
Hasna membawa Dendi dan Dinda ke sebuah mall untuk bermain mandi bola.Hasna mendorong pelan stroller bayi kembar Dinda dan Dendi sambil melihat lihat barang barang yang di pajang di etalase toko.
Hasna mampir sebentar ke toko kue,dia tertarik dengan berbagai macam dan bentuk kue yang di jual di toko itu.Ini bisa menjadi inspirasi buat Hasna untuk mengembangkan bisnis kue online yang sedang dia rintis.Konsep toko kuenya membuat orang yang melihatnya ingin singgah dan mencicipi.
Saat sedang mengantri untuk membayar kue bolu choco chip kesukaan Dendi,Hasna di kagetkan sebuah suara yang memanggil namanya.Hasna menoleh ke sumber suara itu,terlihat seorang pria dengan stelan yang rapi tersenyum padanya.Hasna mengernyitkan keningnya tanda dia tidak mengenal pria itu.
"Mba Hasna kan?"Pria itu mendekat.
"Iya,saya Hasna, maaf bapak siapa ya?"
"Saya Enriko mba Hasna,dulu kita pernah ketemu di Madura".
Hasna berusaha mengingat kejadian saat dia tinggal di Madura di rumah mak Romlah.
"Oh dokter Enriko ya?"Hasna Teringat saat membawa mak Romlah berobat ke sebuah klinik.
"Iya mba Hasna,saya dokter Enriko"Dokter Enriko bersyukur Hasna masih mengingatnya,kalau tidak kan,bisa tengsin dia.
"Mba Hasna mau bayar juga kan,biar saya saja yang bayar,mba Hasna bisa tunggu di situ"Dokter Enriko mengambil belanjaan Hasna dan menggabungkan dengan kue yang dia beli.
Hasna terpaksa menurut dan mendorong stroller bayinya ke tempat yang sepi.
Selesai membayar dokter Enriko ke tempat Hasna,dan matanya fokus pada sepasang anak kecil yang ada di dalam stroller.
Dokter Enriko takjub melihat Dinda dan Dendi,menurutnya sangat lucu dan menggemaskan.
"Hello baby,siapa nama kalian berdua,om boleh kenalan kan?"Dokter Enriko membungkukkan badannya. Dinda dan Dendi sangat senang,mereka berdua tertawa dan mengangkat tangan minta di gendong dokter Enriko.
"Yang cowok namanya Dendi,yang cewek namanya Dinda"Sahut Hasna.
"Bagaimana kalau kita cari tempat yang nyaman untuk ngobrol"kata dokter Enriko sambil mengambil Dendi dari stroller nya.
"Saya sebenarnya mau membawa anak anak saya mandi bola dokter Enriko"sahut Hasna.
"Ok kalau gitu kita kesana yuk"Dokter Enriko meletakkan kembali Dendi dan mendorong stroller bersama dengan Hasna.
"Maaf dokter Enriko,bukannya saya tidak mau,takutnya malah membuat dokter kerepotan"Hasna menahan stroller.
"Ga apa apa mba Hasna,saya juga sedang santai jadi tidak merasa di repot kan" dokter Enriko tersenyum dan lanjut mendorong stroller ke tempat mandi bola.
__ADS_1
Arena tempat mandi bola tidak begitu ramai,hanya ada beberapa anak yang ditemani orang tuanya,mungkin karna bukan weekend.
Hasna membawa Dinda sedangkan dokter Enriko membawa Dendi.Mereka bermain bersama seperti satu keluarga beneran yang harmonis.Sesekali dokter Enriko mencuri pandang pada Hasna.Dia penasaran kenapa suami Hasna tidak ikut bersama mereka dan kenapa sekarang anak Hasna ada dua.Semua pertanyaan itu berulangkali ada di pikirannya,karna penasaran dokter Enriko akhirnya berani bertanya.
"Mba Hasna...mmm...maaf kenapa ayah anak anak ini tidak ikut,kan mba Hasna kerepotan membawa anak dua sekaligus,apalagi mereka masih kecil kecil...maaf bukan maksud saya..."
Mengingat David membuat Hasna emosi.
"Ayah mereka lebih memilih perempuan lain,saya menganggap dia sudah mati!"tanpa sadar Hasna melampiaskan emosinya.
