
Disalah satu belahan dunia disana tepatnya di kota Paris,Amanda marah dan mengamuk dikamar apartemennnya mendengar khabar pernikahan David.
"Dave...kamu tega sama aku ya...aku sudah bilang tunggu aku setahun lagi...tapi kamu kenapa malah nikah sama wanita lain"Amanda berbicara pada foto David yang ada di pajang di meja kamarnya.
"Tidak Davee...aku cinta pertama kamu...aku akan datang mengambil kamu dari wanita itu...aku akan datang Dave...tunggu aku"Amanda bertekad akan membawa David kembali kepelukannya.
Amanda menyewa jasa seseorang untuk menyelidiki keberadaan David dan Hasna.
**********
Pagi pagi sekali David dan Hasna sudah rapih,rencananya mereka akan berangkat ke Turki untuk berbulan madu.
Semua sudah di prepare,mereka tinggal berangkat.Pak Hamdan dan bu Fatma mengantar mereka sampai ke bandara.
Didalam mobil"Dave,kamu ga usah memikirkan perusahaan,ada abah dan umi...kalian puas puasin aja di Turki selama kalian mau"Kata pak Hamdan.
"Dave ga mau lama lama meninggalkan perusahaan abah...mungkin kami di Turki sekitar dua mingguanlah"Sahut David.
"Pokoknya kalian puas puasin di sana,jangan buru buru mau balik....kalau bisa tunggu Hasna hamil baru kalian kembali"kata kata bu Fatma sukses membuat David dan Hasna terkejut bahkan Hasna sampai terbatuk batuk.
"Kamu kenapa sayang,ini minum dulu"bu Fatma memberi air mineral pada Hasna yang wajahnya tampak memerah.
__ADS_1
"Kaliankan sudah menikah jadi wajarlah umi berharap kamu cepat hamil...umi sudah ga sabar mau gendong cucu"Bu Fatma tersenyum membayangkan seorang bayi lucu sambil menangkup kedua pipinya.
Hasna tersenyum malu tapi bahagia karna sang ibu mertua terlihat begitu menyayanginya.
"Terimakasih umi,sudah perhatian dan sayang sama Hasna"Hasna menggenggam erat tangan bu Fatma.
"Tentulah umi sayang sama kamu,sekarang kamu sudah jadi anak perempuan kami...ingat sayang,kalau David menyakiti kamu bilang sama umi ya...biar umi hajar dia!umi jambak rambutnya!dan umi buat wajahnya jadi jelek"bu Fatma terlihat begitu protektif terhadap Hasna.
"Umi ada ada saja...ga lah,Dave ga akan menyakiti Hasna...Dave akan memperlakukan Hasna seperti seorang tuan putri dan akan menyayanginya sampai akhir hidup Dave"Kata David memandang Hasna dengan mesra.Hasna tersenyum dan menunduk,ada perasaan hangat mengalir keseluruh tubuhnya.
Sampai di bandara bu Fatma berpesan"Dave,jangan lupa nanti kamu kunjungi saudara saudara umi disana,kakek uyut kamu juga,dia sudah tua dan sakit sakitan,sering seringlah kunjungi,bilang sama kakek uyut,dua bulan lagi umi datang".
"Baik pak,saya menurut saja apa yang bapak katakan"Jawab Hasna sambil memasang sabuk pengaman.
Duduk bersebelahan dengan atasan sekaligus suaminya,masih begitu aneh dan asing buat Hasna.
"Nyonya Hasna apa kamu lupa,kalau kamu sudah jadi istri saya sekarang...masih saja panggil saya bapak,saya jadi merasa tua"Bisik David ketelinga Hasna.
Wajah David begitu dekat,nafasnya menyapu wajah Hasna yang tegang dan memanas.Hasna merasakan nafasnya mulai berhenti,jantungnya berdebar lebih cepat.
"Maaf pak...jadi saya...harus...panggil apa?"Tanya Hasna menundukkan kepalanya karna David terus memandangnya.
__ADS_1
"Saya keturunan Sunda Turki...kamu Jawa asli...kamu boleh panggil saya akang atau mas mungkin".
"Saya panggil mas aja ya pak"
"Tapi kalau lagi berduaan kamu panggil saya sayang ya"goda David senang lihat wajah Hasna merona.
"Baik pak...eh baik mas".
David ingin tertawa melihat wajah Hasna yang sudah kaya kepiting rebus,akhirnya dia cuma mengelus puncak kepala Hasna.
"Ok,lebih baik kita istirahat saja,perjalanan masih panjang".David mengambil posisi yang nyaman untuk istirahat.
Hasna lega karna David berhenti menggodanya,diapun mencari posisi yang aman juga menyusul David yang mulai tertidur.
Penerbangan dari Jakarta ke Turki ditempuh selama dua belas jam lebih.
David terbangun dari tidurnya karna merasa lapar dan mendapati Hasna tertidur dengan mulut menganga,sebagian rambut menutupi wajahnya.
David menyingkap rambut Hasna dengan pelan.Membelai bibir mungil nan merah muda itu,begitu lembut.Ada hasrat yang membara dalam dirinya.
"Hasna,aku sungguh ingin memiliki mu"David tersenyum tipis dan menarik nafas dalam dan membuangnya untuk mengusir rasa itu.
__ADS_1