LUKA KU BALAS LUKA

LUKA KU BALAS LUKA
Episode 18


__ADS_3

Bibi hendak menghubungi Hasna mau memberitahukan kalau ibunya berkali kali mengalami serangan jantung.Tapi dia tidak punya kekuatan dan tidak sanggup untuk memberitahu Hasna langsung.


Bibi akhirnya menghubungi bu Fatma,dan memberi tahu keadaan ibunya Hasna.Bibi meminta supaya bu Fatma saja yang memberitahu Hasna.Bu Fatma memilih langsung datang ke rumah Hasna dan beliau tidak mengatakan yang sebenarnya.Bu Fatma mengatakan kalau dokter yang menangani ibunya ingin ketemu.


"Umi,ibu ga kenapa napakan,kenapa perasaan Hasna ga enak?"Tanya Hasna kuatir dan matanya mulai berkaca kaca.


"Na,dokter cuma ingin bicara sama kamu"Jawab bu Fatma sebenarnya tak tega membohongi Hasna.


"Kalau cuma mau bicara sama saya,kenapa dokternya menyuruh umi ke sini kenapa tidak telepon aja".


'I-iya Hasna...ibu kamu...kena serangan jantung lagi beberapa kali...umi harap kamu kuat ya nak'.Bu Fatma langsung memeluk Hasna.


"Ibuuu!Tangis Hasna pecah dan tubuhnya langsung lunglai.


"Nana,kamu harus kuat,kita kerumah sakit sekarang"Bu Fatma jadi panik.Kemudian membawa Hasna yang masih sadar kedalam mobil di bantu pak supir menuju rumah sakit.


Sampai di kamar perawatan ibunya,Hasna melihat seluruh tubuh ibunya sudah di tutup kain putih.Disampingnya bibi menangis sesegukan.Seketika pandangannya panas dan buram.Hasna pingsan di pelukan mertuanya yang baik hati itu.


Bibi dan para tim medis berusaha menolong Hasna dan segera melakukan pertolongan.


Hasna di bawa ke ruangan IGD yang di temani mertuanya,sedangkan bibi tetap menemani jenazah ibunya Hasna.


Setelah satu jam lebih tidak sadarkan diri Hasna pun siuman dan menemukan ibu mertuanya masih setia menemaninya.Pak Hamdan juga hadir.


Kedua mertuanya itu tersenyum bahagia,bahagia karna Hasna sudah siuman.Dan bahagia ternyata Hasna sedang mengandung cucu mereka menurut pemeriksaan dokter.


Hasna merasa tidak enak,karna merasa telah merepotkan mertua sekaligus bos besar tempat dia bekerja.Hasna teringat ibunya.


"Umi,Hasna mau ketempat ibu'Hasna bangun dari bangsalnya dan dibantu bu Fatma.

__ADS_1


"Iya sayang,kita ketempat ibu,tapi kamu harus kuat ya,kita ikhlaskan beliau...ibu kamu orang baik,Insyaallah husnul khotimah"bu Fatma dan pak Hamdan terus memberi semangat.


"Aamiin"Sahut Hasna sambil naik ke kursi roda karna tubuhnya begitu lemah.


Jenazah ibunya Hasna siap di bawang pulang kerumah duka.


Sampai di rumah para tetangga,keluarga dan kerabat sudah memenuhi rumah dan halaman rumah untuk menyambut kedatangan jenazah.


Hasna yang selalu ada disamping mayit ibunya terlalu sering pingsan.Jadi dia tidak bisa ikut serta mengantarkan jenazah ibunya ke tempat peristirahatan terakhir.


Bu Fatma dan pak Hamdan memutuskan supaya Hasna di infus karna tubuhnya lemah dan panas.


Bu Fatma memutuskan Hasna dibawa kerumah mereka,dan Hasna hanya bisa pasrah mengingat kondisinya.


Pak Hamdan mendatangkan tenaga medis dan peralatannya kerumah.


Hasna mendapatkan perawatan terbaik sampai kondisinya pulih.


Setelah Hasna pulih,Bu Fatma dan pak Hamdan memutuskan memberitahu kalau Hasna sedang mengandung.


"Hasna sayang,umi punya khabar baik dan menggembirakan buat kamu"Kata bu Fatma saat mereka sedang ngobrol di kebun bunga di samping rumah.Berbagai macam bunga yang sedang bermekaran membuat mood Hasna bagus.


"Khabar apa umi"Tanya Hasna memandang ibu mertuanya itu dengan sayang.


"Apa kamu tidak merasakan ada yang lain...atau perubahan apa gitu di tubuh kamu"Bu Fatma balik tanya.


"Hasna merasa akhir akhir ini sering ga enak badan...pusing...mual...dan makannya banyak umi"Jawab Hasna.


"Terus kapan terakhir kamu datang bulan?"tanya bu Fatma.lagi.

__ADS_1


Kening Hasna berkerut,kedua matanya menyipit mengingat ingat.


"Hasna lupa umi,tapi sepertinya bulan ini belum deh umi".


"Itu berarti kamu..."bu Fatma tidak meneruskan kata katanya.


"Terus apa umi"Hasna penasaran.


"Ih,kamu ga peka ya"Bu Fatma menoel hidung Hasna gemas.


"Kamu sedang mengandung sayang"kata bu Fatma dengan mata berbinar binar.


"Hasna hamil,umi!"pekik senang dan tak percaya.


"Iya sayang,kamu hamil dua minggu".


Mertua dan menantu itu saling berpelukan bahagia.Bu Fatma melepaskan pelukannya dan membelai rambut Hasna.


"Terima kasih sayang,kamu sudah mengandung anak David...kamu sudah mengandung cucu umi dan abah"bu Fatma terus membelai Hasna dengan kasih.


Mendengar nama David,tubuh Hasna seketika menegang,senyumnya hilang,dia teringat akan perjanjiannya dengan David.Seketika Hasna pingsan.Bu Fatma bingung dan berteriak memanggil abah.


Abah cepat datang begitu mendengar teriakan istrinya dan menemukan Hasna pingsan di kebun bunga.Abah langsung mengangkat tubuh menantunya itu dan membawanya ke kamar.


"Umi,Hasna pingsan kenapa,perasaan tadi baik baik aja...abah bingung sama menantu kita ini,hobinya kok pingsan"Kata abah penasaran.


"Ih abah apaan sih,mana ada orang hobi pingsan"Umi mencubit pinggang abah pelan.


Abah tertawa geli dan menjauh dari istrinya kuatir di cubit lagj.

__ADS_1


"Abah tolong ambil minyak angin di kamar kita ya!"


'Siap umi!"


__ADS_2