LUKA KU BALAS LUKA

LUKA KU BALAS LUKA
Episode 48


__ADS_3

Pagi hari lapas wanita heboh dengan kaburnya seorang napi dengan seorang sipir.Amanda kabur dengan seorang sipir yang bernama Herman.Sipir ini telah lama menaruh hati pada Amanda.


Amanda memanfaatkan Herman,dengan merayunya agar mereka kabur bersama dan hidup bersama.


Setelah sekian lama tersimpan rahasia penyebab meninggal ibunya Hasna adalah Amanda,akhirnya terbongkar juga.Tiga orang suruhannya bersedia melaporkan dan menjadi saksi bahwa Amanda lah yang menyuruh mereka untuk melenyapkan ibunya Hasna.


Dengan semua tuduhan,bukti dan saksi yang memberatkan Amanda melakukan pembunuhan berencana.Dengan undang undang berlapis Amanda di tuntut hukuman mati.


Sebelum mati Amanda ingin membalas orang orang yang dianggapnya musuh.Sasaran pertamanya adalah David,orang yang sangat di cintainya tapi mengkhianatinya dengan menikahi wanita lain.Amanda sakit hati karna David tidak lagi memperdulikannya,bahkan melupakannya.


Amanda dan Herman melarikan ke suatu tempat untuk mengatur rencana apa yang akan mereka lakukan.


"Bang Herman,sepertinya kita harus melakukan penyamaran untuk mengelabui polisi,supaya kita tidak mudah di temukan"Amanda dan Herman telah sampai ke tempat persembunyian mereka.


Mereka membersihkan rumah kosong yang akan mereka jadikan tempat persembunyian.


"Itu ide yang bagus Manda,mulai besok kita melakukan rencana kita,karna hari hampir malam,sebaiknya kita istirahat dulu"Herman duduk di sebelah Amanda yang sedang duduk di atas tempat tidur.


"Ingat Manda,semua yang saya lakukan untuk kau tidak gratis,kau sudah berjanji akan memberi yang saya mau"Herman memegang bahu Amanda.


"Bang Herman mau apa?"Amanda menyingkirkan tangan Herman dari bahunya.


"Ingat kau berjanji akan memberikan apapun yang saya inginkan Amanda,saya menginginkan tubuhmu"Herman menyeringai memperlihatkan giginya yang menghitam karna asap rokok.


"Bang Herman sabar,saya janji akan memenuhinya tapi nanti setelah kita berhasil membalaskan dendam saya,kalau sekarang saya tidak bergairah bang Herman"Amanda berusaha mengalihkan pikiran Herman.


"Tapi kalau peluk dan cium bolehkan,saya sudah lama menduda,saya sangat menginginkannya"Herman kembali memperlihatkan giginya membuat Amanda ingin muntah.


"Tapi saya capek bang Herman,saya juga sudah mengantuk"Amanda berusaha mencari alasan supaya Herman tidak jadi memeluk dan menciumnya.Masa iya dari David yang tampan paripurna jadinya ke bang Herman yang super bau dan dekil,pikir Amanda.

__ADS_1


"Kau jangan banyak alasan Amanda"Herman memaksa Amanda dan menarik Amanda ke dalam pelukannya.


Amanda mulai ketakutan,tapi Herman tidak memperdulikannya,dia sudah sangat ingin menyentuh Amanda.


Herman mendekatkan wajahnya pada wajah Amanda,dia mulai menempelkan bibirnya.Pelan pelan Herman menjilati bibir Amanda.Lambat laun Herman mulai ******* bibir Amanda.Lidah Hernan mulai menerobos masuk kedalam mulut Amanda.Bau mulut Herman membuat Amanda mual,Amanda menahan nafas.Karna tidak kuat dengan bau tidak sedap dari mulut Herman akhirnya Amanda pingsan.


Tubuh Amanda lemas dan lunglai jatuh begitu saja ke kasur.Herman bingung,kemudian menepuk nepuk pipi Amanda.Melatakkan jari telunjuknya ke lubang hidung Amanda.Herman lega Amanda hanya pingsan.


"Kenapa ini cewek pingsan ya,bikin saya takut aja,saya kira mati,udah ah saya mau istirahat juga"Herman menidurkan badannya di sebelah Amanda.


