
Benar saja baru beberapa menit Hasna ada di kamar bersalin.Sudah pembukaan sembilan.Di temani David disampingnya membuat Hasna bahagia dan semangat untuk melahirkan anaknya ke dunia.
David terus memberi semangat pada Hasna,menyeka setiap keringat yang bercucuran di wajah dan leher istrinya.
Saat Hasna mengejan,David juga ikut mengejan,disaat meringis kesakitan David menciumi wajahnya seakan ingin menghilangkan rasa sakit yang dirasakan Hasna.Sungguh David saat itu benar benar jadi suami hebat.
Hasna merasakan kontraksinya semakin sering,dan serasa ingin buang air besar.Hasna teriak melafazkan nama Allah dan mengejan dengan kuat,tak lama kemudian terdengar suara tangis bayi yang begitu kencang.
Hasna takjub dan menangis bisa merasakan seorang anak manusia keluar dari rahimnya.Dan lebih takjub lagi ketika melihat bayi laki lakinya untuk pertama kali.Seakan tidak percaya dengan semua yang di alaminya.
Begitu juga dengan David,spontan dia melafazkan kalimat Allahu akbar,dan menangis melihat bayinya untuk pertama kali,tidak bisa di ungkapkan dengan kata kata apa yang dirasakannya selain bersyukur kepada sang pencipta.
David memeluk dan mencium Nana,hal yang jarang dia lakukan pada Hasna.Mereka berdua menangis bersama.
Saat bayi mereka di letakkan di dada Hasna,David memeluk mereka,sungguh pemandangan yang meluluhkan hati.Bayi mereka mirip sekali dengan David.
David segera ke ruang operasi Amanda,terlihat Amanda sudah ada di meja operasi,dia tampak tenang karna telah di anestesi.
Proses operasi berjalan lancar,ibu dan bayi selamat.David kembali menangis melihat putrinya lahir dengan selamat.Bayi itu begitu kecil dan lemah,tangisnya pun begitu pelan dan hanya sebentar.
Bayi mungil itu langsung dapat perawatan khusus dan di masukkan kedalam inkubator bayi karna lahir prematur.
David bersyukur putrinya langsung dibawa ke ruang inkubator,jadi Amanda tidak sempat melihat keadaan bayi mereka.
David menangis dan hancur hatinya saat tau kondisi fisik putrinya.Selain lemah jantung,ternyata benar seperti kata dokter kaki putrinya yang kiri lebih kecil dari yang sebelah kanan.
Dia takut kalau Amanda tau,kondisi mental dan moral Amanda down.
David ga tau harus berbuat apa,dia hanya nangis dan nangis.
Beruntung bu Fatma dan pak Hamdan selalu ada dan mensupport David.
__ADS_1
Amanda telah dipindahkan ke kamar perawatan.Dia menanyakan pada David bagaimana keadaan putrinya,Amanda ingin melihat dan bertemu bayi kecilnya itu.
"Dave,aku ingin ketemu dengan ana kita"Kata Amanda dengan wajah tersenyum,tubuhnya masih lemah.
"Iya sayang nanti kita lihat ya"Dave mengecup kening Amanda.
"Apa dia cantik Dave,apa kau menyukainya?"
"Dia cantik sepertimu sayang,tentu aku sangat menyukainya,aku bahkan langsung jatuh cinta pertamakali melihat bayi kita"
"Dave,setelah aku melahirkan apa kamu masih mencintai aku?"
"Tentu saja sayang,cintaku tak akan berubah,bahkan semakin bertambah,kamu sangat cantik setelah melahirkan"Dave mencubit gemas hidung Amanda.
"Apakah kamu juga semakin sayang sama Hasna Dave?'
"Manda,kamu fokus pada pemulihan kamu ya ,jangan banyak berfikir yang membuat kamu stres,cukup pikirkan kita bertiga,hanya kita,ok?"
Dave memeluk Amanda dengan segenap perasaannya.
