
Di dalam kamarnya,diatas tempat tidur Hasna memikirkan nasib dirinya dan kandungannya.Dia bahagia bisa mengandung anak David,tapi tidak dengan perjanjian yang dia setujui tanpa memikirkan kedepannya bagaimana.
Yang di pikirkan nya saat itu hanyalah kesembuhan ibunya.Memang ibunya sembuh tapi kenyataannya beliau tetap pergi juga meninggalkannya.Hasna ikhlas dengan kepergian sang ibu,tapi baginya itu terlalu cepat.Impian Hasna sederhana,ingin hidup bahagia bersama ibunya,tapi beliau lebih bahagia dengan takdirNya.
Allah benar benar adil pada Hasna,ketika dia kehilangan ibunya,Allah mengirim gantinya yaitu bayi dalam kandungannya.
Yang mengganjal pikirannya adalah apakah nanti setelah bayinya lahir,David benar benar akan mengambilnya,dan sepenuhnya akan jadi milik David?Dia tidak punya hak sama sekali?Tapi memang itulah isi perjanjian mereka.
"Tapi bayi ini bagian dari tubuh ku juga,dia tumbuh di dalam rahim ku...Ya Allah tolonglah hamba Mu ini!"Hasna penuh dilema tapi tetap berharap pada penciptanya.
Kehadiran anak dalam rahimnya membuat Hasna teringat tiap hari pada suaminya,yang entah dimana dan bagaimana khabarnya sekarang.
Ada setitik kerinduan yang muncul di hatinya,Hasna kuatir titik itu akan semakin banyak.
__ADS_1
Hasna sebenarnya ingin bertanya kepada mertuanya soal keberadaan David karna Hasna merasa tidak punya daya,atau mungkin link untuk dia dapat melacak keberadaan suaminya.
Tanpa Sadar hari semakin larut,menemani Hasna yang masih larut dengan pikirannya.
Bosan berada dikamar Hasna keluar untuk menghilangkan pikirannya tentang David,dia berdiri di kebun bunga mertuanya kemudian memandang langit yang tampak cerah di terangi banyak bintang.
Akan tetapi bukannya hilang ingatan tentang David,Hasna justru terbawa suasana.Dengan terus memandang langit sambil membayangkan wajah suaminya.Titik rindu itu mulai banyak dan membesar.
Ternyata kedua mertuanya melihat saat Hasna keluar rumah karna kuatir mereka terus mengawasi Hasna.
Saat Hasna akan masuk kedalam rumah,bu Fatma dan pak Hamdan buru buru masuk duluan dan langsung ke kamar takut ketahuan ngintip.
"Abah,umi kasihan sama Hasna,umi ga tega ngasih tau yang sebenarnya tentang David"Umi memandang sedih si abah.
__ADS_1
"Abah juga kasihan,tapi kelihatannya Hasna baik baik saja mi,dia tadi malah senyum senyum sendiri menatap langit".
"Yaa karna dia ga tau kalau David balikan lagi sama mantan pacarnya,malah nikah diam diam,kita sebagai orang tuanya ga di anggap,umi ga habis pikir anak kita bisa begitu abah,apa dia ga punya otak ya,apa dia tidak memikirkan perasaan Hasna,"kata bu Fatma marah.
"Umi jangan kencang kencang ngomongnya,nanti di dengar Hasna"
"Biarin aja abah,umi sangat kesal sama David,biar Hasna tau apa yang dilakukan suaminya,yang bikin umi lebih heran lagi gampang sekali dia menerima si Amandel itu,padahal dulu kan dia yang meninggalkan David!"si umi mulai teriak lagi.
"Itu namanya bucin umi"timpal abah
"Bucin idiot,ga punya otak,udah ah darah tinggi umi bahas mereka,kita tidur aja bah"Ajak bu Fatma.
"Iyalah kita tidur aja,biarkan Hasna tau sendiri kalau suaminya sudah menikah lagi atau kita tunggu saja David muncul ke rumah ini dan menjelaskan semuanya"Abah ikut tidur di samping istrinya.
__ADS_1