
Hari hampir malam,dokter Enriko pulang kerumah dengan segala kesedihan dan keputusasaan.Dia mengurung diri didalam kamar dalam kegelapan.Hanya saat memandang foto Hasna dia menyalakan lampu.
Berhari hati tidak mandi,tidak makan dan tidak keluar dari kamar membuat bu Hana mengkuatirkan keadaan anaknya.Panggilan dan gedoran pintu tidak membuat dokter Enriko bergeming dari kesendiriannya.Menangis,tertawa dan berteriak histeris itu yang di dengar setiap hari oleh bu Hana.
Tengah malam dokter Enriko terbangun dengan ketakutan,keringat membanjiri sekujur tubuhnya.Tubuhnya bergetar hebat karena ketakutan akibat Hasna menemuinya dalam mimpi.
Dokter Enriko keluar dari kamar dan berlari mencari mamanya.Bu Hana terkejut tiba tiba dokter Enriko memeluknya.Tapi bu Hana senang akhirnya Riko keluar dari kamarnya.
"Maa...barusan Riko didatangi Hasna lewat mimpi...Hasna...mendatangi Riko sambil menggendong anak anak sambil menangis"Dokter Enriko mengeratkan pelukannya.
Bu Hana balas memeluk Riko dan mengusap kepalanya."Itu pertanda bahwa Hasna menyuruh kamu untuk menjaga dan mengurus anak anak kalian...jadi kamu jangan meratapi terus kepergian Hasna...bangkitlah demi anak anak...kasihan mereka masih kecil kecil"bu Hana berusaha menenangkan dan menyentuh perasaan Riko.
Riko melepaskan pelukannya dan menatap mamanya sambil mengangguk.
"Iya ma,maafkan Riko ya,sudah menyusahkan mama"Riko menyeka air matanya dan tersenyum.
Bu Hana sangat senang atas perubahan sikap Riko."Yaudah sayang,sekarang kamu mandi dulu ya...lihat tuh kamu sudah tak terurus gitu,habis mandi kamu makan,terus nanti mama panggil tukang cukur,biar kamu cukuran".
"Iya ma,Riko akan berubah demi mama dan anak anak,Riko mandi dulu ya"Dokter Enriko berjalan ke kamar mandi yang ada di kamarnya.
"Riko,sebaiknya kamu mandi di kamar mandi belakang aja,biar kamar kamu di bersihkan dan di rapihkan dulu"tegur bu Hana.
"Iya ma"jawab Riko.Bu Hana sangat bahagia Riko kembali seperti dulu lagi.Dia memandang punggung putranya yang sedang berjalan ke belakang.
"Alhamdulillah ya Allah,anak saya kembali seperti dulu lagi,terimakasih ya Hasna kamu mendatangi Riko dalam mimpinya,mama tau kamu masih sayang sama Riko,semoga kamu tenang di sisiNya"bu Hana menarik nafas dalam dalam.
Selesai makan tukang cukur datang"Sayang kamu cukuran dulu ya,kasihan kan nanti anak anak kamu lihat papanya seram begitu...nanti selesai cukuran kita temui anak anak ya,pasti mereka senang lihat papanya datang"
Dokter Enriko sangat antusias saat akan bertemu dengan anak anaknya terutama yang bungsu.Karna sejak dilahirkan dokter Enriko baru sekali bertemu dan menggendong bayinya itu.Entah mirip siapa dia sekarang pikir dokter Enriko.
Sampai di kediaman bu Fatma dan cucu cucunya dokter Enriko tidak dapat menahan emosinya.Tangisnya langsung pecah begitu melihat anak anaknya.
Dinda dan Dendi berlarian memeluk ayah yang selama ini mereka rindukan.Dokter Enriko memeluk Dinda dan Dendi bersamaan.Bu Hana,bu Fatma dan bi Yati menangis melihat bapak dan anak itu saling melepas rindu.Walau tak sedarah tapi dokter Enriko begitu menyayangi Dinda dan Dendi dengan tulus.Tangis haru memenuhi rumah itu.
"Ayah,mulai sekarang ayah jangan jauh jauh dari kami ya,ibu kan sudah pergi jauh,jadi ayah tinggal di sini bersama kami ya"Dinda terus ngoceh dan tak mau turun dari gendongan ayahnya.
