LUKA KU BALAS LUKA

LUKA KU BALAS LUKA
Episode 42


__ADS_3

Hari ini adalah hari kepulangan David dan Amanda setelah selama sebulan lebih berada di Jerman.Setelah operasi toraktomi yang di jalani Amanda berhasil,David memanjakan Amanda dengan berlibur di berbagai destinasi yang terkenal di Jerman.David mulai melalaikan tanggung jawabnya terhadap perusahaan.Sejak kepergian pak Hamdan perusahaan Kusuma Company mulai goyah.


Mobil David sampai di depan gerbang rumah,ada sebuah mobil patroli polisi terparkir,saat masuk David bingung dan terkejut,tampak bu Fatma di temani beberapa anggota polisi sedang berjaga di teras rumah.


Sampai diparkiran yang di samping rumah,David membangunkan Amanda yang masih tidur di mobil.


"Sayang,bangun sudah sampai"David menepuk pelan pipi Amanda.


Amanda membuka matanya dan tersenyum manja."Sudah sampai ya,aku masih ngantuk Dave"Amanda tetap pada posisinya.


"Nanti sambung lagi tidurnya sweetie,ayo kita turun"David membukakan pintu untuk Amanda.


Amanda bangun malas malasan kemudian merangkul David.Mereka berjalan sambil saling merangkul.


Sampai di depan teras rumah mereka berdua di tahan polisi yang tadi berjaga.


"Selamat siang,apa saudari yang bernama Amanda Fransiska?"tanya salah seorang anggota polisi.


"Iya benar,ada apa ini pak?" jawab Amanda bingung.


"Kami dari pihak kepolisian membawa surat penangkapan atas laporan dari saudari Hasna Cantika Putri dengan tuduhan penculikan anaknya yang bernama Dendi Wijaya Kusuma yang masih bayi"


David dan Amanda sama sama terkejut,terlebih Amanda,dia sampai lupa kalau dia pernah menyuruh seseorang untuk menculik baby Dendi.


"Maaf pak,ini pasti ada kesalahan,istri saya dan saya ada di luar negri selama satu bulan lebih,dan istri saya sedang dalam keadaan sakit,jadi bagaimana dia bisa melakukan penculikan"Kata David.


Amanda teringat,waktu dia sebelum mengalami kecelakaan,dia menyuruh Alifa untuk membawa baby Dendi.Tubuhnya tiba tiba panas dingin,wajahnya memanas.Amanda mulai berkeringat dingin.


"I-iya pak...benar apa yang...di-dikatakan suami saya...ja-jadi tidak mungkin...sa-saya melakukannya pak...i-ini fitnah pak"Amanda menyangkal dengan suara gemetar dan terbata bata.


Tiba tiba Hasna,dan Alifa muncul di hadapan mereka.

__ADS_1


"Mba Amanda memang tidak melakukannya dengan tangan mba sendiri,tapi menyuruh orang yang ada di dalam rumah ini melakukannya yaitu Alifa baby sitter Dinda"Hasna maju mendekat pada Amanda dan menamparnya dengan keras.


Amanda terkejut dengan keberanian Hasna,kemudian mundur ke belakang tubuh David sambil memegang pipinya.


David pun terkejut Hasna berani menampar Amanda di depannya.


"Sudah Hasna,jangan kamu kotori tangan kamu dengan menampar perempuan yang tidak punya hati ini,biar polisi yang mengurusnya"Bu Fatma menghentikan Hasna,kuatir akan berbalik Amanda yang akan melaporkannya.


"Dave,aku ga mungkin melakukan itu,kamu percaya sama aku kan Dave, dari pada perempuan ini,pasti dia mencoba untuk mencelakai aku lagi,tolong Dave aku takut"Amanda mulai cemas kejahatannya terbongkar.


"Hasna,apa lagi yang akan kamu lakukan pada Amanda,kami baru sampai,Amanda baru selesai menjalani operasi besar yang sangat mengancam nyawanya,sekarang kamu mau membuat dia celaka lagi ha!"bentak David hendak menampar Hasna tapi di hentikan oleh bu Fatma.


