LUKA KU BALAS LUKA

LUKA KU BALAS LUKA
Episode 60


__ADS_3

Pagi ini sebelum berangkat kerja ke rumah sakit,dokter Enriko berniat ikut mengantarkan Dinda dan Dendi kesekolah.Agar semakin dekat dengan Dinda dan Dendi,dan sebagai bentuk belajar jadi seorang ayah.


"Asiik...!Om dokter ikut antar kita kesekolah...kak Dendi,kita jadi sama seperti teman teman kita ya,diantar sama ibu dan ayah!" teriak Dinda kegirangan didalam mobil.


"Iya Dinda,kak Dendi senang sekali...om dokter,besok ikut antar kami lagi ya kesekolah?"Dendi yang duduk di belakang dokter Enriko memajukan badannya.


"Kalau om ada waktu dan sedang tidak kerja,pasti om akan antar"dokter Enriko tersenyum bahagia Dinda dan Dendi membutuhkannya.


"Baik om dokter terimakasih"sahut Dinda dan Dendi bersamaan.


"Ibu dan om dokter pulang dulu,nanti ibu jemput,jadi anak yang baik dan pintar ya anak anak ibu"Hasna memberi kecupan ringan di pipi kedua anaknya.


"Baik ibu,Dinda akan jadi anak baik dan pintar,bye...bye"Dinda berlari kecil menemui miss yang sudah menunggu.


"Bye...bye...bu,bye...bye...om"Dendi menyusul Dinda.


"Mereka lucu dan menggemaskan ya,aku jadi tidak sabar untuk jadi ayah mereka"dokter Enriko menaikkan sebelah alisnya menggoda Hasna.


Hasna tersipu malu kemudian mencubit pinggang dokter Enriko.


"Aww...kok di cubitnya di pinggang sih,di pipi dong"dokter Enriko senang melihat Hasna tersipu malu.


"Yaudah,sekarang aku antar kamu pulang ya,setelah itu aku langsung berangkat kerja"dokter Enriko menggandeng tangan Hasna menuju mobil.


Di balik pintu sebuah mobil merah,Anastasya melihat kemesraan Hasna dan dokter Enriko.

__ADS_1


"Puas puaskan aja kalian mesra mesra sekarang,tidak lama lagi aku akan buat semuanya itu akan berakhir"Anastasya mengikuti mobil dokter Enriko dari jarak yang aman.


Hasna turun dari mobil dokter Enriko,mobil Anastasya juga berhenti.


"Oh,disini ternyata rumah mu Hasna,baguslah,jadi akan lebih mudah untuk menjalankan rencanaku"Anastasya kembali menjalankan mobilnya mengikuti mobil dokter Enriko.


"Sekarang saatnya mengikuti pacarnya Hasna,laki laki itu tampan juga,dari penampilan dan mobilnya sepertinya orang kaya"Anastasya tersenyum licik.


Anastasya terus mengikuti dokter Enriko.Mobil dokter Enriko memasuki kawasan yang sangat di kenal Anastasya.


"loh,kenapa mobilnya masuk kerumah sakit Medistra,apa dia bekerja di rumah sakit ini...kok aku ga tau...atau mau berobat...lebih baik aku ikuti aja,tapi aku kan masuk shift malam...tunggu aku ada bawa seragam di tas,harus bertindak cepat"Anastasya buru buru memakai seragam perawatnya di dalam mobil,dan langsung menyusul dokter Enriko yang sedang berjalan di koridor rumah sakit.


Anastasya berlari lari kecil,kesannya terburu buru.Sampai di sisi dokter Enriko dia pura pura terjatuh dan menyenggol kaki dokter Enriko.


"Maaf suster,maaf...apa saya menghalangi jalan anda...maaf ya saya tidak tau kalau suster ada dibelakang saya"dokter Enriko cepat cepat membantu Anastasya berdiri.


"Ga apa apa pak-"Anastasya terdiam.


"Saya Enriko...dokter Enriko,suster sedang terburu buru ya,sekali lagi saya minta maaf"dokter Enriko melihat nametag Anastasya.


"Sebagai permintaan maaf saya,saya akan membantu suster Anastasya untuk keruangan suster"Dokter Enriko kuatir melihat Anastasya berjalan dengan pincang dan terus memegang tangan dan bahu Anastasya.


"Oh ga apa apa dokter Enriko,saya yang salah,jalan terburu buru"Anastasya merasa senang dokter Enriko masuk dalam jebakannya.


"OMG!Tangannya lembut banget,parfumnya bikin jantungku lemas...parah ini orang dari dekat ganteng banget"Anastasya mencuri pandang saat dokter Enriko sibuk memapahnya.

__ADS_1


"Suster Anastasya ruangannya di mana?"Dokter Enriko bingung mau membawa Anastasya ke mana.


Anastasya terkejut karna fokus wajah dokter Enriko."Maaf dokter Enriko,saya masih kuat jalan sendiri...saya mau...mau ke kantin dulu sebentar"Anastasya mencari alasan,karna hari ini dia shift malam.


"Baiklah kalau begitu,ga apa apa saya tinggalkan?"Dokter Enriko melepaskan tangannya.


"Iya,ga apa apa dokter,terimakasih sudah menolong saya"Anastasya menunjukkan senyumnya yang paling manis.


Dokter Enriko membalas senyum Amanda kemudian berjalan cepat meninggalkan Anastasya.


Anastasya buru buru jalan kembali keluar rumah sakit dan menuju ke mobilnya.


"Ya ampun,ternyata dia bekerja dirumah sakit yang sama dengan aku,kenapa selama ini aku ga tau ada dokter sekeren dan seganteng dokter Enriko bekerja di rumah sakit ini,apa akunya aja yang terlalu sibuk merawat pasien ya atau aku kurang pergaulan"Anastasya mengatur nafas.


"Yes,ini akan mempermudah jalan aku untuk merebut dokter Enriko dari Hasna,membalaskan dendam kak Amanda dan kematian Kak Amanda,sepertinya sangat mudah bagi aku untuk merebut dokter itu,secara kan aku di banding Hasna,cantikan aku kemana mana"Anastasya menjalankan mobilnya menuju ke rumahnya sambil tersenyum senyum.


Karna penasaran,sambil menyetir,Anastasya mencari info tentang dokter Enriko dari teman temannya.Tak butuh waktu lama semua terjawab.


Amanda membaca data data,profil dan daftar riwayat hidup dokter Enriko yang baru saja didapatnya.


"Wow,duren...aku suka benget nih dengan laki laki yang sudah berpengalaman,mudah untuk di taklukkan"Amanda tertawa senang.


"Anak tunggal lagi...pasti warisannya banyak,jangan sampai dia jatuh ke pelukan Hasna,aku heran sama dokter Enriko,apa gitu yang membuat dia tertarik sama Hasna...dulu David...kenapa beruntung sekali nasibnya"


Anastasya memperhatikan foto profil dokter Enriko."Ganteng banget sih kamu dokter,kaya aktor Korea,tipe tipe aku banget ini...mmmuahh"Anastasya mencium foto profil dokter Enriko yang ada di hp nya.

__ADS_1


__ADS_2