
Berbagai macam pemeriksaan telah dilakukan dokter mulai dari deskripsi perilaku,deskripsi gejala,efek perilaku,wawancara psikiatri,riwayat pribadi dan keluarga,riwayat medis dan tes laboratorium terhadap Amanda.
Cctv sewaktu Amanda memandikan baby Dendi juga telah di pelajari oleh ahlinya.Terlihat dengan jelas ekspresi wajah Amanda tidak menikmati apa yang dia lakukan,gerak tubuhnya yang kasar,ada beberapa kata kasar yang keluar dari mulutnya.
Dokter telah mendiagnosis Amanda positif menderita depresi mayor atau depresi berat.Dokter mengatakan pada David,Amanda segera di rujuk kerumah sakit.Karna efek perilaku yang membahayakan dirinya sendiri dan orang disekitarnya.
Awalnya Amanda menolak untuk di rujuk ke rumah sakit,tapi setelah David meyakinkan Amanda bahwa dia akan selalu mendampingi dan mendukungnya akhirnya Amanda bersedia.
Menjelang keberangkatan Amanda kerumah sakit,tanpa sengaja Amanda melihat David memasuki kamar Hasna.Amanda diam diam mengintip apa yang dilakukan David di kamar Amanda.
Niat David awalnya hanya ingin melihat keadaan baby Dendi.Ternyata saat David masuk,bersamaan dengan Hasna keluar dari kamar mandi hanya dengan memakai sehelai handuk.
Seketika hasratnya muncul,melihat tubuh yang halal dia jamah.Saat David menginginkan istrinya itu,Hasna yang memang sebagi istri yang baik dengan senang hati melayaninya.Apalagi baby Dendi sedang tidak di kamar Hasna.
Melihat David dan Hasna berpelukan,Amanda langsung lari masuk kamarnya.Ada rasa cemburu yang membara didalam dadanya.Ada perasaan tidak rela berbagi suami.Ada dendam membara di dalam hatinya.Amanda semakin membenci Hasna.
"Akan ku rebut semuanya perempuan sialan!"Amanda berjalan mencari keberadaan baby Dendi.Ternyata baby Dendi sedang tidur di kamar baby Dinda ditemani para baby sitter.
Saat salah satu baby sitter keluar dari kamar,Amanda masuk,beruntung baby sitter yang satu lagi ketiduran.Amanda masuk dan mengambil baby Dendi dengan pelan pelan.Sesaat Amanda memandang baby Dinda yang tertidur pulas dan tersenyum"Maafkan mama ya Dinda,mama bukan ibu yang baik,lebih baik kamu tidak usah pernah mengenal mama kamu ini"Amanda keluar dan membawa baby Dendi ke kamarnya.
Kemudian mengambil benda benda yang penting dan memasukkan ke dalam tasnya.Amanda pergi dengan membawa baby Dendy.Dia tidak perduli ada cctv yang merekam perbuatannya.Dan saat sudah berada teras rumah,keadaan Amanda diketahui oleh tukang kebun dan satpam yang sedang ngobrol di depan pintu gerbang.Mereka hanya memandang Amanda yang sedang menggendong baby Dendi.
Saat baby sitter keluar mencari baby Dendi yang tiba tiba tidak ada di kamarnya barulah mereka tahu kalau Amanda mau membawa pergi baby Dendi.
Nyonya Amanda,Dendi mau di bawa ke mana?"Tanya baby sitter ketakutan.
"Mau saya bawa ke mana bukan urusan kamu"Amanda mendorong baby sitter yang mau mengambil baby Dendi dari gendongannya.
Baby sitter itu tahu kalau Amanda mau membawa baby Dendi,dia tahu kalau Amanda juga membenci baby Dendi lalu berteriak.
__ADS_1
"Nyonya Amanda tolong kembalikan baby Dendi!"baby sitter itu terus berteriak kencang sampai kedengaran ke dalam rumah.
Mba Ana mendengar teriakan itu kemudian berlari keluar,lalu masuk lagi kedalam rumah.
Mba Ana mengetuk pintu kamar Hasna yang tertutup dan memanggil manggil Hasna.
