
David menghubungi pak Hamdan dan bu Fatma agar datang keruangan dokter.David tidak sanggup menanggung sendiri beban dan kesedihannya.
Pak Hamdan dan bu Fatma segera masuk,dan melihat David sedang menangis sambil memukul mukul tembok.Mereka langsung tau ada sesuatu yang tidak beres dengan menantu dan cucunya.
Bu Fatma langsung memeluk David,dia juga menangis dan merasakan apa yang dirasakan putranya.
Pak Hamdan hanya mengusap usap bahu David"Kamu harus kuat Dave,semua orang pasti akan mendapatkan cobaan dari Tuhannya,sekarang bagaimana kamu akan menyikapinya...semoga dengan ujian ini kamu semakin dekat kepada Allah".
Bu Fatma melepaskan pelukannya,menatap wajah sembab David dan mengusap air mata anak kesayangannya itu.
"Kami selalu ada buat kamu sayang,kamu harus kuat ya".
Dokter memberitahu kondisi Amanda dan janin yang ada si perut Amanda pada pak Hamdan dan bu Fatma.
"Pak David,pak Hamdan dan bu Fatma,untuk sementara berita ini jangan sampai bu Amanda tahu,mengingat kondisi fisik dan mentalnya"Kata dokter.
__ADS_1
"Baik dokter,tapi saya berniat untuk merahasiakan ini dari istri saya sampai dia melahirkan dok"Jawab David penuh kekuatiran.
"Tapi istri anda berhak tahu pak David,nanti setelah kondisinya normal anda bisa memberitahunya pelan pelan".
David diam sebentar"Sewaktu istri saya tahu kalau dirinya mengandung,istri saya sempat tidak terima dok,saya kuatir dia akan melakukan hal yang sama saat tahu kondisi janinnya".
Pak Hamdan dan bu Fatma kaget mendengar penjelasan David terutama bu Fatma.
"Itu biasa dialami ibu ibu di awal kehamilan,apalagi anak pertama,mungkin mentalnya belum siap Dave"bu Fatma menghibur putranya.
"Iya umi,untuk itulah Dave harus selalu ada disamping Amanda,kuatir di melakukan yang aneh aneh"Wajah David sangat frustasi.
David kembali keruang rawat istrinya,tampak Amanda masih tertidur.David kembali menangis saat menatap wajah cantik Amanda.Dia teringat perkataan dokter tadi,apa yang terjadi pada Amanda bila dia tau bahwa janin dalam kandungannya ada kelainan.David tidak sanggup membayangkan.
Di subuh hari saat bangun Hasna merasakan suasana rumah sepi,tidak terlihat mertuanya yang biasanya mondar mandir,atau pun suara Amanda yang selalu teriak teriak bila ingin sesuatu.
__ADS_1
Hasna ke dapur,ada mba Ana dan beberapa art lain dengan kesibukannya masing masing.
"Mba Ana ,rumah kenapa sepi ya?"tanya Hasna heran.
"Eh neng Hasna,itu neng,anu...tadi sekitar jam satuan,non Amanda kesakitan jadi di bawa kerumah sakit,semuanya pada ikut neng" Jawab mba Ana.
"Kok saya ga dengar ya mba,saya jadi ga enak,keluarga ini sedang ada yang sakit saya malah enak enak tidur"Hasna kemudian masuk ke kamarnya untuk menghubungi mertuanya dan menanyakan keadaan Amanda.
**********
Menjelang hari perkiraan lahir Hasna sudah menyiapkan segala kebutuhan untuk bayinya.Hasna sangat bahagia,beda dengan Amanda.Setiap hari hatinya di penuhi kebencian pada Hasna.
Sejak mengetahui kalau anak yang dikandungnya berjenis kelamin perempuan,Amanda semakin iri pada Hasna karna David sangat menginginkan anak laki laki.
Hasna sedang menata baju baju bayinya di lemari,dia merasa mulas kemudian ke kamar mandi.Dikamar mandi Hasna merasa semakin mulas dan melihat ada bercak merah di **********.Dia tau kalau itu tanda tanda akan melahirkan.Cepat cepat Hasna mencari David diruang kerjanya.
__ADS_1
"Mas David...aku sepertinya...mau melahirkan mas"Hasna meringis kesakitan.
Melihat Hasna kesakitan,David capat tanggap menyuruh supir menyiapkan mobil.David menuntun Hasna masuk mobil.Belum sampai mobil terdengar teriakan Amanda teriak minta tolong.David panik dan bingung.