LUKA KU BALAS LUKA

LUKA KU BALAS LUKA
Episode 41


__ADS_3

Bu Fatma mendekati David dan memandang wajah anak yang sekarang seperti tidak di kenalinya lagi karna cinta buta nya pada Amanda.


"Dave,Hasna masih hidup kenapa kamu tega mengatakan agar Hasna memberi jantungnya pada Amanda,orang yang bisa mendonorkan jantungnya adalah orang yang benar benar tidak ada harapan untuk hidup lagi menurut para medis,bukan orang yang sehat seperti Hasna"Kata bu Fatma marah.


"Di mana akal sehat mu Dave,lagi pula bukan Hasna penyebab Amanda kecelakaan,tapi karna ulahnya sendiri,buka mata hati kamu Dave".


"Tapi Hasna membuat Amanda ketakutan,hingga Amanda melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi"David tidak mau kalah.


'Untuk apa Amanda takut pada Hasna,kalau dia tidak melakukan kesalahan"tekan bu Fatma.


"Sekarang Dendi hilang,tapi kamu hanya sibuk mengurus Amanda,Dendi itu anak kamu Dave,tunjukkan sedikit rasa simpati kamu"


"Bukan Dave ga simpati umi,keadaan Amanda sedang kritis,tapi umi ga usah kuatir,Dave akan kerahkan orang orang Dave untuk mencari Dendi,Dave juga akan lapor polisi,yaudah umi,Dave mau kembali ke rumah sakit lagi"David memeluk dan mengecup kening bu Fatma.Kemudian berlalu tanpa berpamitan pada Hasna.


Hasna melihat kepergian David dengan penuh kebencian,ingin rasanya Hasna berlari dan mencekik leher David dari belakang.Dalam hati Hasna berjanji kalau baby Dendi ketemu,dia akan membawa jauh baby Dendi dari kehidupan David.


David menemui dokter yang menangani Amanda.


"Begini pak David,jenis luka yang di alami istri bapak harus segera melakukan intervensi medis,kecil kemungkinan untuk tetap bertahan hidup tanpa komplikasi neurologis.


"Tidak ada protokol definitif yang ada dalam cara mengatasi serangan jantung traumatis,tapi dengan operasi torakotomi untuk mendapatkan akses dan memperbaiki kerusakan akibat luka tersebut.Jadi istri bapak tidak membutuhkan transplantasi jantung"


"Syukurlah kalau begitu Dokter,terima kasih banyak atas informasinya".


David lebih memilih membawa Amanda kerumah sakit yang ada di Jerman untuk melakukan operasi torakotomi dengan pesawat pribadinya.


"Umi,Dave izin mau membawa Amanda ke Jerman untuk operasi toraktomi,mungkin kami bisa satu bulan di sana, sampai Amanda sembuh dan pulih"David pulang kerumah untuk prepare keberangkatan ke Jerman.


"Dave,di rumah sakit di Indonesia sekarang sudah banyak yang bisa melakukan operasi toraktomi,kenapa harus jauh jauh ke Jerman,apa kamu tidak memikirkan nasib anak kamu"Bu Fatma marah mendengar keinginan David.


"Umi,Dave mau Amanda mendapatkan dokter terbaik yang benar benar mumpuni,lagi pula Amanda kan tidak ada yang ngurus,kalau bukan Dave sebagai suaminya siapa lagi.Orang orang suruhan David dan polisi sudah bergerak mencari Dendi,jadi umi jangan kuatir"David berjalan keluar,di ikuti pak supir yang membawa tas tasnya.

__ADS_1


Hasna melihat David dari lantai atas,hatinya hancur,David sama sekali tidak mengerti perasaanya,dan tidak memperdulikan anak mereka yang hilang,semua hidupnya hanya untuk Amanda.


Sudah empat hari baby Dendi hilang,Hasna bingung,apalagi yang harus dia lakukan untuk menemukan anaknya.Semua sudah Hasna lakukan,mulai dari melapor pada polisi,menyebarkan foto,bahkan Hasna menelepon semua orang yang dikenalnya untuk membantu menemukan Dendi.Tapi semua belum ada hasil,tanda tanda keberadaan baby Dendi belum ada petunjuk.


Setiap hari yang Hasna lakukan hanya berdoa,menangis,mohon petunjuk kepada sang pencipta.


Semua doa doa dan air mata Hasna tidak sia sia,Allah mengabulkan doa doa Hasna.


Dihari ketujuh hilangnya baby Dendi,tiada angin tiada hujan,tiba tiba Alifa, baby sitter yang menculik baby Dendi muncul di rumah bu Fatma.


Semua penghuni rumah terkejut melihat Alifa berdiri di depan pintu dengan penampilan yang mengenaskan.Alifa dan baby Dendi begitu dekil dan bau.


