LUKA KU BALAS LUKA

LUKA KU BALAS LUKA
Episode 49


__ADS_3

Suara David tidak kedengaran lagi,Dinda dan Dendi kembali tertidur,Hasna mencoba mengintip lewat jendela,dengan jalan mengendap ngendap.


Saat mengintip keluar,Hasna melihat mobil dokter Enriko tepat berhenti di depan rumahnya.Hasna merasa lega,setidaknya ada orang yang akan membantunya jika David masih di depan rumah.


Hasna membuka pintu rumah,ternyata masih ada David di depan pintu,tubuhnya tergeletak di lantai teras rumah.Hasna teriak karna panik,dokter Enriko yang baru keluar dari mobilnya setengah berlari datang mendekat.


"Ada apa mba Hasna,siapa laki laki ini?"tanya dokter Enriko cemas.


"Dia ayah anak anak saya dok,saya ga tau dia kenapa,tadi dia baik baik saja" jawab Hasna tak kalah cemas.


Dokter Enriko jongkok untuk memeriksa keadaan David.Dia memegang pergelangan tangan David,ternyata masih berdenyut.


"Mba Hasna ga usah kuatir,dia hanya pingsan".


"Apa perlu kita membawanya ke rumah sakit dokter?"


"Tidak perlu,pakai minyak angin atau minyak kayu putih saja cukup".


Hasna masuk kedalam untuk mengambil minyak kayu putih dan memberinya pada dokter Enriko.


Dokter Enriko mengoleskan beberapa tetes minyak kayu putih ke bawah hidung David.Tidak menunggu lama David siuman dari pingsannya.David membuka matanya,dia melihat Hasna ada di depannya,seketika kesadarannya kembali.Reflek David memeluk kaki Hasna.


"Hasna ku mohon,tolong izinkan saya bertemu dengan anak anak kita,sebentar saja"David memeluk kaki Hasna dengan kencang.


Hasna terkejut dengan apa yang dilakukan David.Hasna menarik kakinya tapi David semakin kuat memegang kaki Hasna.


"Mas David lepaskan kaki saya...!"Hasna berteriak.


"Aku tidak akan melepaskannya sebelum kamu mengizinkan saya bertemu dengan anak anak"David terus memohon.


"Dokter Enriko,tolong bantu saya"Hasna menangis menatap dokter Enriko yang dari tadi hanya diam.


Dokter Enriko tau Hasna merasa tidak nyaman dengan tindakan David.Dia langsung memberi bogem mentah ke wajah David.Seketika pegangan David terlepas dia tersungkur meringis kesakitan.

__ADS_1


Dokter Enriko mendekat pada Hasna yang ketakutan,Hasna langsung memeluk dokter Enriko dan menangis di pelukannya.Dokter Enriko menenangkan Hasna.


Dokter Enriko menyarankan pada David dan Hasna untuk bicara dengan kepala dingin.Mereka masuk kedalam rumah setelah Hasna menyetujuinya.


"Baik,Hasna akan mengizinkan mas David untuk ketemu Dinda dan Dendi,tapi hanya kali ini saja dan mas harus berjanji setelah ini tidak akan pernah lagi datang ke sini".


"Terimakasih Hasna,saya berjanji dan kamu bisa pegang kata kata saya,teman kamu ini jadi saksinya"David menunjuk dokter Enriko.


"Saya Enriko pak"Dokter Enriko memperkenalkan dirinya pada David.


Hasna masuk ke kamar membangunkan Dinda dan Dendi dan membawa mereka untuk ketemu ayahnya.


Mata David berkaca kaca melihat kedua buah hatinya.Hasna mendudukkan Dinda dan Dendi di pangkuannya.


"Dinda,Dendi...lihat ada tamu yang datang,ayo berikan salam"Dinda dan Dendi menyapa David dan dokter Enriko.


"Halo om,nama om siapa...?"Dinda menatap pada David.Hati David seperti teriris mendengar anak kandungnya sendiri memanggilnya dengan sebutan om.


"Om David,Dinda boleh peluk om?"Dinda mengarahkan tangannya pada David.


