LUKA KU BALAS LUKA

LUKA KU BALAS LUKA
Episode 37


__ADS_3

Keesokan harinya Hasna menemui pak RT setempat untuk membuat KTP mak Romlah.Saat Hasna masuk ke rumah pak RT melewati sekumpulan emak emak yang sedang menyuapi anaknya makan sekalian ngerumpi di depan rumah pak RT.Sekumpulan emak emak itu tiba tiba terdiam dan semua matanya tertuju pada Hasna.


Saat Hasna sudah masuk ke rumah pak Rt,mereka langsung macam macam komentarnya.


"Kaka itu kan yang tinggal di rumah mak Romlah,cantik ya,terawat lagi"


"Iya,dia sudah nikah belum ya?"


"Kayanya sudah,pernah saya lihat dia sedang gendong anak"


"Iya,kata Rohmah juga kaka itu sudah nikah,tapi ga tau di mana suaminya"


"Berarti janda dia ya"


"Aduh gawat ini,ada janda cantik di kampung kita"


"Iya ya,bilang tuh sama bu RT hati hati jangan sampai pak RT main mata sama itu janda"


"Mana mau kali janda itu sama pak RT,pak Rt itu udah jelek,itam,ga punya uang lagi,kerjanya di rumah aja merokok,bu RT yang mondar mandir cari uang kredit kredit barang"


"Iya ya,berarti kita yang harus hati hati"


Setelah selesai urusannya Hasna keluar dari rumah pak RT dengan terburu buru karna sangat risih dengan tatapan para emak emak itu.


**********


Setelah mengetahui amanah pak Hamdan untuk baby Dendi,Amanda bertindak cepat.Dia tidak rela sepersen harta keluarga David jatuh ke tangan orang lain.


Amanda menyewa orang orang tangguh untuk menyingkirkan Hasna dan baby Dendi.


Amanda mengerjakan misinya dengan hati hati.Dia merasa beruntung,sejak pak Hamdan terserang penyakit parkinson otomatis David lah yang menghandle hampir semua urusan perusahaan.David sangat jarang dirumah,dengan begitu Amanda sangat leluasa keluar rumah.


Hari ini Amanda mengadakan pertemuan dengan orang orang suruhannya di sebuah warung kopi kecil di pinggir jalan yang jauh dari pusat keramaian.Dia sengaja memilih warung kopi yang sudah pasti tidak ada cctv nya.Untuk antisipasi biar tidak ada rekam jejak.


"Kami telah menemukan target bos,tinggal tunggu perintah eksekusi dari nyonya bos"


"Ok, pertama,kalian paksa ibu tua yang punya rumah itu menjual rumahnya pada kalian,jika ibu itu tidak mau,ancam saja,bilang kalian akan membakar rumah ibu itu pada malam hari saat mereka sedang tertidur,kalian buat perempuan tua itu dan kedua cucunya takut"Amanda memberi arahan pada anak buahnya


"Ingat,kalian datang ke rumah ibu tua itu saat perempuan yang bernama Hasna itu sedang tidak ada di rumah,karna kalau perempuan itu ada,dia pasti akan menghalang halangi dan menggagalkan kalian untuk beli rumah itu"

__ADS_1


" Kalau perempuan tua itu mau menjual rumahnya,pastikan dia pindah yang jauh dari situ,akan lebih baik lagi jika mereka pindah keluar kota,akan susah bagi David dan orang orangnya untuk menemukan mereka"


"Kalau ibu tua itu tetap tidak mau menjual rumahnya,silahkan kalian bakar rumahnya.Dan bila si Hasna dan anaknya selamat dan masih hidup pada kebakaran itu,kalian culik mereka,buang jauh jauh"


"Ini saya kasih setengah dulu bayaran kalian,sisanya nanti jika tugas kalian sudah selesai"Amanda meletakkan uang cash di dalam sebuah tas di atas meja.


"Baik nyonya bos"


"Kerja yang bersih jangan sampai meninggalkan jejak apapun,nama saya juga harus bersih,jika kalian ketahuan dan membawa bawa nama saya jangan harap kalia akan selamat,camkan itu!"Amanda beranjak dan pergi dari tempatnya.


"Siap nyonya bos!"


Malam harinya ketika David pulang kerja bu Fatma mengajak David ke kamar mereka,karna pak Hamdan ingin bicara mengenai Dendi cucunya.Pak Hamdan sedang duduk di kursi roda sambil sesekali bibirnya bergerak melafazkan kalimat kalimat thoyibah.