"Dendi anakku,Dendiii...!!!"Hasna mengambil baby Dendi dari gendongan Alifa.


Hasna memeluk dan menciumi wajah baby Dendi dengan air mata bercucuran.Baby Dendi pun menangis sambil menatap wajah ibunya yang masih dia ingat.


Setelah puas melepas kangennya pada buah hatinya,Hasna menampar kedua pipi Alifa dengan keras.Bu Fatma,mba Ana dan terlebih lebih Alifa terkejut dengan apa yang dilakukan Hasna.


"Mba Ana,tolong bawa Alifa kedalam"kata bu Fatma sambil menuntun Hasna yang terus menangis masuk kedalam rumah.


"Hasna,lebih baik kamu mandikan Dendi dulu,kasihan dia sepertinya merasa tidak nyaman"kata bu Fatma dengan penuh kasih sayang.


" Kamu mandi juga Alifa,dan kami menunggu kamu disini"Alifa yang ketakutan mengangguk.


Selesai mandi Baby Dendi,tampak ganteng dan rapi,tubuhnya juga wangi,begitu juga dengan Alifa.


Alifa duduk menunduk dengan kedua tangannya yang saling bertautan.Dia pasrah,apapun yang dilakukan oleh Hasna dan bu Fatma padanya.


"Alifa,cepat katakan kenapa kamu tega menculik Dendi!"Hasna memandang tajam pada Alifa sambil memberi baby Dendi susu.


"Mm-maaf kak Hasna"Alifa tidak sanggup untu bicara,dia hanya bisa menangis menyesali perbuatannya.

__ADS_1


"Kamu bicara aja Alifa,ibu dan Hasna akan memaafkan kamu kalau kamu jujur bicara"bu Fatma menenangkan Alifa.


Alifa memandang bu Fatma dan Hasna bergantian untuk meyakinkan dirinya.Bu Fatma tersenyum sambil mengusap pelan bahu Alifa.


"Bu,kak Hasna...ini semua...nyonya Amanda yang suruh,bukan kemauan Alifa"


Hasna dan bu Fatma merasa kaget dan syok mendengar pengakuan Alifa.


"Ya Allah,Amanda..."bu Fatma mengelus dadanya berusaha sabar.


"Mba Amanda...perempuan iblis...aku akan membunuh mu!'Hasna menjerit membuat kaget baby Dendi yang hampir tertidur.


"Sabar Nana,sabar sayang...tetaplah menjadi wanita sabar seperti yang selama ini umi kenal,ada Allah yang akan membalas semua perbuatannya"


"Waktu orang orang berangkat ke pemakaman,nyonya Amanda menyuruh Alifa untuk membawa pergi jauh baby Dendi,kalau Alifa ga mau,nyonya Amanda mengancam akan menyakiti keluarga Alifa kak Hasna.Nyonya Amanda juga mengancam akan menjebak Alifa seolah olah sebagai pencuri di rumah ini dan akan berakhir di penjara...Alifa takut,tanpa pikir panjang,Alifa menuruti perintah nyonya Amanda"Alifa terus bercerita dengan penuh penyesalan.


"Terus kenapa kalian berdua bisa sampai dekil begini?" tanya bu Fatma.


"Nyonya Amanda janji akan menghubungi Alifa dan mentransfer uang yang banyak supaya Alifa bisa membawa baby Dendi pergi jauh,tapi dari hari pertama Alifa membawa baby Dendi pergi sampai hari ini,nyonya Amanda tidak bisa di hubungi,hp nya mati"


"Dia mengalami kecelakaan hari itu juga Alifa,mungkin hp nya rusak saat kecelakaan"sahut bu Fatma


Alifa menjerit terkejut dengan menutup mulutnya.


"Ya Allah,ampuni Alifa!"


"Terus,waktu itu Alifa cuma punya uang dua ratus ribu,Alifa bingung mau tinggal di mana,mau pulang kampung Alifa takut,uangnya juga ga cukup.Akhirnya Alifa dan baby Dendi tinggal di lapak lapak pinggir kereta api.Ada nenek nenek pedagang minuman yang kasihan melihat kami,dan mengajak kami tinggal bersamanya dan atas nasehat nenek itu juga,Alifa membawa baby Dendi kembali ke sini"


"Perbuatan Amanda sudah tidak bisa di maafkan umi,Hasna akan membuatnya menyesal dan mengirimnya ke penjara"Nafas Hasna naik turun penuh emosi.


"Iya,kita tunggu sampai dia pulang ke Indonesia dan kita seret ke penjara tanpa ampun" bu Fatma mendukung Hasna.

__ADS_1


__ADS_2