LUKA KU BALAS LUKA

LUKA KU BALAS LUKA
Episode 57


__ADS_3

Selesai menemui Amanda,Hasna langsung kembali ke Jakarta.Perjalanan pergi pulang ditempuh lebih dari dua belas jam,membuat Hasna lelah.Sampai di Jakarta hari sudah malam,Hasna langsung menuju panti jompo tempat bu Fatma mengabdikan hidupnya.Hasna menitipkan Dinda dan Dendi pada bu Fatma,hanya dialah saat ini orang yang paling di percaya Hasna.


Sampai di panti,Hasna berniat membawa pulang langsung Dinda dan Dendi.


"Umi,terimakasih ya sudah menjaga Dinda dan Dendi,tapi sebaiknya Hasna mau bawa mereka pulang,ga enak kan nanti sama ibu panti...udah gitu kuatir mengganggu ketenangan penghuni panti yang lain"Hasna hendak membangunkan anak anaknya.


"Jangan Hasna,hari sudah malam,lagi pula mereka sudah tidur,nginap lah malam ini,umi sudah izin sama ibu pimpinan panti...dan kamu tau Hasna,semua penghuni panti ini sangat bahagia karna ada Dinda dan Dendi,tingkah lucu mereka membuat mereka selalu tertawa"mata bu Fatma berbinar binar menceritakan tingkah Dinda dan Dendi.


"Benarkah umi...yaudah kalau begitu kami menginap,besok pagi pagi sekali kami harus pulang karna banyak pesanan kue dan roti"Hasna senang mendengar anak anaknya membuat orang lain bahagia.


Keesokan paginya Hasna dan anak anaknya sudah rapi siap siap pulang.Saat keluar dari panti,Hasna heran melihat begitu banyak kesibukan diluar.Ada tenda yang terpasang di depan panti,dan banyak kursi kursi tersusun dengan rapih.Terlihat banyak para ibu ibu manula yang mondar mandir,wajah mereka terlihat bahagia.


Hasna menemui bu Fatma yang dari tadi kelihatan sibuk.


"Umi,sepertinya akan ada acara ya?"tanya Hasna,Matanya menyapu semua ibu ibu manula itu.


"Iya sayang,sebentar lagi akan ada acara penyuluhan kesehatan dan aksi sosial,kamu tinggal dulu sebentar dengan anak anak,nanti juga akan ada panggung hiburan"jawab bu Fatma ditengah kesibukannya.


"Baik umi,Hasna jadi ingin melihat acaranya"Hasna tersenyum.


"Ya Udah,kamu sama anak anak cari tempat duduk ya,sudah mulai ramai,umi tinggal dulu"bu Fatma melanjutkan kesibukannya.


"Dinda,Dendi...kita tinggal dulu sebentar di sini ya,ibu mau lihat acara oma oma di sini,bolehkan?'Hasna mendudukkan bokongnya di kursi yang paling pojok,dan di ikuti Dina dan Dendi.


"Boleh ibu,Dinda juga mau di sini main sama oma oma"Dinda yang paling antusias.


"Tapi jangan lama lama ya bu,Dendi mau main dengan mobil tayo di rumah"Dendi agak cemberut.


"Iya sayang,ibu janji cuma sebentar,ibu juga kan mau bikin kue dan roti di rumah"Hasna membelai rambut Dendi.


Para penghuni panti semua sudah duduk rapih di tempatnya masing masing,MC mengumumkan bahwa dokter dokter,para donatur dan artis daerah yang akan mengisi acara telah hadir,sontak semua berdiri dengan tertib memberi salam.

__ADS_1


Hasna dan Dinda Dendi pun melakukan hal yang sama.


Tiba tiba Dinda dan Dendi teriak"Om dokter...!Om dokter...!"


"Ibu ada om dokter"Dendi menunjuk kearah dokter Enriko yang sedang berjalan ke tempat duduknya bersama rekan dokternya yang lain.


Hasna melihat kearah yang di tunjuk Dendi"Deg!"Jantung Hasna berdegup kencang.Dinda dan Dendi kembali memanggil dokter Enriko,karna sedang fokus ngobrol dengan rekan sebelahnya dokter Enriko tidak mendengar teriakan Dinda dan Dendi.