"Neng Hasna,neng Hasna!tolong cepat keluar,baby Dendi mau di bawa sama non Amanda!'
David dan Hasna yang baru saja menyelesaikan hajatnya kaget dan buru buru memakai kembali pakaian mereka.
"Iya sebentar mba Ana"jawab Hasna dari dalam.
David dan Hasna keluar bersamaan dan langsung menuju teras rumah.
Tampak Amanda sedang menggendong baby Dendy,di dekat pintu gerbang yang dijaga tukang kebun dan satpam agar Amanda tidak keluar.
Hasna secepat kilat lari kehadapan Amanda di ikuti David dari belakang.
"Mau saya bawa pergi jauh,supaya tidak ada lagi ikatan antar kamu dengan Dave"Jawab Amanda tersenyum licik.
"Mba,kembalikan Dendi"Hasna gemetaran takut Amanda melukai baby Dendi.
"Jangan mendekat,atau saya lempar nanti bayi sialan ini "Amanda mengangkat tubuh Dendi.Semua yang disitu berteriak bersamaan,takut Amanda benar benar melakukannya.
"Amanda,jangan...tolong berikan Dendi sayang"Kini David yang maju.
"Dave,kamu yang bikin aku seperti ini"Amanda menatap David dengan mata mulai berkaca kaca.
"Amanda,maaf kalau aku membuat kamu marah"David semakin mendekat.
__ADS_1
"Dave,jangan bikin aku nekat melempar bayi ini ketanah!"Teriak Amanda,karna panik Amanda menendang David tepat di *********** sampai terjatuh.
Saat menendang David,baby Dendi hampir terjatuh,dengan naluri keibuan ingin melindungi anaknya Hasna langsung merebut baby Dendi dari tangan Amanda.
Mba Ana dan baby sitter ikut membantu Hasna,dan baby Dendi pun berhasil direbut. Mba Ana segera membawa baby Dendi ke kamar.
Karna panik dan marah Amanda menarik rambut Hasna hingga terjatuh.Amanda naik ke atas tubuh Hasna dan memukuli Hasna dengan beringas.
Pak satpam dan tukang kebun hanya bisa melihat dan tak tahu harus berbuat apa.Sementara David tergeletak di tanah sambil kesakitan.
Tak mau babak belur ditangan Amanda ,Hasna mengangkat lututnya dengan keras dan tepat mengarah pada punggung Amanda.
Amanda terjatuh dari tubuh Hasna,kemudian Hasna bagun dan berlari kearah pohon mangga di dekat kebun bunga.
Hasna terpojok di batang pohon mangga,Amanda tertawa senang melihat Hasna ketakutan.
Amanda kembali menyerang Hasna,belum puas memukuli Hasna,Amanda membenturkan kepala Hasna ke batang pohon mangga berkali kali.
Tidak kehilangan akal,Hasna menarik ranting pohon mangga yang bisa digapainya sekuat tenaganya dan menusukkan ranting itu ke mata Amanda.
Mata Amanda terluka dan mengeluarkan darah,Amanda berteriak kesakitan.David yang melihat kejadian itu langsung bangkit dan berlari untuk menolong Amanda yang kesakitan.
Hasna yang panik kemudian lari tapi David menahannya dengan menarik baju Hasna.Karna takut David marah dan menyalahkannya,Hasna mendorong David dengan keras hingga David terjatuh tersungkur,kepalanya tepat mengenai batu.David seketika tidak sadarkan diri.
Hasna berlari menuju pintu gerbang,dengan tangan gemetar Hasna berhasil membukanya,kemudian dia berlari tak tentu arah.
Bu Fatma yang baru selesai menunaikan sholatnya keluar rumah setelah mendengar suara ribut ribut dari kamarnya.
Sampi di teras rumah,bu Fatma memegang dadanya yang tiba tiba sakit melihat pemandangan di depan matanya.
__ADS_1
Pak satpam dan tukang kebun yang dari tadi hanya mematung segera menolong bu Fatma yang sedang menahan rasa sakit di dadanya.
Bu Fatma segera mereka kedalam,kemudian mereka menelepon pak Hamdan yang sedang dikantor dan pak Hamdan langsung menelepon dokter keluarga.