David terkejut tapi senang,dia tidak menyangka Dinda mau dipeluknya.


"Tentu boleh Dinda"David berdiri hendak meraih Dinda.


Dinda berjalan terpincang pincang sambil tertawa riang arah David.Seketika David menangis sejadi jadinya dan sekencang kencangnya melihat kondisi putrinya.Hatinya sakit,hancur berkeping keping.David meraih Dinda kedalam pelukannya.David berusaha menahan tangisnya supaya Dinda tidak merasa ketakutan.


Dinda merasa nyaman dalam pelukan David.Dinda terus memeluk David seakan tak mau berpisah.Puas memeluk David,Dinda memandang wajah David dan membelainya.David mengambil tangan mungil Dinda dan mengecupnya,Dinda tertawa geli tangannya kena kumis dan jenggot David.Hasna dan dokter Enriko terharu melihat interaksi ayah dan anak itu.


Dinda memanggil Dendi untuk ikut bergabung ."Kak Dendi sini,kita main sama om David"teriak Dinda senang.


Dendi dengan riang gembira ikut bergabung,David mengangkat Dendi untuk ikut duduk di pangkuannya bersama Dinda.David menangis terharu bisa merasakan kehangatan pelukan dari buah hatinya.


"Om orang baikkan,om bukan orang jahat"Dendi anaknya lebih sensitif dan tidak mudah dekat dengan orang yang baru dikenal,sangat beda dengan Dinda yang mudah akrab dengan siapa pun.

__ADS_1


"Om orang baik,sama seperti Dinda dan Dendi anak anak yang baik"David mengusap kepala Dendi.


"Om kenapa menangis,om sakit ya?"tanya Dinda.


"Oh bukan,om bukan sakit,om juga tidak menangis,mata om hanya perih"David menghapus air matanya,dia ingin menikmati momen bersama buah hatinya.


"Om,rumah om di mana,di rumah om banyak mobil mobilan ga?"Dendi mulai berani setelah merasa nyaman dengan David.


"Rumah om jauh,di rumah om ga ada mobil mobilan,memangnya Dendi suka main mobil mobilan?".


"Suka sekali,Dendi punya banyak,nanti Dendi kasih buat om satu,supaya om punya mobil mobilan,om mau yang tayo,atau cars atau mobil balap"tawar Dendi.


"Om mau yang balap aja"sahut David dengan wajah berbinar binar.Dendi turun dari pangkuan David untuk mengambil mobilan balapnya di kamar.


"Ini om mobil balap buat om,tapi jangan di hilangkan,jangan di rusakkan,mobil balap ini ibu yang beli,jadi harus di jaga ya om".


"Iya om janji,akan merawat mobil balap ini,terimakasih ya Dendi".


"Iya om,sama sama".


Hasna dan dokter Enriko dari tadi hanya menyaksikan keakraban David dan anak anaknya dengan terharu.Bahkan Hasna menangis dalam diam,dia berusaha menahan sakit di dadanya.Biar bagaimana pun David tetaplah ayah Dinda dan Dendi,Hasna tidak boleh egois.Tapi hanya untuk kali ini saja,selanjutnya Hasna tidak akan mengizinkannya.


Setelah merasa cukup,David pamit,Hasna dan anak anaknya mengantarkan David sampai teras rumah.


"Om David,besok datang lagi ya ke rumah Dinda,kita main lagi,nanti sama ibu di buatkan kue dan roti,om mau kan?"Dinda kalau sudah akrab mulai posesif.


"Wah ibu kalian hebat ya,sudah anak anaknya pintar pintar,bisa bikin kue dan roti juga,nanti kalau om ada waktu,om pasti datang".


Ada rasa tidak suka dan kecemburuan di hati dokter Enriko melihat interaksi mereka.Ada keraguan di hatinya untuk lebih dekat dengan Hasna dan anak anaknya.Tapi dokter Enriko yakin Hasna tidak akan kembali lagi kepada mantan suaminya yang telah menyakitinya.


"Ayo semangat Riko,David hanyalah masa lalu Hasna!"Dokter Enriko menyemangati dirinya sendiri.


.

__ADS_1


__ADS_2