Setelah tiga hari dirumah sakit Hasna kembali kerumah.Kemudian menyusul Amanda seminggu kemudian.
Rumah pak Hamdan dan bu Fatma begitu ramai dengan suara tangis bayi.Rumah yang dulunya sunyi sepi kini berubah menjadi ramai.
Pak Hamdan dan bu Fatma begitu bahagia dengan kehadiran sepasang cucu mereka.Ada aktifitas lain yang beda dari biasanya yaitu ikut mengurus Dendi dan Dinda,begitu David memberi nama untuk anak ya.Bukan kembar tapi lahir di hari yang sama hanya beda jam,beda ibu,tapi satu ayah.
Hasna lebih memilih mengurus sendiri baby Dendi tanpa bantuan baby sitter.Sedangkan Amanda di bantu dua orang baby sitter mengingat dia melahirkan secara sesar.Amanda harus menjalani masa pemulihan selam dua bulan.
Amanda belum pernah memandikan atau pun menjemur baby Dinda,semua dilakukan baby sitter.Tugas Amanda hanya memberi ASI.Jadi dia belum mengetahui keadaan kaki baby Dinda yang tidak normal.David dan yang lainnya sengaja merahasiakan,sampai Amanda pulih.
Suatu malam saat semua sedang tidur,tiba tiba baby Dinda menangis.Baby sitter yang sedang menjaga saat itu kelelahan,dia tidur sangat nyenyak dan tidak mendengar suara tangis baby Dinda.
__ADS_1
Karna tangis baby Dinda tidak berhenti,akhirnya Amanda punya inisiatif untuk datang ke kamar anaknya dan memeriksa popok bayinya.
Amanda membuka popok bayinya yang basah pelan pelan.Namun dia terkejut dan syok melihat kaki bayinya kecil sebelah.
Dengan reflek Amanda mendorong baby Dinda menjauh darinya. Amanda menjerit histeris membangunkan seisi rumah.Baby Dinda pun menangis kencang.
Baby sitter yang sedang tertidur kaget dan terbangun,kemudian langsung mengendong baby Dinda.
Semua datang ke kamar baby Dinda termasuk Hasna sambil menggendong baby Dendi.
David yang panik melihat Amanda menjerit histeris,langsung memeluknya.
Tiba tiba Amanda mendorong dengan keras tubuh David dan menatap tajam pada semua orang yang ada di kamar itu.
"Kalian,kalian semua membohongi saya ya...kalian sekongkol untuk menutupi keadaan anak saya...kalian semua jahat...terutama kamu Dave,aku benci kamu Dave!'teriak Amanda.
"Manda,tenang dulu,akan aku jelaskan sama kamu,kenapa kami merahasiakannya dari kamu...kami menunggu keadaan kamu pulih dulu sayang,setelah itu aku akan memberitahunya sama kamu"David berusaha meraih tangan Amanda.
"Amanda,kamu tenang sayang,kasihan Dinda,dia menangis terus"bu Fatma sangat mengkuatirkan Amanda dan bayinya
"Hei kamu perempuan tua,kamu jangan sok perhatian sama saya,kamu bencikan sama saya,kamu senangkan melihat saya menderita"Amanda membentak dan menunjuk nunjuk bu Fatma,semua terkejut.
"Amanda!jaga ucapan kamu sama umi!"David membentak Amanda.
"Apa hah!kenyataannya memang begitu kan"Amanda balik bentak David.
"Hei kamu,perempuan sok alim,senang kau kan lihat saya menderita"Amanda berjalan mendekat pada Hasna yang berdiri di dekat pintu.
Lalu tiba tiba Amanda mengambil baby Dendi dari gendongan Hasna.Dan membawanya masuk ke kamar,kemudian menguncinya pintu dari dalam.
Hasna kaget,tak sempat berbuat apa apa ketika Amanda mengambil bayinya.
__ADS_1