*****


David telah berhasil menemukan Hasna dan anak anaknya.Hasna terkejut tiba tiba David ada di depan rumahnya.Tubuhnya tampak agak kurusan tak terawat.Wajahnya tidak seglowing dulu walau tetap tampan.


Hasna berdiri di depan David dengan penuh kebencian.Ingin rasanya Hasna mencekik David.


"Ada apa mas David kesini,dari mana mas David tau tempat tinggal kami?"tanya Hasna ketus.


David diam,tak tau mau menjawab apa atas pertanyaan Hasna.Bibirnya kelu,badanya terasa kaku,nafasnya terasa berat.


"Mas David tidak punya hak untuk datang ke sini,kita sudah berpisah,sebaiknya mas David pergi dan jangan pernah datang lagi kesini"kata Hasna datar.


Hasna masuk ke dalam dan hendak menutup pintu tapi di tahan David.


"Tunggu Hasna,saya minta maaf,saya memang salah,memang kita sudah berpisah,tapi saya masih punyak hak untuk datang ke sini,karna di sini ada anak anak saya...saya masih berhak atas mereka karna saya adalah ayah kandung mereka".


"Anak anak kamu mas,dari mana aja kamu mas,baru mengakui mereka sebagai anak kamu...ayah macam apa yang tidak pernah memperdulikan anak anaknya!"Hasna marah mendengar perkataan David.


"Terima atau tidak Dinda dan Dendi adalah darah daging saya,karna saya mereka ada di dunia ini,mungkin dulu saya khilaf tapi saya sudah menyesalinya,saya mau memperbaiki semuanya,saya mau bertobat,tolong beri saya kesempatan Hasna"David memohon sambil berlutut dan menangis.

__ADS_1


"Sampai mas David nangis air mata darah atau mati sekalipun saya tidak akan pernah memaafkan mas David apalagi memberikan pada mas David kesempatan,jangan mimpi...saya sudah mengubur semua tentang mas David...jadi pergi dari rumah saya sekarang!"Teriak Hasna.


Teriakan Hasna yang kencang sampai membangunkan Dinda dan Dendi yang sedang tidur.Mereka berdua menangis mencari ibunya yang tidak ada saat mereka bangun.


Dinda dan Dendi keluar dari kamar menuju ruang tamu.Mereka melihat Hasna sedang berdiri di depan pintu.


Dinda dan Dendi lari memeluk ibu meraka,Hasna menyambut pelukan dua malaikat kecilnya itu.


David terkejut melihat Dinda dan Dendi sudah besar.Mereka begitu cantik dan tampan.Seketika air mata David mengalir dengan deras.Anak yang dulu dia harapkan tapi dia sia siakan hanya karena kebodohannya.


"Hasna...itu anak anak saya...Dinda...Dendi"Tangis David semakin kencang membuat Dinda dan Dendi ketakutan akhirnya mereka menangis lagi.


Hasna membawa Dinda dan Dendi masuk kedalam rumah dan menguncinya.


David berteriak memanggil Hasna agar di izinkan bertemu dengan anak anaknya.


"Hasna,tolong izinkan saya bertemu dengan anak anak saya!"David mengetuk ngetuk pintu berkali kali.


"Dinda...Dendi...ini ayah sayang...maafkan ayah!".


"Hasna ku mohon...tolong buka pintunya,aku mau bertemu sama anak anak saya!"


Hasna membawa Dinda dan Dendi kedalam kamar dan menguncinya.Hasna memeluk anak anaknya dengan erat.Hasna menggigil dan ketakutan,takut David mendobrak pintu dan mengambil anak anaknya.


Hasna memanggil salah satu karyawannya untuk mengambil golok dari dapur untuk jaga jaga siapa tau David masuk dan mengambil anak anaknya secara paksa.


Hasna menarik nafas dalam dalam,dia tidak boleh lemah,dia harus kuat untuk melindungi anak anaknya.


Hasna menidurkan Dinda dan Dendi di kasur sambil mengusap usap punggung mereka berdua.Golok di letakkannya di bawah tempat tidur agar mudah di ambil kalau David masuk kedalam rumah.

__ADS_1


__ADS_2