
Arabella masuk kedalam kamarnya setelah menjemput anaknya pulang sekolah.Perasaan bahagia tengah menyelimuti dirinya.Merasa bahwa Erik akan dengan mudah dia rebut dari Hasnah sebagai bentuk balas dendam atas kematian saudarinya Amanda.
"Erik,aku yakin kita ditakdirkan untuk bersama,makanya kita dipertemukan lagi setelah sekian lama berpisah...memang cinta itu akan mencari pemiliknya"Arabella mengigit bibir bawahnya dan memejamkan kedua matanya meresapi kebahagiaan yang dia rasakan kemudian berguling guling di atas kasur.Anastasya masuk ke kamarnya,bingung dengan kelakuan kakaknya yang lebih kaya bocil.
"Kak,kakak ngapain sih,dah kaya bocil aja guling guling dikasur,Adiva aja ga gitu gitu amat"Anastasya melempar kakaknya dengan guling.
"Ih apaan sih kamu dek,gangguin orang aja,ga bisa apa lihat kakak lagi bahagia"Arabella balas melempar adiknya.
"Lagi bahagia...kakak sedang suka sama cowok ya...?"Anastasya mendekat memandang wajah kakaknya.
"Lebih dari itu dek"Arabella menatap langit langit kamar dengan wajah berbinar.
"Oh syukurlah kak,berarti kakak sudah melupakan mantan suami kakak yang ga tau diri itu,aku ikut senang mendengarnya"Anastasya ikut rebahan disebelah kakaknya.
"Kalau boleh tau siapa orangnya kak,aku kenal ga sama laki laki itu?"
"Orangnya..."tiba tiba Arabella terdiam,dia teringat kalau Anastasya juga suka pada dokter Enriko.
"Kamu ga kenal dek,nanti aja kalau sudah saatnya kakak kenalkan sama kamu".
"Kakak ga asik main rahasia rahasiaan,biasanya juga kakak kan curhatnya sama aku,udah ah aku mau siap siap kerja dulu"Anastasya bangkit meninggalkan kakaknya yang meneruskan tingkah bocilnya.
Arabella hampir tiap hari mengirim pesan ke hp dokter Enriko tapi tak satu pun yang dibalas.Begitu banyak panggilan terjawab,yang membuat Arabella mulai frustasi.
"Ok Erik,kamu boleh tidak membalas pesan aku dan tak menjawab panggilan dari aku,tapi aku masih punya cara lain untuk membuat kamu mau dekat lagi sama aku"Arabella mulai mengirim foto foto dan video mereka berdua dulu saat masih menjalin hubungan.Benar saja,dokter Enriko mulai memberi tanggapan atas foto dan video yang dikirim oleh Arabella.Mereka berdua mulai bernostalgia.
Ditengah tengah melayani pasiennya,dokter Enriko sesekali memeriksa hp nya,dan tersenyum sendiri melihat foto dan video yang dikirim Arabella.
Saat jam makan siang,sambil menyantap makan siangnya di kantor,dokter Enriko melihat lihat ulang foto dan video itu lagi.
Selesai makan siang pun dilanjutnya sambil sandaran di kursi kerjanya.Tiba tiba Arabella meneleponnya dan langsung di angkat.
"Halo Bella,kamu masih menyimpan foto foto kita dulu,aku jadi merasa muda lagi melihatnya,terimakasih ya"dokter Enriko tertawa ringan,di sebrang telepon sana Arabella mulai baper tingkat tinggi.
"Hai Erik,kamu lagi apa...iya aku masih menyimpan semua foto foto dan video kita dulu,aku akan selamanya menyimpannya,karna sangat berarti buat aku"(Arabella).
"Saya lagi istirahat makan siang di ruang kerja"(Enriko).
"Kamu lagi apa?"(Enriko)
"Aku lagi di ruang kerjaku,sama juga aku Sedang makan siang"(Arabella).
"Erik,aku mau ketemu sama kamu boleh ya?"(Arabella)
__ADS_1
Dokter Enriko diam tak menjawab ada keraguan di hatinya.
"Rik,kamu ga mau ya ketemu sama aku,padahal maksud aku baik,hanya ingin bertemu teman lama"Arabella terus memohon.
"Bagaiman ya Bel,saya sibuk,lagi pula tak baik kalau kita bertemu hanya berdua"Enriko mulai merasa tidak enak pada Arabella.
"Kita kan ketemunya di tempat ramai bukan tempat sepi,jadi ga masalah kan"Arabella mulai merengek.
"Rik,please..."Arabella melembutkan suaranya dan terdengar manja membuat Enriko luluh.
"Ok,Bel...nanti saya lihat jadwal saya yang agak longgar"(Enriko)
"Janji ya,awas loh kalau kamu bohong"(Arabella).
"Iya,aku janji...sudah dulu ya Bel,saya mau dinas lagi"(Enriko).
"Ok,Rik...bye see you...mmuah"Arabella memberi ciuman jauh.
Dokter Enriko terkejut dan langsung mematikan sambungan teleponnya.
*****
Semenjak kejadian suaminya didekati wanita lain,Hasna tidak membolehkan lagi dokter Enriko untuk mengantar Dinda Dendi kesekolah dengan bermacam alasan.Atas saran ibu mertuanya,Hasna diam diam mulai mengawasi semua kegiatan suaminya.Semua baik dan aman aman saja,tidak ada yang mencurigakan.
Tapi Hasna tidak sampai kepikiran bahwa suaminya akan saling berhubungan dengan wanita itu lewat telepon.
*****
"Kamu mau kerumah sakit...kamu sakit ya sayang?"Bu Hana memegang tangan menantunya dengan kuatir.
