LUKA KU BALAS LUKA

LUKA KU BALAS LUKA
Episode 54


__ADS_3

Hasna membutuhkan uang puluhan juta untuk operasi kaki dan tangan Dinda.Dia tidak punya uang sebanyak itu.Hasna memutuskan untuk meminjam dari dokter Enriko.Dia menghubungi dan membuat janji ketemu dengan dokter Enriko disebuah kafe dekat rumah sakit Dinda dirawat.


Dokter Enriko merasa sangat bahagia akan bertemu dengan Hasna,jujur dia merasa kangen pada Hasna.Setelah mamanya melarang untuk berhubungan dengan Hasna,dokter Enriko tidak pernah lagi menelepon Hasna.Tapi kali ini Hasna yan minta ingin bertemu.Bagaikan seorang gadis yang sedang jatuh cinta pada pujaan hatinya,dokter Enriko memilih milih baju yang akan dia kenakan untuk ketemu Hasna.


Dokter Enriko mematut dirinya di depan cermin berkali kali,memastikan kalau penampilannya tidak ada yang kurang.


Sampai di kafe ternyata Hasna sudah ada ditempat.Dokter Enriko memandang Hasna dengan penuh kerinduan,ingin rasanya dia memeluk Hasna.Detak jantungnya bertalu talu,wajah dan seluruh tubuhnya memanas.Hasna bingung melihat dokter Enriko yang terus memandangnya.


"Dokter Enriko,dokter baik baik saja kan?"sapa Hasna sambil menyentuh tangan dokter Enriko.


"Ya ampun,tangan dokter panas,dokter sakit ya"tangan Hasna reflek menyentuh dahi dokter Enriko.


"Sepertinya dokter sakit,sebaiknya duduk dulu"Hasna mendudukkan dokter Enriko yang masih terus menatapnya.


"Iya saya sakit meriang...merindukan kasih sayang"jawab dokter Enriko tanpa sadar.Tapi tiba tiba dia meralat ucapannya.


"Maksud saya,diluar tadi panasnya sangat terik jadi badan saya jadi ikutan panas".


"Oo"Hasna hanya membeo.


"Maaf ya saya terlambat datang,kamu sudah lama menunggu?"Hasna kikuk mendengar dokter Enriko biasanya menyebutnya mba Hasna berubah jadi kamu,ada yang lain dirasakannya.

__ADS_1


"Baru beberapa menit kok dokter"Hasna memesan makanan untuk mereka berdua,setelah selesai makan Hasna langsung pada tujuannya bertemu dokter Enriko.


"Begini dok...Dinda harus segera dioperasi,saya membutuhkan uang yang banyak untuk biaya operasinya...saya bermaksud mau memendam uang pada dokter kalau dokter mau membantu saya...nanti akan saya cicil sekuat tenaga saya...saya akan bekerja lebih keras lagi biar cepat melunasinya"Hasna langsung to the point.


"Hasna...saya bersedia membayar semua biaya operasi Dinda...Dinda sudah saya anggap seperti anak saya sendiri"Hasna kembali kikuk,dokter Enriko menyebut namanya tanpa ada kata mbaknya.


"Jangan dokter,saya meminjamnya berarti saya harus melunasinya"Hasna menolak.


"Baik,kalau itu mau kamu,saya ga bisa memaksa".


*****


Dokter Enriko menceritakan pada mamanya kalau Hasna meminjam uang padanya untuk operasi Dinda.


"Tapi kami ketemunya karna darurat ma"sahut dokter Enriko.


"Kamu meminjamkan uang pada Hasna,berarti kalian akan lebih sering berkomunikasi atau bertemu,itu bisa membuat kamu menyukainya lebih dalam Riko,bagaimana kalau uang itu kamu kasih saja pada Hasna,bukan meminjam jadi kalian tidak punya urusan"


"Sudah ma,sudah Riko bilang bahwa Riko yang akan membayar semua biaya operasi Dinda tapi Hasna menolak,dia menolaknya"


"Pokoknya Riko,kamu harus jauhi Hasna,kamu sudah janji sama mama,bila perlu blokir nomor teleponnya atau kita pindah dari rumah ini yang jauh, biar kamu tidak pernah lagi ketemu sama Hasna atau apapun yang berhubungan dengan Hasna.

__ADS_1


Dokter Enriko terdiam mendengar kata kata mamanya,yang menurutnya terlalu berlebihan.Sejak saat itu dokter Enriko tidak pernah lagi menelepon Hasna ataupun menerima panggilan telepon dari Hasna.


Mama dokter Enriko memperhatikan sifat anaknya akhir akhir ini setelah disuruh untuk menjauhi Hasna.Dokter Enriko mulai pendiam lagi seperti dulu saat ditinggal untuk selama lamanya oleh mendiang istrinya.Dokter Enriko sering melamun sendiri.Sejak kejadian mereka berdua pernah dicelakai David,mama dokter Enriko menjadi posesif dan super protektif,bahkan jadi terkesan menakutkan bagi dokter Enriko.Kelakuan mamanya semakin aneh.


Sang mama mulai menganggap dokter Enriko adalah putra kecilnya yang harus dia lindungi.


Seringkali setiap bangun pagi dokter Enriko menemukan mamanya ada disampingnya sedang memeluknya dengan memakai selimut anak kecil.


Seperti pagi ini saat berangkat dinas kerumah sakit."Riko kamu mau ke mana sayang?"mamanya menahannya supaya tidak keluar.


"Riko mau berangkat kerumah sakit ma"jawab dokter Enriko heran.


"Riko,jangan main keluar ya sayang,sebentar lagi mau hujan,tuh lihat mendungkan"tanggapan mamanya di luar jalur obrolan.


"Ma,Riko mau kerja bukan mau main,lagipula diluar tidak mendung ma,lihat tuh cerahkan"Dokter Enriko terus berjalan keluar,tiba tiba mamanya menangis,dokter Enriko bingung.


"Riko,kamu sudah tidak sayang lagi sama mama ya,kamu lebih memilih main sama teman teman kamu yang nakal itu dan membiarkan mama sendiri di rumah"Dokter Enriko heran dan kebingungan dengan perubahan sikap mamanya,akhirnya dia tidak jadi berangkat kerumah sakit.David memeluk mamanya merasa kasihan.


"Yaudah kamu duduk di sini ya Riko,jangan kemana mana,mama akan ambilkan es krim buat kamu...kalau kamu tidak menurut nanti mama akan kurung kamu di gudang"mamanya berjalan kedapur.


Dokter Enriko terkejut mendengar ancaman mamanya yang terasa aneh.Tak lama kemudian mamanya datang membawa beberapa potong es krim dan sebuah serbet di tangannya.David bingung sejak kapan di kulkas mereka ada es krim.

__ADS_1


Kemudian mamanya memakaikan serbet lehernya dan mulai menyuapkan es krim ke mulut dokter Enriko.Dokter Enriko bingung tapi tetap menerimanya.


__ADS_2