LUKA KU BALAS LUKA

LUKA KU BALAS LUKA
Episode 36


__ADS_3

Hari menunjukkan jam sepuluh malam,tapi mak Romlah gelisah dan tidak bisa tidur.Dia merasa panas dan gatal pada kedua kakinya.


Hasna mendengar pergerakan dari kamar mak Romlah dari kamarnya.Apalagi ranjang mak Romlah terbuat dari kayu.Karna penasaran,Hasna datang ke kamar mak Romlah.


Di Kamarnya mak Romlah sedang duduk diatas ranjang sambil melap kakinya dengan handuk basah.


"Mak,mak lagi ngapain?"tanya Hasna masuk dan duduk di sisi ranjang.


"Mak ga bisa tidur,kayanya gula mak tinggi,kaki mak rasanya panas,gatal"Mak Romlah terus melap lap kakinya,supaya rasa panas dan gatalnya berkurang,karna kalau di garuk takut koreng kakinya.


"Kita ke dokter aja ya mak"Hasna merasa kasihan melihat mak Romlah.


"Ga usah Na,ini sudah malam,besok pagi aja"


"Ga apa apa mak,sekarang aja,kasihan mak jadi ga bisa tidur,Hasna ganti baju dulu sama bangunkan Rohmah biar temani Dendi tidur"


"Rohmah,Rohmah...bangun,kaka mau antar mak dulu berobat"Hasna menggoyang goyangkan badan Rohmah.


"Iya kaka ada apa"Rohmah bangun sambil mengucek ngucek matanya yang masih merem.


"Itu mak sakit gulanya kambuh,kaka mau antar berobat dulu ke klinik yang di simpang tiga itu,Rohmah tolong jaga Dendi ya,kamu pindah ke kamar kaka"


"Iya kaka"


Hasna membawa mak Romlah berobat ke klinik naik ojek online.


Sampai di klinik mak Romlah di bantu satpam turun dari motor ojek dan membawanya masuk ke dalam klinik.Kebenaran tidak ada yang mengantri,mungkin karna sudah larut malam.Mak Romlah langsung di periksa dokter.


"Gula darah ibunya mba tinggi 300 mg/dL,sudah masuk diabetes tipe 1,nanti akan saya berikan suntik insulin"Terang pak dokter pada Hasna.


"Untuk suntik insulin DM tipe 1 sehari bisa 2,3atau 4 kali sehari,suntik insulin ini termasuk mahal mba,jadi biar lebih ringan mba bisa membawa ibu mba untuk berobat ke Puskesmas kecamatan,disana sudah tersedia pelayanan untuk suntik insulin"


"Baik dokter,besok akan coba bawa ibu saya ke Puskesmas kecamatan"


"Ibunya mba sudah punya bpjs?"

__ADS_1


"Mak,mak punya bpjs ga?tanya Hasna sama mak Romlah yang sedang rebahan di ranjang klinik.


"Nggak punya,ktp aja mak ga punya"


"Kalau bisa urus secepatnya mba"Kata dokter tersenyum.


"Baik dokter terima kasih"


Selesai menebus obat mak,Hasna bergegas keluar buat pesan ojek online.Mungkin karna sudah larut malam ojek online nya ga dapat dapat.


Hasna terus mencoba sambil berdiri di teras depan klinik.Lima belas menit berlalu tapi belum dapat juga,mana langit sudah mendung gelap gulita,sebentar lagi hujan akan akan turun.Suara petir pun mulai kedengaran.


Pak Dokter dari tadi memperhatikan gerak gerik Hasna dari dalam klinik.Merasa kasihan dokter itu keluar dan menyapa Hasna.


"Mba sedang menunggu jemputan?"Tanya dokter,Hasna kaget tiba tiba dokter itu ada di belakangnya.


"Oh pak dokter,bukan pak dokter,saya sedang memesan ojek online,tapi ga dapat dapat"Jawab Hasna.


"Memang kalau sudah malam agak susah mba dapatnya,apalagi cuaca sudah mendung begini,kalau mba ga keberatan biar saya antar,kasihan ibu mba"Dokter tampan itu menawarkan bantuan.