"Iya sayang,ayah janji tidak akan jauh jauh dari anak anak ayah"dokter Enriko mencium Dinda dan Dendi.
"Oiya, ayah mau lihat adik bayi,mana adik bayinya?" Dinda dan Dendi menuntun ayah mereka ke kamar.
__ADS_1
"Adik bayinya lagi bobok,ayah ngomong nya jangan kencang kencang ya,nanti adik bayinya bangun"ucap Dendi pelan.
Dokter Enriko terharu melihat bayi mungilnya sedang tidur dengan pulas.Sangat lucu dan menggemaskan.
Dokter Enriko mengangkat bayinya dengan pelan dan memeluknya dengan hangat.Matanya berkaca kaca merasakan momen luar biasa bersama buah hatinya.
"Umi,siapa nama bayinya...apa umi sudah memberi nama untuknya?" tanya Riko pada bu Fatma sambil mengusap usap rambut bayinya.
"Belum Riko,kamu yang berhak memberi nama untuk bayi ini,karna kamu adalah ayahnya" bu Fatma mendekat pada Riko.
"Apa kamu sudah mempersiapkan nama untuk bayi mu sayang?"bu Hana juga ikut mendekat.
"Belum ma,Riko belum mempersiapkannya sama sekali,kalau mama dan umi punya nama yang mau diberikan,Riko dengan senang hati menerimanya"sahut Riko memandang bergantian dua orang nenek yang sangat luar biasa.
"Kalau bisa dari huruf D juga biar sama dengan kakak kakaknya" kata bu Fatma.
Dokter Enriko terdiam sebentar"Bagaimana kalau Diandra?" dokter Enriko langsung menemukan nama untuk bayinya.
"Nama yang bagus,mama suka"sahut bu Hana dengan mata berbinar binar.
"Apa arti Diandra Riko,nama kan sebaiknya mengandung arti yang baik dan akan jadi doa buat anak tersebut?"tanya bu Fatma.
"Kalau dalam bahasa Indonesia Dian itu pelita umi,kalau dalam bahasa Perancis Diandra itu artinya berkeinginan kuat,biar kelak Diandra menjadi penerang dalam keluarga kita dan menjadi anak yang rajin pantang menyerah dalam meraih keinginan dan cita citanya"dokter Enriko menepuk nepuk pelan paha baby Diandra biar tidak terbangun karna terus bergerak gerak.
"Dia sepertinya haus atau mungkin popoknya basah"bu Fatma meletakkan baby Diandra ke atas kasur dan memanggil bi Yati untuk membantunya.
Dokter Enriko mendekati Dinda dan Dendi yang dari tadi merasa kesal karna ayah mereka hanya fokus pada adik bayi.
"Anak anak ayah,kita main yuk,ayah kangen sama kalian...maaf tadi ya ayah fokus dulu sama adik bayi karna dia masih kecil jadi ayah harus hati hati"dokter Enriko kembali memeluk Dinda dan Dendi.
"Tidak apa apa ayah,ayo kita main"Dendi menarik tangan ayahnya ke ruang tempat mereka bermain.
Banyak sekali mobil mobilan dan boneka berbagai macam karakter.
Di tengah asik bermain Dinda bertanya"Ayah,kenapa kemarin kemarin ayah tidak mau lagi jadi ayah kami,ayah marah ya sama aku dan kak Dendi,kami nakal ya ayah?"Dinda memandang ayahnya tanpa berkedip.
"Tidak Dinda sayang...ayah selalu sayang sama kalian semua...waktu itu ayah...sedang bersedih karna ibu akan pergi dalam waktu lama,jadi ayah pasti akan kangen sama ibu kalian...ayah minta maaf ya"dokter Enriko mengecup kening Dinda,mata Dinda langsung berbinar binar mendapat kecupan dari ayahnya.
Dendi yang sedang fokus bermain mobil mobilan melirik sedikit dengan ekor matanya,kemudian memanggil ayahnya.
__ADS_1
"Ayah,Dendi kenapa tidak dapat ciuman seperti Dinda?"Dendi merasa cemburu.
