
Hasna sangat bahagia ibunya sudah sehat seperti sediakala.Hasna memijat mijat kaki ibunya sampai sang ibu terlelap menuju alam mimpi yang panjang.
Semenjak ayahnya meninggal enam tahun yang lalu,Hasna tinggal bersama dengan ibunya,terkadang ditemani tetangga sebelah rumahnya yang sudah seperti bibi kandungnya sendiri.
Hasna masuk kedalam kamarnya,tiba tiba hpnya berdering,ada panggilan masuk dari David.Ternyata David ada di depan rumahnya.Hasna buru buru keluar dan mendapati David dengan tampilan berbeda,sangat cool dan tampan.
Entah kenapa seharian tidak melihat Hasna,seperti ada rasa rindu menyelip di hati David.Karna dari pagi sampai sore tadi ada rapat di luar kantor,menyebabkan David tidak bisa memperhatikan Hasna diam diam dari jarak yang aman,entah sejak kapan hal itu jadi kebiasaannya.
Sebenarnya David gengsi melakukannya,sebab dia merasa Hasnalah yang membutuhkannya tapi kenapa kesannya malah David yang mengejar ngejar Hasna.Dan Hasna terlihat biasa biasa saja.
Dengan celana jeans biru dan kaos putih sangat serasi dengan kulit putih David.Hasna sempat terpesona.
"Selamat malam pak...maaf pak ada keperluan apa malam malam ke rumah saya...apa tidak bisa besok saja pak dikantor ketemunya?"Hasna langsung to the point karna dia tidak bisa basa basi sama bosnya yang satu ini.
David memperhatikan penampilan rumahan Hasna,dengan stelan baju tidur bergambar doraemon,sangat lucu dan menggemaskan.Hasna bukan kelihatan seperti gadis berumur 24 tahun,tapi kelihatan seperti anak ABG,ditambah lagi postur tubuhnya yang mungil.David sangat menyukainya.
"Selamat malam juga nyonya David...apa kamu sudah mau tidur...ini baru jam 9 loh"Jawab David melihat jam yang melingkar ditangannya.
"Iya pak,saya biasa tidur jam segini...oiya pak...silahkan masuk dulu,kalau memang ada yang penting kita bicara di dalam"Tawar Hasna.
__ADS_1
"Oh,ga usah...ga ada yang penting kok...saya...cuma...nngg...mau...mau kasih kamu coklat...iya...saya bawa coklat buat kamu,tunggu sebentar"David kembali ke mobilnya yang di parkir di depan sebuah mini market,karna rumah Hasna masuk gang sempit.
Lima menit kemudian David kembali dengan sebuah parcel coklat yang di kemas begitu rapi dan elegan.
Hasna begitu senang di kasih parcel berisi coklat begitu banyak"Terimakasih pak,padahal sebenarnya bapak ga usah repot repot mengantarnya kerumah saya"Hasna tersenyum kikuk atas perlakuan bosnya.
"Ga repot kok...apalagi kamu kan calon istri saya,sudah seharusnya saya perhatian sama kamu...ok kalau gitu saya izin pamit nyonya David"David menarik nafas panjang menormalkan detak jantungnya,kemudian secara tiba tiba mengambil tangan Hasna dan mengecupnya lembut.
Hasna kaget dan reflek menarik tangannya yang terasa ada sengatan listrik mengalir sampai ke jantungnya.Wajahnya merah padam akibat sengatan itu dan David sangat menyukainya.
**********
Di dalam mobil dalam perjalanan pulang kerumah,David kebingungan memikirkan apa alasannya nanti kalau umi nanya parcel coklat yang di titipkan rekan bisnis abah buat uminya.
"Habislah telingaku nanti di jewer sama umi...waduh gimana nih...mau cari gantinya susah,itukan coklatnya dari Kanada...pasrah ajalah...ga mati juga kan dijewer sama umi"David ngedumel sendiri.
Sampai dirumah David langsung mencari uminya"Um...umi...anak umi yang ganteng datang"David menemukan bu Fatma di kamarnya sedang menerima telepon.Bu Fatma menaruh jari telunjuknya di bibir menyuruh David diam.
David menunggu bu Fatma di ruang keluarga"Mana anak umi yang ganteng tapi ga laku laku itu"Selesai terima telepon bu Fatma langsung menemui David.
__ADS_1
'Umi,senang ya meledek Dave...udah biarin aja Dave ga laku laku biar umi ga punya cucu"David pura pura ngambek.
"Ish...ish...ish...dah tua ambekan,persislah dengan abah mu itu"Bu Fatma duduk disamping David sambil mengacak acak rambut David dan memeluk putra semata wayangnya itu.Dan David balas memeluk ibu terkasihnya itu.
Tiba tiba bu Fatma teringat sesuatu"Dave,mana parcel coklat titipan istrinya pak Daud buat umi?"Bu Fatma menatap Dave curiga.
David pura pura ga dengar."Dave,jangan bilang parcelnya kamu kasih sama si Amandel itu,kan kalian sudah putus"Selidik bu Fatma.
"Namanya Amanda umi...umi sembarangan aja ganti ganti nama orang"Dave tak terima nama Amanda jadi Amandel.
"Maaf umi parcelnya Dave kasih sama wanita lain"kata Dave pasrah mau diapin aja sama uminya itu.
Bukannya marah bu Fatma malah senang"Siapa dia Dave...teman dekat kamu ya?"Mata bu Fatma berbinar binar.
"Calon istri Dave umi"David menepuk nepuk dadanya berlagak sombong.
"Daveee...anak umiii...ini benerankan???"bu Fatma langsung memeluk David sekencang kencangnya.
"Benar umi,masa Dave bohong"David balas balik bu Fatma.
__ADS_1
"Yaudah,besok kamu bawa dia kerumah...tapi Dave,umi penasaran...kamu ada simpan foto ya ga"Bu Fatma kepo tingkat tinggi.
"Ada nih"David membuka galery hpnya.