"Ga usah pak dokter,nanti kalau ada pasien yang mau berobat bagaimana?"Tolak Hasna ramah.


Benar saja baru saja mobil jalan hujan sudah turun.Hasna menunjukkan jalan arah pulang ke rumah ke rumah mak Romlah.Dokter itu mendengarkan sambil sekali sekali melihat Hasna dari kaca spion.


"Mba Hasna sepertinya bukan orang sini ya,soalnya logatnya beda"tanya pak Dokter memecah keheningan.


"Iya pak Dokter,saya baru beberapa bulan tinggal di sini,tadinya saya tinggal di Jakarta"Jawab Hasna


"Nanti berhenti disitu ya pak Dokter,depan warung itu"kata Hasna dengan memajukan badannya sedikit ke depan.


"Iya mba"Pak Dokter menepikan mobilnya.


"Sudah di sini aja pak,Dokter"Hasna hendak membuka pintu.


"Sebentar mbak,saya ambilkan payung di belakang,kasihan nanti ibunya kehujanan"Pak Dokter jalan kebelakang bagasi mobil dengan memakaikan jaket menutupi kepalanya.

__ADS_1


Dengan cekatan pak Dokter membuka pintu mobil dan memayungi mak Romlah yang duluan turun,dan mengantarnya sampai depan warung.Kemudian memayungi Hasna.Hasna merasa canggung karna dia tidak pernah sedekat ini dengan laki laki lain selain David.


"Rumah mba di mana,biar saya antar sampai rumah"


"Ga usah pak Dokter,sampai sini aja,dekat kok rumah kami dari sini,terimakasih banyak sudah mengantarkan kami dengan selamat pak Dokter,maaf merepotkan pak Dokter"Hasna tersenyum dengan kikuk dan sungkan.


"Oiya panggil saya Dokter Enriko,jangan pak Dokter,saya jadi berasa tua di panggil pak"Dokter Enriko sebenarnya memang berniat kenalan dengan Hasna.


"Oiya jangan lupa untuk membuat ktp dan bpjs ibunya ya mba...maaf dengan mba siapa namanya kalau boleh tahu?"tanya Dokter Enriko gentle.


"Oh saya Hasna Dokter Enriko,baik dokter,terimakasih sudah di ingatkan,kami pamit dulu"


'Baik hati hati mba Hasna"Dokter Enriko menunggu Hasna dan mak Romlah sampai menghilang.


Sepanjang perjalanan Dokter Enriko senyum senyum sendiri,ga sadar kalau kliniknya sudah kelewatan.


"Dia wanita yang manis,menarik dan...saya menyukainyaaa!"tiba tiba Dokter Enriko tersadar kenapa dari tadi tidak sampai sampai.Mobilnya berhenti kemudian putar balik.


Dokter Enriko berprofesi sebagai dokter umum,dari pagi sampai siang dia dinas di Puskesmas kecamatan.


Malamnya buka praktek sendiri di klinik sampai jam dua belas malam.


Dokter Enriko seorang duda keren tanpa anak,istrinya meninggal pada kecelakaan pesawat terbang saat bertugas sebagai pramugari.


Dokter Enriko sendiri berasal dari Jakarta,dia sengaja mengabdikan diri di puskesmas jauh sampai ke Madura supaya bisa move on dari almarhumah istrinya,dia ingin memulai hidup baru.Dokter Enriko tidak mau terus terusan meratapi kepergian istrinya.Dia mau hidupnya,ilmunya bermanfaat bagi orang lain.


**********


Sampai di rumah ternyata baby Dendi sedang menangis.


"Anak ibu kenapa menangis sayang"Hasna mengambil baby Dendi dari gendongan Rohmah.


"Iya kaka, tadi Dendi bangun,terus nangis, mungkin haus"kata Rohmah


"Sudah dari tadi bangunnya,Mah?"

__ADS_1


"Nggak kaka,baru lima menitan lah"


Hasna membawa baby Dendi untuk di beri ASI,baby Dendi langsung diam.Hasna dan baby Dendi melanjutkan tidurnya.


__ADS_2