"Kak Dendi pasti dapat juga kok,sini mendekat sama ayah"dokter Enriko mengulurkan tangannya pada Dendi.Dia memejamkan matanya dan merasakan kebahagiaan menjadi seorang ayah seutuhnya.Dalam hatinya berjanji akan menjaga dan membahagiakan anak anaknya dengan Hasna.
Keesokan harinya dokter Enriko mengajak keluarganya jalan jalan ke wahana permainan anak anak.Dia ingin membahagiakan keluarganya terutama Dinda dan Dendi.
"Ayah ayo kita naik semua permainan!"ajak Dinda dan Dendi semangat.
"Ayo siapa takut...maa...umii...tolong jaga dedek Diandra ya,kami bertiga berpetualang dulu!"teriak dokter Enriko berlari menyusul Dinda dan dan Dendi yang sudah duluan berlari.Bu Hana dan bu Fatma tersenyum bahagia melihat kegembiraan mereka.
Puas bermain wahana mereka menyantap makanan yang mereka bawa dari rumah,selesai makan mereka berfoto foto ria.Dokter Enriko lebih banyak menjadi fotografer.Setiap mengambil gambar,dia merasakan dan melihat seolah olah Hasna hadir diantara mereka sambil tersenyum dan melambaikan tangannya.
Dokter Enriko merasa bila Hasna sudah memaafkannya.Semua perasaan mengganjal di hatinya lenyap sudah di ganti dengan perasaan lega dan bahagia.
Malam harinya saat istirahat,dokter Enriko memandang foto foto saat mereka rekreasi tadi.Dia memandang satu satu foto orang yang di sayanginya.
"Mama,umi...anak anakku...aku berjanji akan menyayangi dan membahagiakan kalian selamanya"Dokter Enriko tersenyum,tak boleh lagi ada kesedihan.
Pesan dokter Enriko kepada semua orang yang masih mempunyai orang tua,pasangan dan anak anak."Cintai dan sayangi mereka selagi mereka masih hidup...hargai mereka...jangan sia siakan mereka,karna...saat mereka telah tiada,semuanya baru terasa...bahwa keberadaan mereka yang kita sayangi sangat berarti".
Setelah beberapa hari menikmati liburan bersama keluarganya,dokter Enriko kembali beraktifitas seperti biasa.
Semua rekan rekan sesama dokter dan suster memberi dukungan dan semangat.Kecuali Anastasya,dia masih menyimpan dendam dan cinta yang tak terbalas.
Hari hari dokter Enriko dilalui dengan senyum kebahagiaan.Setiap hari dia berfikir bagaimana cara membahagiakan orang orang yang di cintainya.
Allah menggerakkan hatinya untuk memberangkatkan haji bu Hana ke tanah suci Mekkah.Dokter Enriko segera menghubungi agen resmi dan segera mengurus keberangkatan bu Hana,sekaligus bu Fatma dan juga bi Yati.
Dokter Enriko sudah menganggap bu Fatma seperti ibunya sendiri.Dia juga sangat menghormati bi Yati yang ikut mengurus anak anaknya.Jasa ketiga wanita itu sungguh luar biasa menurutnya dan tidak dapat dibalas dengan apapun.
Pulang kerja dokter Enriko berencana bikin kejutan untuk ketiga wanita itu.Saat selesai bersih bersih mereka seperti biasa berkumpul di ruang keluarga.
"Mama...umi...bi Yati...Riko punya khabar gembira..."dokter Enriko menjedah ucapannya.
"Bulan depan...insyaallah...kalian berangkat haji ke tanah suci Mekkah"Sambung dokter Enriko sukses memberi surprise.
Bu Hana,bu Fatma dan bi Yati terkejut dan berteriak bahagia."Allahu akbar...!!!Masyaallah..."Mereka bertiga sujud syukur.
Bu Hana memeluk dokter Enriko dengan erat sambil terisak."Terimakasih sayang,seumur hidup mama...mama tidak pernah sebahagia ini".
__ADS_1
"Umi juga sangat berterimakasih sama kamu Riko,padahal dulu umi banyak uang tapi umi tidak pernah berpikiran untuk menunaikan ibadah haji...memang haji itu panggilan dari Allah bisa lewat siapa saja...terimakasih sekali lagi Riko"bu Fatma hanya mengusap pundak dokter Enriko sambil menangis bahagia.
Tamat