LUKA KU BALAS LUKA

LUKA KU BALAS LUKA
Episode 69


__ADS_3

Hasna membawa bu Fatma ke rumah yang baru di belinya di daerah pelosok Bogor.Dinda dan Dendi sudah lebih dulu di drop oleh Hasna bersama dengan bibinya yang dulu yang sering menemani ibunya semasa hidup.


Tapi belum sampai Bogor,Hasna mengeluh kesakitan sambil memegang perutnya yang semakin kencang.


Bu Fatma menyuruh Hasna untuk mengingat asma Allah sambil ikut mengelus perut Hasna.


Hasna merasakan sesuatu yang hangat mengalir dari pahanya.Dia semakin merasakan kesakitan hingga sampai menjerit menyebutkan asma Allah.


"Umiii...!Sakiiit...!Hasna memegang erat tangan bu Fatma,keringatnya mulai bercucuran.Hasna menggigit bibir bawahnya dan nafasnya mulai tidak beraturan.


Bu Fatma mencium bau darah di dalam mobil,dan melihat kearah kaki Hasna ada darah yang mengalir.Tapi bu Fatma berusaha untuk tenang.


"Sayang,kamu mengalami pendarahan,sebaiknya kita kerumah sakit sekarang"Bu Fatma menyuruh supir mobil online untuk mencari rumah sakit terdekat.


Suara kesakitan Hasna menghilang,pegangan tangannya pada bu Fatma melemah.Bu Fatma benar benar takut dan kuatir.Tubuh Hasna terjatuh di pangkuannya,Hasna pingsan.Bu Fatma menyuruh pak supir untuk mempercepat laju mobilnya.


Setelah sampai di rumah sakit dan masuk ruang IGD,bu Fatma menghubungi dokter Enriko.Biar bagaimanapun dokter Enriko berhak tau karna dia suami Hasna.


Hasna telah masuk ruang operasi saat dokter Enriko datang bersama mamanya.Bu Fatma keluar dari ruang operasi karna sudah ada suami Hasna yang mendampinginya.

__ADS_1


Bu Fatma begitu prihatin melihat kondisi dokter Enriko.Tubuhnya kurus,rambutnya mulai gondrong seperti tak terurus.Bu Fatma teringat dengan David putranya.


Bu Fatma dan bu Hana menunggu dengan gelisah tapi berusaha untuk saling menguatkan.


Operasi sesar berjalan dengan lancar,bayi Hasna lahir dengan selamat.Bayi perempuan itu begitu kecil dan kurus tapi tangisannya begitu kencang dan sehat.


Dokter Enriko begitu terharu luar biasa melihat proses mengeluarkan bayinya dari dalam perut istrinya.Hanya air matanya yang terus mengalir bukti kebahagiaan yang dia rasakan.Tapi dia tidak bisa membagi kebahagiaan yang dia rasakan pada Hasna.Karna Hasna tidak juga membuka matanya.


Sudah empat hari Hasna di rumah sakit tapi Hasna masih tetap koma,seakan dia enggan untuk bertemu dokter Enriko.


Setelah berunding akhirnya bayi Hasna sementara di urus oleh bu Fatma.Semakin hancur perasaan dokter Enriko harus berpisah dengan bayinya.Seolah tidak ada yang memberi kekuatan padanya untuk terus menemani istrinya yang tak kunjung siuman.


Dokter Enriko begitu shock dan terpukul atas kepergian Hasna,dia tidak terima istrinya pergi begitu saja tanpa pesan dan tanpa memaafkan kesalahannya.Semua kenangan sewaktu bersama Hasna bermain dalam bayangan.Saat kenangan indah dia tersenyum,tatkala kenangan buruk dia menangis.


Bu Fatma membawa anak anak Hasna untuk bertemu ibu mereka untuk terakhir kali di rumah duka.


Dinda dan Dendi yang berumur enam tahun sudah paham bahwa ibu mereka pergi meninggalkan mereka untuk selama lamanya.Mereka berdua terus menangis dan memeluk Hasna,semua yang hadir sangat tersentuh melihat anak sekecil mereka harus kehilangan ibunya.


Bu Fatma begitu iba melihat dokter Enriko yang terus menangis hingga ia berinisiatif mendekatkan anaknya yang baru berumur beberapa hari pada dokter Enriko siapa tahu dapat menghibur kesedihannya.

__ADS_1


Tapi pandangan dokter Enriko hanya tertuju pada wajah Hasna.Dia tidak menggubris siapa pun yang datang takziyah.


Saat di pemakaman pun dokter Enriko tidak menghiraukan orang orang di yang ikut mengantarkan jenazah Hasna.Pandangannya begitu jauh tak berarah.


Menjelang sore saat semua orang orang sudah meninggalkan tempat pemakaman,dokter Enriko tetap diam di tempatnya.Bu Fatma,Dinda Dendi dan mamanya terus berusaha membujuknya untuk pulang tapi dia tetap diam tak bergerak.


Beberapa menit setelah semua orang pergi,Arabella yang dari tadi mengawasi dokter Enriko merasa senang punya kesempatan berdua dengan Erik.Niat hatinya ingin menghibur siapa tau dia bisa mendapat simpati dari Erik.


Arabella berjalan pelan mendekat pada dokter Enriko dan dengan santainya duduk di sebelah dokter Enriko.Dia mengelus pundak dokter Enriko dan berkata"Erik,aku turut berduka ya atas kepergian istri kamu".


Mendengar suara Arabella,orang yang paling dia benci akhir akhir ini.Orang yang jadi sumber masalahnya membuat dokter Enriko sontak seperti orang kerasukan setan dengan membabi buta mencekik leher Arabella.


"Wanita iblis berani kau datang kesini...aku habisi kau sialan...!"


Dokter Enriko mencekik leher Arabella dengan sekuat tenaga hingga Arabella terjatuh.Beruntung ada penjaga makam yang lewat dan bergegas menolong Arabella.


Penjaga makam itu menyiramkan air yang masih tersisa di dalam poci ke wajah dokter Enriko,hingga dia tidak bernafas dan tangannya terlepas dari leher Arabella.


Arabella cepat cepat bangkit dan berlari meninggalkan dokter Enriko sambil terbatuk batuk memegangi lehernya dan ketakutan.

__ADS_1


TBC


__ADS_2