"Da-Dave abah...ingin...ber-temu...sama Den-di...jem-put me-reka...be-sok"Pak Hamdan kesehatannya semakin memburuk.Pandangannya mulai buram,menulis pun sudah tak mampu,untuk menandatangani dokumen penting di bantu oleh David menggerakkan tangannya.


"Besok tidak bisa abah,Dave ada rapat penting yang tidak bisa diwakilkan,mungkin lusa bisa abah"jawab David.


"Dave,lebih penting mana abah kamu atau pekerjaan,berangkatlah besok,bawa pulang Hasna dan Dendi"Bu Fatma yang menjawab.


"Baik umi,mungkin Dave berangkatnya besok sore,Dave selesaikan beberapa laporan dulu"David kemudian berlalu menuju kamarnya.


Satu orang yang akan masuk kerumah mak Romlah,biar tidak mencurigakan.Sementara dua orang mengawasi dari tempat aman.Mereka semua memakai masker dan topi,agar tidak bisa dikenali.


"Permisi,selamat siang!"


"Iya,selamat siang"Rohim abangnya Rohmah yang datang melihat siapa yg bertamu.


Hasna,baby Dendi dan Rohmah sedang pergi mengantarkan paket ke ekspedisi.


"Bapak siapa?Ada kepentingan apa?"tanya Rohim merasa tidak kenal dengan tamunya.


"Begini dek,apa orang tua adek ada di rumah,saya ada perlu sama orang tua adek"Tanya pria itu matanya sambil celingak celinguk.


"Ada nenek saya mak Romlah,sebentar saya panggilkan"


"Nek,ada yang cari nenek di depan"Rohim memanggil mak Romlah yang sedang di kamar.


"Iya sebentar,nenek pakai kerudung dulu"

__ADS_1


"Iya ada apa dek cari mak"tanya mak Romlah.


"Ibu pemilik rumah ini?'


"Iya dek ada apa?"


"Saya minta ibu jual rumah ini pada saya sekarang juga!'


Mak Romlah dan Rohim kaget dengan sikap tamunya yang tidak sopan.


"Eh,memangnya bapak siapa,datang datang main suruh jual rumah kami"Rohim maju mendekat pada orang itu.


"Saya tidak main main ya,kalau kalian tidak jual rumah ini sekarang juga,saya akan bakar rumah ini!"


Mak Romlah ketakutan dan berdiri di belakang Rohim.


"Kami tidak takut dengan ancaman bapak,lebih baik bapak pergi sekarang!'bentak Rohim marah dan mendorong laki laki itu keluar.Rohim tidak tahu dia sedang berhadapan dengan orang yang tak punya hati demi uang.


"Ingat jangan sampai kalian menyesal,saya tidak main main dengan ancaman saya" orang itu kemudian pergi menemui temannya.


"Bagaimana,apa ibu itu mau menjual rumahnya?"


"Mereka menolaknya,berarti kita laksanakan planning kedua,bakar rumahnya"


"Ok,nanti malam dini hari kita eksekusi"orang orang itu kemudian pergi.


Benar saja tepat malam dini hari saat semua orang sedang terlelap mereka melancarkan aksinya.Dengan bermodalkan satu jeriken bensin dan korek api mereka membakar rumah mak Romlah yang bangunannya semi permanen.


Dalam sekejap api langsung menyambar nyambar sekeliling rumah.Para pelaku langsung kabur tanpa meninggalkan jejak.


Nyala api yang berkobar kobar menyilaukan penghuni rumah yang berada seratus meter dari rumah mak Romlah yang hendak membuang hajat.Orang itu keluar rumah dan kaget melihat rumah mak Romlah sedang di jilat si jago merah.Dia langsung berteriak membangunkan warga sekitar.Dalam sekejap warga bergotong royong memadamkan api.


Hasna terbangun karna merasakan hawa panas di kamarnya,dan syok melihat api menyala nyala.Hasna menggendong baby Dendi yang batuk batuk karna menghirup asap dan berteriak minta tolong.


Rohim dan Rohmah yang cepat tanggap ada kebakaran langsung ke kamar mak Romlah yang terbatuk batuk di kamarnya.


Mereka terjebak dalam rumah dan hanya bisa berteriak teriak minta tolong.


Allahu akbar,Allah menunjukkan kuasanya tiba tiba langit mendung dan hujan mulai turun.Allah maha tahu dan maha penyayang bahwa di rumah itu ada seorang wanita tua yang rajin sholat tahajud dan seorang anak bayi yang tak berdosa.

__ADS_1


__ADS_2