
Selesai makan bersama pak Hamdan menanyakan keseriusan David dan Hasna untuk menikah.Dan meminta Hasna untuk menceritakan semua mengenai dirinya dan keluarganya.Hasna menceritakan semua tanpa ada yang dikurangi dan di tambahi.
"Seriuslah abah,kalau besok Dave disuruh nikah,Dave sudah siap".
"Besok...besok...kamu kalau ngomong sembarangan ya Dave,memangnya nikah ga butuh persiapan"Bu Fatma memukul paha Dave.
"Umi kenapa demen amat sih pukul Dave"David memasang wajah cemberut.
"Kalau kalian serius dan siap menikah,bagaimana kalau dua minggu lagi...sepertinya dua minggu cukup untuk melakukan persiapan semua yang di butuhkan"Abah menimpali dengan serius.
"Iya bah,umi setuju,pokoknya umi mau pesta besar besaran,semua orang kita undang"Umi semangat bukan main.
"Ih umi senang banget,umi sudah ga sabaran"bu Fatma menangkup kedua pipi Hasna dengan gemas dan gregetan,Hasna cuma bisa pasrah dan tersenyum.
__ADS_1
"Umi...kenapa malah umi yang jadi senang banget,kan yang nikah Dave sama Hasna".
"Ya senanglah Dave,kamu anak satu satunya umi,akhirnya mengakhiri masa lajangnya,walau telat banget...dapat calon istri yang cantik dan muda seperti Hasna"Bu Fatma tersenyum menatap Hasna.
"Oiya umi mau tanya sama kamu Dave...kamu ga maksa Hasna buat menikah sama kamu kan?soalnya selama ini kamu kan cinta mati sama si amandel itu".bu Fatma memandang Dave penuh selidik.
David dan Hasna sama sama terkejut,dan saling pandang,kemudian mereka berusaha untuk setenang mungkin.Tapi bu Fatma menangkap sekilas ekspresi mereka.
"Memangnya Dave sekejam itu umi...memaksa anak gadis orang untuk menikah sama Dave"David pura pura ngambek.
**********
Dua hari kemudian Keluarga David datang berkunjung dan melamar Hasna.Keluarga besar Hasna juga datang,dan mereka sangat mendukung keputusan Hasna untuk menikah dengan David.
__ADS_1
Hari pernikahan yang ditunggu tunggu David dan Hasna pun tiba.Pesta pernikahan diadakan di sebuah hotel berbintang lima.Akad nikah berjalan dengan lancar,David dan Hasna resmi jadi sepasang suami istri.Tamu tamu mulai berdatangan memberi selamat kepada kedua mempelai.Bak raja dan ratu,David dan Hasna begitu tampan dan cantik.Mereka sangat serasi.Semua yang hadir tampak bahagia,terutama bu Fatma.Dengan memakai kebaya dipenuhi blink blink bu Fatma tampak berkilau,tak mau kalah dari pengantin.Wajahnya selalu tersenyum menyalami tamu yang begitu banyak seakan tak habis habisnya.Sampai sampai David marah sama bu Fatma, karna tamunya non stop berdatangan.Akhirnya tamu mulai sepi sekitar jam sepuluh malam dan pesta pernikahan pun selesai sesuai dengan ekspektasi bu Fatma.
David pamit pada semua keluarganya untuk segera istirahat dan mengajak Hasna langsung ke kamar hotel.
"Maaf semuanya David dan Hasna mau istirahat dulu ya,sampai bertemu lagi besok pagi"kata David sambil membungkukkan sedikit badannya yang di ikuti oleh Hasna.
"Cie cie...yang pengantin baru udah ga sabaran"Goda bu Fatma yang memang suka iseng sama anaknya.
"Apaan sih umi...ini benaran David capek banget mau istirahat...ini semua gara gara umi tau ga"David sewot.
"Ih kok gara gara umi sih...memang kalau jadi pengantin itu capek Dave"umi ga kalah sewot.
"Iya gara gara umi mengundang ribuan manusia yang entah dari mana...Dave sama Hasna ga sempat duduk sama sekali...ini liat kaki Dave udah bengkak kaya kaki gajah"David mengangkat dan memperlihatkan kakinya pada bu Fatma.
__ADS_1
"Ih apaan sih Dave,turunin kaki kamu...bau sikil tau"bu Fatma memukul pelan kaki putranya itu.
Semua yang melihat interaksi ibu dan anak itu tertawa geli