Dendi mengajak Dinda untuk menemui dokter Enriko."Ayo dek kita main sama om dokter di situ!'


Mereka berdua berlarian kecil ke tempat dokter Enriko.


"Om dokter...om dokter...asiik ada om dokter"Dendi menarik tangan dokter Enriko yang terkejut melihat ada Dinda dan Dendi.


"Dinda,Dendi,kalian ada di sini sayang?"dokter Enriko memegang tangan mereka.


"Iya om dokter,kami sama ibu...itu ibu"dokter Enriko melihat kearah yang di tunjuk Dinda.Dia berjalan ke arah Hasna,jantungnya berdebar lebih kencang.Pandangannya terus pada Hasna.


Semakin dekat"Ya Tuhan,dia semakin mempesona dan aku ingin memilikinya"


Hasna juga menatap dokter Enriko"Dia semakin tampan aja,dia kelihatan cool dengan seragam dokternya"Hasna berusaha menyembunyikan kekagumannya dengan menunduk malu.


"Apa khabar Hasna,lama tak bertemu"sapa dokter Enriko tersenyum.


"Baik dokter"jawab Hasna terasa garing karena grogi.


Lama mereka berdua terdiam sibuk dengan pikiran masing masing.Sampai sampai Dinda dan Dendi mereka lupakan keberadaannya sementara.


"Ya ampun janda yang satu ini semakin memikat,klepek klepek aku di buatnya"dokter memandang lekat wajah Hasna.


"Ya ampun duren yang satu ini buat aku seperti ketiban durian runtuh,sudah ganteng baik lagi"wajah Hasna merona.

__ADS_1


Tiba tiba salah satu panitia acara menggamit lengan dokter Enriko."Dokter Enriko anda dipersilahkan untuk memberi kata kata sambutan"


"Oh baik"Dokter kaget


"Hasna,jangan pulang dulu ya...tunggu saya sebentar,selesai sambutan saya akan menemui kamu lagi ada yang ingin saya bicarakan"dokter Enriko langsung berjalan menuju panggung.


Benar saja,kurang lebih sepuluh menit dokter Enriko kembali menemui Hasna.


"Hasna,bawa anak anak kita bicara sebentar,ini penting"dokter Enriko membawa mereka ketaman yang tidak jauh dari panti.


Mereka naik ayunan,Hasna memangku Dinda,dokter Enriko memangku Dendi.


"Hasna,saya mau terus terang sama kamu...saya telah jatuh cinta sama kamu,maukah kamu menikah sama saya?"Dokter Enriko to the point


"Menikah itu apa om dokter?" tanya Dendi tiba tiba.


Dokter Enriko dan Hasna sama sama terkejut dan saling tatap.


"Menikah itu...Ibu Dendi akan ada pasangannya yaitu ayah"jawab dokter Enriko melirik Hasna,yang dilirik gelagapan.


"Ayah itu apa om dokter?"tanya Dendi lagi


"Oh...ayah itu...papa,iya papa"dokter Enriko melirik Hasna yang ketawa ngikik.


"Papa itu apa om dokter?"Dendi dan Dinda belum pernah tau dan mengenal seorang ayah atau papa kebingungan.


"Papa itu...teman...teman tidur ibu kamu"jawab dokter Enriko frustasi.


"Tapi ibu sudah punya teman tidur om dokter,Dendi sama Dinda teman tidur ibu..om dokter jangan ikut ikutan jadi teman tidur ibu ya...tempat tidurnya sudah ga muat,nanti om dokter bisa jatuh"Hasna kembali tertawa ngikik mendengar jawaban Dendi.Dokter Enriko malu hanya bisa cengar cengir.


"Oiya kita kembali ke panti yuk,om dokter mau membantu memeriksa kesehatan oma oma yang di panti"dokter Enriko mengalihkan pembicaraan.

__ADS_1


"Aku tunggu jawaban kamu ya Hasna"kata dokter Enriko sebelum sampai ke panti,Hasna hanya tersenyum di kulum.


__ADS_2