"Bukan ma,Hasna sudah tiga minggu telat dan sering merasa pusing dan ga enak badan,Hasna sudah lakukan test pack hasilnya positif,untuk memastikan aja ma" jawab Hasna tersenyum.
"Oh gitu ya...yaudah ayo,mama siap siap dulu"bu Hana jalan ke kamarnya dengan wajah sumringah.
Mereka pergi kerumah sakit Medistra tempat dokter Enriko bekerja.
"Na,kamu ga kasih tau Riko kalau kita sedang di rumah sakit Medistra,siapa tau dia mau menemani kamu periksa"kata bu Hana saat akan masuk keruang dokter kandungan".
"Nanti aja ma,kalau sudah dikatakan positif hamil oleh dokter ,jadi surprise buat bang Riko"sahut Hasna.
Setelah hampir satu jam melakukan serangkaian test,Hasna positif mengandung.Dia dan ibu mertuanya saling berpelukan bahagia.
"Ma,ayo kita keruangan bang Riko,kita kasih kejutan buat dia,semoga aja bang Riko sedang tidak sibuk"Hasna menggandeng tangan mertuanya.
__ADS_1
Belum sampai keruangan dokter Enriko,hp bu Hana bunyi,ada panggilan masuk dari temannya.Bu Hana berhenti sebentar menerima panggilan masuk.Hasna menunggu ibu mertuanya sambil memeriksa pesan yang masuk ke hpnya.
"Na,mama ada keperluan ditempat lain,kamu ga apa apa kan sendiri menemui Riko...ada teman dekat mama yang masuk rumah sakit,mama harus kesana,salam buat Riko ya"Bu Hana memeluk menantunya sebentar.
"Iya ga apa apa ma,hati hati ya"Hasna jalan menuju ruangan suaminya,tapi tiba tiba Hasna melihat suaminya keluar dari ruangan kerjanya dengan terburu buru,dan tidak memakai jas kebesarannya jas dokter.
Dokter Enriko berjalan menuju ke parkiran sambil menjawab telepon dari seseorang.Hasna memanggilnya tapi tidak didengar,Hasna ingin berlari menyusul,tapi dia teringat bahwa dirinya sedang mengandung.
Dokter Enriko masuk kedalam mobilnya,Hasna terus memanggil nama suaminya dan mobil dokter Enriko melaju meninggalkan parkiran.
Hasna cepat cepat ke depan mencari taksi yang mangkal di dekat rumah sakit.Dia ingin menyusul suaminya dan ingin tau apa yang membuat suaminya terburu buru.Di dalam taksi Hasna mulai was was dan menyuruh supir taksi untuk mengikuti mobil suaminya.
Mobil dokter Enriko terus melaju keluar dari kota Jakarta menuju kota Bogor.Hasna heran,mau kemana suaminya,biasanya kalau keluar kota dia pasti selalu izin sama Hasna.Karna penasaran Hasna terus mengikutinya.Setelah menempuh perjalanan kurang lebih tiga jam,mobil dokter Enriko sampai pada sebuah villa yang besar dan mewah.Hari sudah mulai sore dan langit kelihatan mendung.
Dokter Enriko turun dari mobilnya dan melihat lihat sekeliling villa mencari seseorang.
Seseorang memanggil namanya dari belakang villa yang banyak ditumbuhi bunga bunga.Ditengah bunga bunga itu Arabella berdiri dengan begitu anggunnya.Rambut hitam panjangnya yang lebat ditiup angin sore menambah kecantikan dan ke keanggunannya.Dengan memakai gaun simple nan mini yang sangat cocok di badannya yang sintal.
Dokter Enriko sebenarnya mau protes,kenapa ketemuannya di sebuah villa yang sepi,bukan di tempat yang ramai seperti kata Arabella sebelumnya.
Tapi melihat penampakan Arabella seperti itu membuat dokter Enriko terpesona dan tak bisa berkata apa apa.Dokter Enriko mematung di tempatnya dengan segala perasaan yang bergejolak.
Arabella mendekat pada dokter Enriko,angin sepoi sepoi menerbangkan rambut dan gaunnya.Dokter Enriko memandangnya tanpa berkedip,jakunnya turun naik menelan salivanya.
"Erik...kamu datang" sapa Arabella lembut dan manja terkesan menggoda.
"Eh iya Bel,ka-kamu tambah can-tik"Dokter Enriko maju selangkah.
"Erik"
"Bella"
Mereka berdua berdiri dengan jarak selangkah,mata saling memandang tanpa kedip kemudian turun ke bibir.Kenangan masa lalu bermain di benak masing masing.Ada rasa gairah membara,rindu yang terpendam yang butuh di salurkan.
Entah siapa yang duluan bergerak,tiba tiba saja tubuh mereka berdua saling rangkul,bibir saling pagut.
Angin semakin kencang membawa awan gelap yang menurunkan hujan.Erik dan Arabella semakin hanyut dalam gejolak nafsu dibawah guyuran hujan tanpa peduli dengan sekelilingnya.Dua insan yang dulu pernah saling mencintai,mengulangi kembali kisah mereka,tak sadar ada yang terluka dan tersakiti.
Hasna berdiri di balik tembok gapura villa menyaksikan dengan mata kepala sendiri,suaminya belahan jiwanya,menghancurkan hatinya sehancur hancurnya.
Dokter Enriko pria yang dulu membantu mengumpulkan kepingan pecahan hati Hasna,kini dia sendiri yang menghancurkan kepingan hati yang telah terbangun itu.
Dokter Enriko,pria yang menyembuhkan Hasna dari luka lama,kini luka itu kembali menganga,bahkan lebih lebar dan dalam.
__ADS_1
Dengan emosi yang sudah sampai ke ubun ubun,Hasna menghampiri dua orang yang sedang lupa diri itu.
TBC