Hasna dan dokter Enriko sama sama terdiam.Dokter Enriko terkejut tapi dia bingung mau ngomong apa.
Hasna pura pura melihat jam tangannya"Maaf dokter sepertinya saya dan anak anak harus pulang".
Hasna mengangkat Dendi dan meletakkannya di stroller,dokter Enriko melakukan hal yang sama pada Dinda.
"Maaf mba Hasna,kalau tidak keberatan biar saya antar".
"Ga usah dokter,kami naik taksi saja,anda pasti sibuk"
"Ga kok,lagi pula kasihan Dinda dan Dendi sepertinya sudah ngantuk"Memang benar Dinda dan Dendi mengantuk karna sudah mulai uring uringan mungkin karena kecapean main mandi bola tadi.
Di dalam mobil mereka berdua cuma diam sementara Dinda dan Dendi sudah tidur.Untuk mengusir kecanggungan Hasna membuka suara.
"Dokter Enriko bukannya tinggal di Madura?"
"Ibu saya sedang sakit mba Hasna,mungkin untuk selanjutnya saya akan menetap Jakarta,karna ibu saya sudah tua sudah sering sakit sakitan".
Hasna tersentuh,dia teringat pada almarhumah ibunya ada perasaan rindu yang singgah dihatinya.
"Terus bagaimana tempat praktek dokter di sana?"
"Tetap jalan,ada beberapa teman saya yang bersedia meneruskannya".
"Rumah saya yang di depan itu dok,yang cat hijau".
Hasna turun duluan dan membuka pintu rumahnya kemudian mengambil Dendi dulu dan membawanya masuk ke kamar.
Ketika dokter Enriko mau membantu membawa Dinda ke kamar,Hasna melarangnya.
__ADS_1
"Maaf dokter,ga usah,ga enak dilihat orang...terimakasih ya sudah mengantar kami"kata Hasna membawa Dinda masuk kedalam.
"Iya mba Hasna,kembali kasih...ini stroller anak anak saya letak di sini ya"jawab Dokter Enriko sambil meletakkan stroller di teras rumah.
Di dalam mobil dalam perjalanan pulang dokter Enriko merasa sangat bahagia mendengar Hasna sudah sendiri,berarti dia punya harapan untuk mendekati Hasna.
Sampai di depan pintu rumah dokter Enriko teringat mamanya,lebih tepatnya pesanan mamanya yaitu cheese cake.
"Ya ampun,sampai lupa kalau mama menunggu cheese cake nya"dokter Enriko menepuk jidatnya.
Sampai di kamar ibunya,dokter Enriko melihat sang mama menatapnya dengan tajam.Dia mendekat dan memeluk mamanya sambil minta maaf.
"Mama sayang,maaf ya,Riko kelamaan beli cake nya".
"Ya Allah,Riko...kamu mampir kemana dulu sih,sampai selama ini beli cake nya"
"Maaf ma...tadi Riko antar seseorang dulu,jadi kelupaan kalau mama menunggu cake nya"Dokter Enriko menciumi wajah mamanya.
"Seseorang,siapa?"mama dokter Enriko menatap wajah anaknya.
"Ada deh ma,Riko juga baru beberapa kali bertemu"jawaban dokter Enriko membuat mamanya penasaran.
"Perempuan ya?"
"Iya ma"Dokter Enriko menggaruk kepalanya salah tingkah.
"Bagaimana hubungan kalian?"mama dokter Enriko semangat mendengar anaknya mau membuka diri lagi terhadap wanita setelah kepergian istrinya.
"Baru juga ketemu beberapakali ma,tapi wanita ini single parent ma...dia punya sepasang anak yang lucu lucu"dokter Enriko tersenyum membayangkan Dinda dan Dendi.
"Ga apa apa,yang penting dia wanita baik baik,kamu suka dan dia juga suka".
"Mama pasti akan menyukainya kalau ketemu,apalagi sama dua anaknya,mama pasti suka"
"Mama jadi ga sabaran untuk ketemu mereka".
"Doakan aja ma,semoga Hasna jadi jodoh Riko"
"Aamiin!"dokter Enriko dan mamanya mengaminkan bersamaan.
__ADS_1