
Didalam mobil,dalam perjalanan pulang kerumah,Arabella terus teringat wajah dokter Enriko.
"Sepertinya wajah dokter itu tidak asing,kaya pernah lihat,tapi dimana ya..."sampai rumah Arabella terus memikirkan tentang dokter Enriko.
Arabella merebahkan badannya di kasur,memikirkan siapakah gerangan dokter Enriko sebenarnya,mengapa dia merasa pernah mengenal dokter itu.
Setelah lama berfikir dan mengingat ingat akhirnya Arabella menemukan jawabannya.
"Yes!Tidak ada salah lagi!"Arabella tiba tiba bangkit dan memetik jarinya.
"Dia pasti Erik...Enriko...Erik...iya benar dia Erik ku yang dulu"Arabella merasa surprise bisa menemukan Erik nya yang dulu.
Arabella mengingat kenangan kenangan yang tercipta antara dia dan Erik lebih kurang sepuluh tahun yang lalu saat mereka masih memakai seragam putih abu abu.
__ADS_1
*****
Hari pernikahan dokter Enriko dan Hasna di adakan di sebuah ballroom hotel berbintang di daerah Jakarta.Selesai akad nikah tamu tamu mulai berdatangan memberi selamat pada dokter Enriko dan Hasna yang sudah duduk di singgasana mereka.Hasna tampak cantik dan anggun dengan gaun pengantinnya yang simple berwarna putih couplean dengan Dinda.Begitu juga dengan dokter Enriko couplean dengan Dendi memakai tuksedo berwarna hitam.
Di tengah tengah para tamu yang mengantri memberi selamat tampak Anastasya juga hadir.Dengan menggunakan gaun pesta berwarna biru muda nan glamour,ukurannya pas di badan,panjangnya diatas lutut.
Anastasya begitu heboh saat mendapat giliran bersalaman dengan dokter Enriko.
"Dokter Enriko selamat ya atas pernikahannya,kenapa pernikahannya mendadak sekali dok,saya kan jadi kelabakan mencari gaun untuk menghadiri pesta pernikahan dokter...maaf ya dokter saya jadi hanya memakai gaun apa adanya,tapi saya tetap cantik kan dokter"Anastasya kemudian cipika cipiki dokter Enriko.
"Oiya mba terimakasih atas kehadirannya,tapi maaf saya merasa tidak mengenal mba,atau mungkin saya lupa,maaf ya mba"dokter Enriko berusaha melepaskan tangannya yang terus di pegang Anastasya.
"Ih dokter Enriko masa lupa sama saya,saya Anastasya,perawat rumah sakit Medistra,kita pernah ketemu dilobi rumah sakit,waktu itu saya terjatuh dan dokter menolong saya"Anastasya merajuk kesal.
__ADS_1
"Oh mba perawat di rumah sakit Medistra,sekali lagi saya mohon maaf,begitu banyak perawat disana,jadi saya tidak ingat" dokter Enriko tersenyum dan menyembunyikan tangannya di dalam kantong tuksedonya.
Anastasya terus mengoceh sok akrab,suaranya di bikin bikin seksi dan manja,sesekali tertawa tak jelas.Antrian tamu sampai padat dan mengular,bahkan kini dia pindah di tengah tengah antara dokter Enriko dan Hasna.
Hasna dan mama dokter Enriko tampak kesal dan mulai darah tinggi melihat tingkah Anastasya.
Mama dokter Enriko membisikkan sesuatu ke telinga Hasna"kamu punya ide ga,bagaimana cara mengusir ulat bulu itu dari situ,mata dan kuping mama sudah panas melihat tingkahnya"kemudian Hasna mengangguk.
Hasna memanggil bibinya yang tidak jauh dari tempatnya berdiri dan membisikkan rencananya.
Baru beberapa menit bibinya datang dengan segelas jus oren,dan akan di berikan pada Hasna.Si bibi berakting pura pura jatuh dan jus oren nya tumpah tepat di dada Anastasya,mengalir membasahi gaunnya.
Anastasya menjerit dan marah kemudian pergi meninggalkan pesta dengan wajah menunduk karena malu,semua mata tamu mengarah padanya.
__ADS_1
Tidak lama kemudian Arabella sampai di depan hotel tempat pernikahan Hasna dan dokter Enriko.Di depan pintu masuk ballroom,Arabella melihat foto foto prewedding Hasna dan dokter Enriko.Matanya tertuju pada layar yang memvideokan secara langsung acara pernikahan.Arabella memperhatikan dengan seksama,dan dia tambah yakin kalau dokter Enriko adalah Erik.Ditambah lagi di video itu ada mama dokter Enriko yang masih di ingatnya.
"Seratus persen dia adalah Erik,ini ada Tante Hana,aku masih ingat wajahnya...tapi om Ardi kenapa tidak ada ya,apa dia sudah meninggal atau...ah yang penting aku sudah tau bahwa dokter Enriko adalah Erik"Arabella pun berlalu.