LUKA KU BALAS LUKA

LUKA KU BALAS LUKA
Episode 68


__ADS_3

Dokter Enriko berjalan masuk ke dalam mobilnya,belum sempat mobil ditutup,tiba tiba Anastasya muncul dan menahan pintu mobil.


"Halo dokter Enriko"sapa Anastasya tersenyum centil.


"Suster Anastasya,ka-kamu"dokter Enriko terkejut.


"Iya dokter,saya adik kak Arabella...lebih baik dokter sama saya aja,daripada kakak saya,sudah tua janda lagi,mendingan saya,masih muda,cantik...perawan ting ting"Anastasya berusaha menggoda.


"Kakak beradik sama sama sinting,stres"dokter Enriko geleng geleng kepala dan meninggalkan Anastasya.


Dokter Enriko tidak pulang kerumah,dia lebih memilih untuk menginap di apartemen yang dulu pernah dia beli untuk sementara waktu.Karna Arabella pasti akan mengirim video tadi pada Hasna,dan Hasna mengadu pada mamanya.


Benar saja baru saja sampai di kamar apartemen dan hendak merebahkan tubuhnya,ada di panggilan masuk dari mamanya.Dia tidak menjawab panggilan dari mamanya,kemudian merebahkan tubuhnya di atas kasur.Badan,hati dan pikirannya lelah atas masalah yang tak ada solusinya.


Setelah beberapa hari menginap di apartemen dokter Enriko kembali kerumahnya,dia akan menghadapi apapun yang terjadi.Sampai di rumah,ga ada orang sama sekali.Mamanya sedang kontrol kerumah sakit bersama perawatnya.Hasna dan anak anaknya lebih banyak menghabiskan waktu di rumah lamanya.


Dokter Enriko masuk kedalam rumah,sepi,sesepi hatinya,seperti tidak ada tanda tanda kehidupan.Dia memasuki satu persatu kamar,pertama kamar dia dan Hasna,kamar Dinda Dendi,kemudian kamar mamanya.Matanya mulai berkaca kaca,dadanya terasa sakit dan nyeri.


"Pasti begini yang dirasakan Hasna,atau mungkin lebih...ya Allah...hanya karna setitik nira rusak susu sebelanga...apakah yang aku lakukan benar benar menyakiti Hasna,sampai Hasna tidak bisa memaafkan aku"dokter Enriko memandang foto pernikahannya dengan Hasna.


Tak lama kemudian bel rumah berbunyi,dokter Enriko yakin kalau itu pasti mamanya atau kalau tidak Hasna.Saat membuka pintu ternyata Arabella yang datang.


Dokter Enriko hendak menutup pintu kembali tapi di tahan Arabella dengan sepatunya.

__ADS_1


"Kamu mau apa Bella,belum puas kamu dengan apa yang kamu lakukan pada saya dan istri saya?"dokter Enriko mendorong tubuh Arabella keluar.


"Aku mau kamu Erik,aku belum puas kalau belum mendapatkan kamu"Arabella tersenyum semanis mungkin,tapi senyumnya membuat dokter Enriko muak.


"Sekarang kamu pergi dari rumah saya,sebelum saya melakukan kekerasan sama kamu!"bentak dokter Enriko.


"Erik,aku heran sama kamu,apalagi yang kamu harapkan dari istri kamu,padahal dia sudah cuekin kamu"Arabella berusaha memegang tangan dokter Enriko.


"Itu bukan urusan kamu,sekarang kamu pergi!"usir dokter Enriko,bukannya pergi,Arabella malah menerobos masuk kedalam.


Dokter Enriko kelimpungan,kuatir ada yang melihat dan akan jadi fitnah,tentu akan menambah masalah baru.


Tiba tiba emosi dokter Eriko naik sampai ke ubun ubun dan dengan keras menampar wajah Arabella.


"Erik...kamu berani menampar seorang wanita...kamu jahat"Arabella mulai menangis,tak menyangka Erik tega menamparnya.


"Kalau wanita iblis macam kamu memang harus ditampar biar mengerti,kamu pantas mendapatkannya"Dokter Enriko tersenyum sinis.


"Aku akan balas kamu Erik,bahkan lebih sakit dari ini"Arabella berlari keluar.


*****


Sejak Arabella mengirim video dia dan Erik pada Hasna. Hasna lebih sering mengurung diri di kamar anak anaknya,saat anak anaknya sedang sekolah.Video yang dikirim Arabella semakin membuat Hasna terluka.

__ADS_1


"Ya Tuhan kenapa sesakit ini...padahal dulu saat mas David menikah diam diam,rasanya tidak sesakit ini"Hasna rebahan dikasur sambil menekan nekan dadanya yang terasa sakit.Tubuhnya semakin lemah akibat banyak pikiran dan tekanan bathin membuat selera makannya hilang,padahal dia sedang mengandung.


*****


Beberapa hari menjelang HPL,Hasna datang ke panti jompo mengunjungi bu Fatma uminya David.


Bu Fatma terkejut melihat fisik Hasna,begitu kurus dan pucat.


"Sayang kamu baik baik saja kan,kandungan kamu juga?"bu Fatma memeluk Hasna.


"Baik umi,bahkan HPLnya beberapa hari lagi"Hasna mencoba tersenyum.


Mereka masuk dan bicara dikamar bu Fatma."Begini umi,beberapa hari lagi Hasna akan melahirkan...jadi Hasna berniat menitipkan dan mengamanatkan anak anak pada umi,kalau umi tidak keberatan...untuk jaga jaga...siapa tau terjadi sesuatu pada Hasna"Hasna menatap dan memegang tangan bu Fatma.


"Kamu bicara apa Hasna,tidak akan terjadi sesuatu pada kamu...kamu akan melihat anak anak tumbuh besar"bu Fatma berusaha menguatkan Hasna,walaupun di dalam hatinya ada perasaan takut atas perkataan Hasna.


"Aamiin...Hasna juga maunya begitu,tapi kan ini hanya buat jaga jaga umi"Hasna menarik nafas agar air matanya tidak turun.


"Hasna sudah menyiapkan semuanya,mulai dari rumah yang akan umi tinggali bersama anak anak,asuransi pendidikan dan kesehatan...alhamdulillah usaha kue dan roti Hasna berkembang dengan pesat jadi bisa di wariskan pada anak anak,nanti tabungan Hasna akan di transfer semua ke rekening umi...semua rencana Hasna tidak diketahui bang Riko dan mamanya,dan bila bayi ini lahir...Hasna meninggal...umi bawa pergi juga bayi ini,jangan sampai bang Riko tau"Hasna mengusap usap perutnya yang terasa kencang


"Sayang kamu ga boleh begitu,apalagi sama mama mertua kamu,kasihan dia"bu Fatma memandang sedih Hasna.


"Bang Riko pantas menerimanya umi...lagi pula mama mertua Hasna sudah sakit sakitan,dia ga akan sanggup nanti mengurus anak anak...tapi suatu saat kalau umi ingin memberitahu mama mertua Hasna,itu terserah umi".

__ADS_1


__ADS_2