dia rasakan.

__ADS_1


"Lalu bagaimana dengan nyawa Amanda di dalam sana,keselamatannya terancam karena ulah kamu"David tetap menyalahkan Hasna.


"Aku baru tahu mas,ternyata kamu laki laki yang tak punya hati,ayah yang kejam,aku benci sama kamu mas"Nafas Hasna naik turun menahan amarah.


Hasna hendak pergi meninggalkan David,tapi tangannya di tarik David.Hasna menghempaskan tangan David yang mencengkram pergelangannya dengan kencang.


"Persetan dengan kamu mas,aku akan mencari Dendi,kalau sampai terbukti mba Amanda yang menculik Dendi,aku akan balas kalian berdua mas,aku akan bikin kalian menyesal"Hasna berlari meninggalkan David.


Hasna pulang kerumah dulu,untuk mengetahui apakah ada petunjuk tentang hilangnya baby Dendi.


Hasna memasuki rumah dengan terburu buru,dia memilih untuk menemui ibu mertuanya terlebih dahulu.Terlihat bu Fatma sedang duduk sendiri diatas kasurnya dengan pandangan mata kosong dan jauh.


Hasna iba melihatnya,kemudian Hasna mendekat pada bu Fatma,tapi beliau tetap tidak mengetahui kehadiran Hasna.


Hasna menyentuh pelan bahu bu fatma,beliau agak terkejut memandang Hasna dengan mata berkaca kaca.Bu Fatma memeluk Hasna,dia butuh teman di saat orang terkasihnya baru saja meninggalkannya.Hasna membalas pelukan mertuanya itu.


Setelah beberapa menit bu Fatma melepaskan pelukannya dan memandang Hasna.


"Apa? mba Alifa menghilang?"Hasna segera mencari mba Ana.


Mba Ana sedang di dapur membuatkan bu Fatma bubur.


"Mba Ana,benar Alifa baby sitter nya Dinda menghilang?" Tanya Hasna penasaran.


"Iya neng Hasna,kami sudah mencarinya ke mana mana tidak ada,nomor hpnya saja tidak aktif...coba neng Hasna lihat cctv,siapa tahu ada petunjuk"


"Iya mba Ana,terimakasih"Hasna bergegas ke tempat cctv di sebelah ruang kerja David.


Hasna memeriksa dengan hati hati tanpa ada yang terlewat.Hasna memperlambat gerakannya

__ADS_1


Tampak di layar monitor,orang orang berlalu lalang keluar masuk untuk takziah.Setelah mobil jenazah dan mobil yang menyertai berangkat, keadaan mulai sepi,hanya ada beberapa orang yang terlihat.


Mata Hasna tertuju pada seorang wanita yang memakai baju hitam,menggendong anak dan membawa sebuah tas.Wajahnya tidak begitu jelas,tapi dari postur dan gerakan tubuhnya Hasna yakin itu Alifa baby sitternya baby Dinda.Wanita itu berjalan lebih cepat ketika mencapai pintu gerbang,setalah itu menghilang.


Pak satpam tidak ada di tempatnya,sepertinya dia lebih fokus pada tamu tamu dari kolega dan rekan bisnis pak Hamdan.


Hasna keringat dingin,jantungnya terasa berhenti berdebar,mengetahui anaknya di culik oleh orang dalam rumah.


"Tapi kenapa Alifa menculik Dendi,apa motifnya,apa ada yang menyuruhnya?" pertanyaan itu memenuhi kepala Hasna.


"Ya Allah lindungilah anak hamba,jauhkanlah dari orang orang jahat"Hasna mengusap wajahnya kemudian memutuskan untuk melapor ke kantor polisi.


Setelah membuat laporan,menceritakan kronologi kejadian,memberikan foto baby Dendi dan Alifa untuk di cetak dan di sebarkan,Hasna hanya bisa menunggu.Karna hari pun mulai malam,Hasna pulang.


Sepanjang perjalanan pulang,Hasna terus menangis,bagaimana nasib bayinya.Apa baby Dendi diperlakukan dengan baik oleh penculiknya,apa baby Dendi di kasih minum susu,semua tentang kemungkinan kemungkinan yang terjadi pada baby Dendi berkecamuk di kepalanya.


Hingga Hasna sampai di depan pintu kamarnya,tanpa menyadari ternyata David sedang berdiri di depan pintu kamarnya.


Dengan wajah menyeramkan David mendekati Hasna.Hasna berjalan mundur ketakutan.


"Mas...mas David mau apa?'tubuh Hasna gemetar ketakutan.


"Aku menyesal pernah kenal dengan wanita seperti mu Hasna!!!aku menyesal pernah membuat keputusan untuk menikahi mu Hasna!!!Karna kau... orang yang ku cintai sekarang sekarat di rumah sakit...Kamu tahu Hasna,sekarang Amanda terkena serangan jantung traumatis akibat kecelakaan itu...jantungnya terluka...akibat benturan keras Hasna!!!Kau pembawa sial Hasna!"pekik David sambil mencengkram dagu Hasna.


Hasna merasa sakit pada tulang rahangnya akibat cengkraman tangan David yang keras berusaha melawan.Tapi dia gagal karna tenaga David lebih kuat.


'Kau harus bertanggung jawab Hasna..kata dokter,Amanda membutuhkan transplantasi jantung jika jantungnya tidak bisa bekerja dengan normal dan...kau harus memberikan jantungmu untuk Amanda!"


Hasna terkejut,tapi lebih terkejut lagi saat tiba tiba bu Fatma berdiri di dekat mereka.Begitu juga dengan David. Wajah bu Fatma begitu putus asa.

__ADS_1


"Dave,ambil jantung umi saja...berikan pada Amanda,umi sudah tidak punya gairah untuk hidup lagi melihat sikap kamu begitu...apalagi abah sudah tidak ada...kasihan Hasna,kasihan Dendi,Hasna masih muda,masa depannya masih panjang...sedangkan umi...umi sudah tua,tidak ada lagi yang umi harapkan" Kata bu Fatma datar tanpa ekspresi.


David dan Hasna terkejut mendengar perkataan bu Fatma yang memilukan.


__ADS_2