
Dokter Enriko mengetuk pintu rumah Hasna,pintu terbuka, tampak Hasna dengan memakai apron,tangannya penuh dengan adonan tepung.Hasna di temani dua orang karyawannya sibuk dengan tugasnya masing masing.
"Assalamualaikum,selamat malam semuanya,maaf mengganggu"Dokter Enriko tersenyum kikuk.
"Waalaikumsalam,selamat malam juga dokter,maaf ya berantakan,habisnya dokter Enriko kesini ga bilang bilang''jawab Hasna menepuk nepuk tangannya yang penuh tepung.
"Ini bagaimana ceritanya mau nembak Hasna dengan romantis,kalau keadaannya begini,tapi ga apa apa dari pada di tunda tunda lagi"dalam pikiran dokter Enriko.
"Sebentar ya dokter,kekacauan ini biar kami rapihkan dulu"Hasna dan dua karyawannya mulai merapikan barang barang yang berserakan di lantai.
"Ga apa apa,lanjut aja bikin kuenya,saya tau kalian mengerjakan pesanan pelanggan,jadi santai aja"dokter Enriko ikutan duduk di lantai di sebelah Hasna,pura pura ikut bantu bikin kue,padahal dia sibuk mengatur kata kata untuk nembak Hasna kembali.
"Ehem...ehem...Hasna izinkan aku mengungkapkan isi hati ku pada mu lewat sebuah pantun"kata dokter Enriko mulai pasang ancang ancang.
Tanpa menunggu persetujuan Hasna dokter Enriko langsung membaca pantun nya.
"Ulat bulu,ulat nangka"
"I love you Hasna"
Hasna dan kedua karyawannya tertawa geli mendengar dokter Enriko baca pantun ungkapan cintanya yang garing tanpa ekspresi.
"Loh kenapa malah ketawa,bagus kan pantun saya?" dokter Enriko memandang Hasna.
"Bagus sekali dokter,tapi masa iya mengungkapkan cinta di depan orang lain"Hasna geleng geleng kepala.
"Mereka berdua ini akan jadi saksi hidup atas ungkapan cinta saya sama kamu,jadi apa jawaban kamu"dokter Enriko menatap Hasna dengan intens membuat Hasna grogi.
Setelah beberapa menit Hasna baru menjawab"Ulat bulu ulat nangka"
"I love you juga".
Dokter Enriko memegang kedua tangan Hasna."Kamu serius cinta juga sama saya?"Hasna mengangguk malu.
"Ulat bulu ulat nangka"
"Maukah kamu menikah dengan saya?"dokter Enriko menyambung pantunnya.
"Ih dokter,baru juga jadian,masa udah ajak nikah aja"Hasna pura pura cemberut.
__ADS_1
"Saya takut keduluan sama yang lain,Hasna"
"Harus di jawab sekarang nih?'
"Iya dong,kalau bisa sekarang,saya ga sabar nunggu sampai besok besok"
"Ulat bulu ulat nangka"
"Tentu saja saya mau menikah dengan anda"Hasna menutup wajahnya yang terasa panas karna malu dengan kedua tangannya.
"Yeee...!Tiba tiba saja kedua karyawan Hasna bersorak dan bertepuk tangan.
"Selamat ya kak Hasna...selamat ya dokter Enriko...tapi kami izin mengundurkan diri,gak enak banget jadi penonton,jadi baper"kedua karyawan Hasna berlari kecil ke dapur.
"Terimakasih Hasna,kamu menerima cinta saya dan bersedia menikah dengan saya,mama sudah merestui hubungan kita,semoga semuanya lancar"dokter Enriko mencium kedua tangan Hasna.
"Iya dokter,saya juga berterima kasih karna telah memilih saya"
"Mulai sekarang jangan panggil saya dokter lagi ya...panggil bang Riko ya...saya kan orang betawi,ok"bang Riko mengedipkan sebelah matanya.
"Siap bang Riko"Hasna membalas juga dengan mengedipkan sebelah matanya.
*****
"Iya bu...Dinda pakai tas Frozen ya bu,yang warna biru"jawab Dinda sambil mengucek ngucek matanya,Dinda memang paling mudah di bangunkan.