"Berhenti David!pak tolong bawa wanita ini secepatnya dari sini"suruh bu Fatma.


"Umi,apa buktinya kalau Amanda menculik Dendi,Dave tahu kalau selama ini umi tidak menyukai Amanda,tapi umi jangan ikut ikutan menuduh Amanda seperti yang dilakukan Hasna"David tidak terima dengan perkataan uminya.


"Ini,Alifa bukti dan saksi hidup,bahwa Amanda lah yang menyuruh Alifa untuk membawa Dendi pergi jauh"bu Fatma menarik tangan Alifa untuk mendekat pada David dan Amanda.


"Baik,nanti semuanya bisa memberi pernyataan dan keterangan di kantor polisi,kami akan membawa saudari Amanda ke kantor polisi sekarang juga"polisi memborgol kedua tangan Amanda.


"Daveee!tolong,aku ga mau di bawa ke kantor polisi"Amanda berontak dan menangis.


"Pak,tolong jangan bawa istri saya,saya jamin dia tidak bersalah"David menarik Amanda dan memeluknya.


"Pak,tolong jangan mempersulit pekerjaan kami,nanti bapak bisa memberi pernyataan di kantor polisi"Para aparat kepolisian tetap membawa Amanda.


"Daveee...toloong...pak tolong lepaskan saya...saya tidak bersalah...perempuan itu memfitnah saya pak!"Amanda terus menjerit dan berontak.


David tak terima dan marah,lalu berjalan mendekat pada Hasna,kemudian dengan gerakan kasar mencekik leher Hasna.


"Cepat tarik tuntutan kamu Hasna!kamu benar benar perempuan tidak tahu berterimakasih!"

__ADS_1


Hasna gelagapan dan berusaha melepaskan tangan David dari lehernya.Bu Fatma menjerit melihat apa yang dilakukan David pada Hasna .


"Davee...lepaskan Hasna!"David terus mencekik Hasna.


"Pak polisi!Tolong pak!"Teriak bu Fatma.


Para anggota polisi yang hendak membawa Amanda ke dalam mobil patroli,berhenti mendengar jeritan bu Fatma.


Salah satu dari mereka berlari,dengan cepat menarik tangan David.Tapi David terus mencekik Hasna.Melihat Hasna mulai kehabisan nafas,polisi itu menembakkan tembakan peringatan ke udara.David kaget, spontan melepaskan tangannya dari leher Hasna.Bu Fatma menolong Hasna yang jatuh tersungkur ke tanah sambil terbatuk batuk.


"Pak,tolong bawa dia pak,saya tidak mau melihatnya di sini pak!"teriak bu Fatma mulai menangis.


David terkejut mendengar teriakan bu Fatma.


"Umi,kenapa umi tega"David memandang wajah bu Fatma kecewa.


"Kalian berdua pantas di penjara,perbuatan kalian berdua membahayakan nyawa orang lain"Bu fatma terus menangis.


Polisi memborgol tangan David"Pak,saya tak perlu di borgol begini,memang kejahatan apa yang saya lakukan"David tak terima dan menghempaskan tangan polisi yang hendak memborgol tangannya.


"Perbuatan anda telah mengancam nyawa orang lain,itu adalah sebuah kejahatan"Polisi itu menarik tangan David untuk ikut beserta Amanda masuk mobil patroli.


"Tapi saya tadi hanya ingin memberi pelajaran buat dia pak,tidak ada maksud lain"David terus membela diri.


"Bapak bisa memberi pembelaan diri nanti di kantor polisi,sekarang ikut kami!"polisi menarik paksa tangan David


"Sebentar pak,saya mau bicara dulu sama dia"David memandang Hasna dengan tajam.


"Mulai saat ini,detik ini,kamu Hasna bukan istri saya lagi...dan ingat...saat nanti saya kembali kerumah ini...saya tidak ingin melihat wajah kamu lagi di rumah ini"David berjalan mengikuti polisi tanpa perlawanan.


"Dave,maafkan umi nak,umi hanya ingin menegakkan keadilan dan membuat kamu sadar"tangis lirih bu Fatma.

__ADS_1


Hasna dan bu Fatma hanya menangis memandang kepergian David.


__ADS_2