
Amanda dan David telah lima bulan berada di dalam penjara.Amanda mulai sakit sakitan,lingkungan yang kurang bersih,kurang vitamin dan obat obatan membuat luka bekas operasi yang pernah di jalani Amanda rentan terkena virus dan bakteri.
Tubuhnya mulai kurus tak terurus,kecantikannya mulai memudar karna tak ada lagi biaya untuk mengurus diri.
Perusahaan keluarga David,Kusuma Company di ambang kehancuran.Orang orang kepercayaan David satu satu mulai berkhianat,pemegang saham mulai kabur karna harga saham perusahaan selalu turun.
Bu Fatma semakin tua dan semakin lemah.Satu satu asisten rumah tangga,baby sitter baby Dinda mulai di rumahkan.
Bu Fatma menelepon Hasna untuk datang ke rumahnya setelah lima bulan pergi.
"Halo Hasna,kamu tolong datang ke rumah,ada hal yang ingin umi sampaikan sama kamu,bisa kan Na?"
"Iya bisa umi,besok Hasna datang"Hasna sebenarnya enggan datang kerumah itu lagi,mengingat banyak kenangan buruk yang dulu terjadi,tapi Hasna tak mau mengecewakan bu Fatma.
Hasna selama pergi dari rumah bu Fatma,dia dan Dendi tetap berada di daerah Jakarta,tapi Hasna merahasiakannya dari bu Fatma.Hasna menjual rumah peninggalan orang tuanya untuk buka usaha demi melanjutkan hidup.
Keesokan harinya Hasna datang menemui bu Fatma bersama dengan Dendi yang telah berumur satu tahun dan sudah bisa berjalan.
Hasna memasuki rumah bu Fatma,ternyata mantan mertuanya itu juga sudah siap di teras rumah menyambut Hasna bersama Dinda berdiri di sampingnya.
Rumah besar itu tampak mulai tidak terurus,pak satpam dan tukang kebun tidak kelihatan pada tempatnya.
Bu Fatma berjalan menemui Hasna,Dinda ikut berjalan dengan terpincang pincang tapi sangat lincah.
Mata bu Fatma berkaca kaca melihat Dendi sudah bisa berjalan,Dendi begitu mirip dengan David ayahnya.Begitu tampan,kulitnya putih,senyumnya pun persis senyum David.
__ADS_1
Bu Fatma mendekati Dendi,mencoba memeluknya.Ternyata Dendi senang dan tertawa di peluk oleh neneknya.
Bu Fatma begitu bahagia menggendong Dendi,dan terus menciumi pipinya yang gembul.Hasna terharu melihatnya,Dinda merasa iri melihat nenek yang begitu dekat dengannya menggendong anak lain.Dinda menarik narik baju bu Fatma,minta di gendong juga.
Hasna memandang Dinda yang sangat mirip dengan Amanda,kemudian menggendong Dinda dan mendekatkannya pada Dendi.
Dendi dan Dinda saling tatap dan tersenyum,kedua kakak adik itu langsung akrab.
Bu Fatma mengajak untuk masuk ke dalam,Hasna bingung,rumah tampak kosong.
"Umi...mba Ana,Alifa sama yang lainnya pada kemana,kenapa ga kelihatan?"
"Inilah yang mau umi sampaikan sama kamu Nana,perusahaan sudah kolaps...Dave di penjara...umi sudah ga sanggup mengelola perusahaan,semua asisten rumah tangga umi rumahkan,umi bermaksud mau menitipkan Dinda sama kamu Nana"cerita bu Fatma berusaha tegar.
"Lagi pula Dave dan Amanda tidak bisa di harapkan,umi ingin Dinda dan Dendi tumbuh bersama,kamulah orang yang tepat untuk merawat Dinda"bu Fatma memandang Hasna penuh harap.
Hasna tidak bisa lagi menahan air matanya,Hasna nangis termehek mehek dan memeluk bu Fatma.
Dinda dan Dendi yang sedang asik menyusun lego,terdiam melihat dua orang dewasa menangis,entah apa yang ada di pikiran dua batita itu.
"Baik umi,Hasna akan membawa dan merawat Dinda,tapi...bagaimana nanti suatu saat nanti Mba Amanda atau mas David mengambil Dinda,saat Hasna sudah menyayangi Dinda"Hasna menyeka air matanya yang terus mengalir.
"Yang penting sekarang kamu bawa aja dulu Dinda,kasihan dia,anak sekecil itu sangat butuh belain dan kasih sayang,umi yakin kamu bisa mengatasinya"bu Fatma berusaha untuk tersenyum untuk meyakinkan Hasna.
"Iya umi,Hasna akan bawa Dinda"
__ADS_1
"Sebentar,umi siapkan baju baju Dinda yang mau di bawa"bu Fatma mengambil beberapa stel baju Dinda dan memasukkannya kedalam tas.
"Ini sayang,kamu dan anak anak berangkat sekarang ya,jangan pikirkan umi"bu Fatma memeluk dan mencium Dinda dan Dendi bergantian.
"Tapi bagaimana dengan umi,Hasna tidak bisa meninggalkan umi sendirian di sini"Hasna berniat mengajak bu Fatma ikut tinggal dengannya.
"Umi tidak tinggal di rumah ini,umi mau tinggal di panti jompo,umi ingin ikut membatu merawat orang orang tua di sana"
Pernyataan bu Fatma membuat Hasna shock,tapi bu Fatma berhasil menenangkan Hasna.
"Kami jagan kuatir Hasna,setiap orang punya caranya sendiri untuk mencari kebahagiaan".
Hasna pulang dengan sepasang anak yang lucu menggemaskan.
**********
Amanda dilarikan kerumah sakit,tubuhnya panas menggigil,dadanya sesak.Hasil diagnosa dokter,jantung Amanda mengalami pembengkakan karena infeksi akibat bekas operasi toraktomi di jantungnya tidak terawat dengan baik.
Pak Anton segera memberitahu khabar mengenai Amanda pada David.
David hanya bisa menangis,dan meratapi nasibnya dan Amanda.David merasa hidupnya kesepian,hampa.Tiba tiba David mengingat kedua anaknya dan bu Fatma.Ada penyesalan dan kerinduan yang membuncah dalam dadanya.
Tangis David semakin kencang,sampai teman satu selnya marah.David menekan dadanya yang sakit akibat penyesalan karna selama ini tidak begitu memperdulikan anak anaknya.
"Ya Allah,maafkan dosa dosa hamba"David menahan tangisnya.David membayangkan wajah kedua anaknya yang sudah lima bulan tidak pernah dia lihat lagi.Membayangkan wajah Hasna yang sering dia zalimi.
__ADS_1
"Ya Allah,apa semua cobaan ini karna dosa dosa hamba dulu terhadap Hasna ya Allah"David membenturkan kepalanya ke tembok.
"Woy!Kalau mau bunuh diri jangan di sini,berisik!"teriak teman satu sel David.