"Dendi pakai tas tayo ya bu"Dendi ikut bangun tapi masih terus menguap
"Iya,tapi mandi dulu ya...Dinda mandi di kamar mandi yang di depan,Dendi kamar mandi belakang,biar cepat...jangan lupa sikat gigi ya,ibu rapihkan bekal kalian dulu"Hasna cepat berjalan kedapur,memasukkan bekal yang dia bikin tadi kedalam kotak makanan.
Setelah rapih,Hasna mengantarkan Dinda dan Dendi ke sekolah TK yang letaknya lumayan jauh dari rumah dengan menggunakan motor.
"Dendi,jaga adik kamu ya...Dinda nurut sama kak Dendi ya...baik anak anak, ibu tinggal ya,itu miss nya sudah menunggu,nanti ibu jemput kembali"Hasna memberikan pelukan hangat pada anak anaknya.
"Bye bye bu...sampai ketemu"Dinda dan Dendi berlari kecil menemui miss yang sudah menunggu.
Sepuluh menit sebelum bubar sekolah,Hasna sudah sampai di sekolah.Hasna berusaha ramah dan menyapa orang tua lain yang juga menjemput anaknya.
Dari tempat parkir,seseorang mengawasi dan dan memperhatikan Hasna.Dia seorang wanita,dari balik mobilnya sesekali wanita itu memfoto Hasna dengan kamera hp nya.Saat Dinda dan Dendi menghampiri Hasna,wanita itu kembali memfoto Hasna dan anak anaknya.
__ADS_1
"Tadi saat di sekolah adakah yang merindukan ibu dan memikirkan ibu?"tanya Hasna sampai di rumah sambil membantu anak anaknya mengganti baju.
"Aku tadi ada bu tapi hanya sedikit"jawab Dinda.
"Kenapa hanya sedikit"tanya Hasna penasaran.
"Karna di sekolah tadi aku punya banyak teman jadi aku tidak sempat memikirkan ibu"Dinda tertawa senang mendapat teman banyak baru.
"Kalau Dendi bagaimana,ada tidak memikirkan ibu?"Hasna mendekat pada Dendi yang sedang berusaha melepas celana sekolahnya.
"Tidak ada bu"sahut Dendi fokus pada celananya.
"Lho kenapa Dendi?"Hasna pura pura cemberut menggembungkan pipinya.
"Karna tidak ada yang marahi Dendi bu karna makanan Dendi tidak habis"jawab Dendi melirik ibunya takut di marahi.
"Dendi,lain kali tidak boleh begitu ya,biar juga tidak ada ibu,makanan kamu harus dihabiskan ya,karna itu rezeki dari Allah"Hasna mengusap rambut Dendi.
"Ada yang menangis tadi disekolah?"Dendi dengan cepat menjawab.
"Ada bu,Dinda...kalau aku tidak bu karna aku anak laki laki jadi tidak boleh menangis"Jawab Dendi dengan bangga.
"Wah Dendi pintar,good job"Hasna memberi dua jempol.
"Tadi princess ibu kenapa menangis?"Hasna mendudukkan Dinda di pangkuannya.
"Karna tadi di sekolah hampir semuanya menangis bu,jadi Dinda ikut ikutan menangis biar sama"jawaban Dinda membuat Hasna tertawa.
"Ya ampun Dinda kamu lucu sekali nak,tapi besok kamu tidak boleh menangis lagi ya,kasihan miss nya harus mendiamkan banyak anak"Hasna membawa Dinda kedalam pelukannya.
*****
"Kak,aku yakin wanita ini adalah Hasna yang di maksud Amanda,lihat ini,benarkan?"Anastasya menyodorkan hpnya pada Arabella kakaknya.
"Iya benar Tasya,ini Hasna wanita yang sudah membuat Amanda menderita"Arabella memperhatikan anak yang di sebelah Hasna.
"Ini tidak salah lagi,anak perempuan yang di sebelahnya itu adalah Dinda,anak Amanda yang telah di rampas nya"sambung Arabella.
"Di mana kamu ketemu sama wanita ini dek?"Arabella menatap adiknya penuh tanya.
__ADS_1
"Di sekolah Adiva kak,sepertinya anak anaknya sekolah di sekolah yang sama dengan anak kakak"Anastasya mengambil hp nya kembali dari tangan kakaknya dan menatap tajam foto Hasna yang ada di galeri hp nya.