LUKA KU BALAS LUKA

LUKA KU BALAS LUKA
Episode 51


__ADS_3

Pulang dari rumah Hasna,setelah ketemu dengan Dinda dan Dendi,terbesit di hati David untuk memiliki anak anaknya.Ada rasa yang tak bisa di gambarkan saat bertemu dengan kedua buah hatinya.Perasaan bahagia yang belum pernah dia rasakan.Tingkah lucu dan menggemaskan Dinda dan Dendi yang sedang lucu lucunya terus bermain di benak David.


"Aku juga berhak bahagia Hasna,aku tidak akan membiarkan anak anak hanya jadi milik mu sendiri.Aku juga berhak bahagia bersama anak anak kita.Kalau kau tidak mengizinkan aku bertemu dengan anak anak kita lagi,aku akan mengambil mereka secara paksa"David menutup wajahnya dengan kedua tangannya memikirkan bagaimana caranya untuk merebut Dinda dan Dendi dari tangan Hasna.


Keesokan harinya David datang lagi ke rumah Hasna.David mengintai rumah Hasna dari jarak yang aman.David melihat ada mobil dokter Enriko parkir di depan rumah Hasna.Tidak lama kemudian Hasna keluar dari rumah dengan membawa hampers kue ditangannya.Hasna mengikat hampers itu di jok motornya.Dia akan mengantarkan hampers ke pelanggannya yang tidak begitu jauh.Hasna menitipkan Dinda dan Dendi pada dokter Enriko dan mamanya yang kebetulan datang.


David mencegat Hasna"Hasna,kita bisa bicara sebentar?"Hasna kaget tiba tiba David muncul.


"Bicara apalagi mas,mengenai Dinda dan Dendi,kemarin mas janji,mas David mau menemui mereka sekali saja,sudah saya turuti,mas jangan ingkar janji"Hasna kesal David nongol lagi.


Hasna menjalankan motornya tapi di tahan David dengan mengambil kunci motor.


"Saya minta kamu mengizinkan saya untuk bertemu anak anak kapanpun saya,kamu harus adil Hasna"


"Kamu benar benar ga tau diri ya mas,dikasih hati minta jantung,saya tidak akan pernah lagi mengizinkan mas David untuk ketemu anak anak...lebih baik mas David pergi sekarang!"teriak Hasna kesal.


David tetap tidak mau pergi"Kamu harus mengizinkan saya Hasna,saya juga punya hak atas mereka,kamu jangan egois".


"Saya bilang pergi sekarang,kalau tidak saya akan teriakin maling!"Hasna merampas kunci motor dari tangan David.


"Saya tidak main main Hasna,kalau kamu tidak mengizinkan,saya a-".


"Saya tidak takut dengan ancamanmu mas,sekarang pergi!"Hasna menjalankan motornya tanpa memperdulikan David yang terus bicara.

__ADS_1


*****


"Bang Herman,kita butuh sebuah mobil untuk keperluan operasi kita,di persimpangan jalan sana ada mobil parkir,hampir tiap hari saya melihat mobil itu ada di situ,kayanya bisa jadi target kita mobil itu bang"kata Amanda.


"Siap kita eksekusi,ayo jalan sekarang,tempat itu juga sepi tiap hari"sahut bang Herman.


"Bang Herman pakai kumis dan jenggot palsu yang kemarin di beli,biar ga ada yang mengenali kita"perintah Amanda.


"Tapi saya ga suka pakai kumis dan jenggot palsu ini,gatal rasanya,bagaimana kalau saya botakin rambut dan alis saya sama seperti kamu Amanda"sahut bang Herman.


"Kalau kita sama,nanti orang menyangka kita adalah sepasang alien,nanti malah kita yang akan jadi incaran dan di tanggap kemudian di museum kan untuk bahan penelitian,cepat pakai"


"Siap bos!"


Amanda dan bang Herman menuju tempat mobil incaran.Tempat itu memang sepi hanya sesekali ada orang dan kendaraan yang lewat.


"Iya,kayanya sendiri,ayo cepat kita bergerak".


"Ayo,bang Herman ancam orang itu pakai golok yang kita bawa tadi,kalau orang itu menolak memberi mobilnya,sikat aja,biar saya yang mengawasi keadaan"Amanda mengatur strategi.


Tiba tiba bang Herman berhenti"Tapi Manda,saya ga ngerti menggunakan golok ini"bang Herman memegang golok dengan tangan gemetar.


"Ya ampun bang Herman,tinggal abang sodorin aja gini nih"Amanda mengambil golok itu dan mempraktekkan cara mengancam orang.

__ADS_1


"Punya partner lemot amat sih"gerutu Amanda.


Mereka bergerak pelan dengan menundukkan badan agar tidak terlihat dari kaca spion mobil.Sampai di sisi mobil penumpang bang Herman menggedor gedor pintu,menyuruh yang punya mobil untuk keluar.Amanda bertugas mengawasi keadaan.


Tak lama pintu terbuka,bang Herman dengan sigap mengancam supir mobil itu,dan mengarahkan goloknya tepat ke jantung.Tapi seketika bang Herman kaget,karna yang punya mobil itu memakai baju perempuan.Dan lebih kaget lagi saat si empunya mobil menatap bang Herman,ternyata dia wanita jadi jadian.


"Aih babang tamvan,sudah ga sabaran ya mau memboking eyke"Wanita jadi jadian itu langsung nyosor bang Herman habis habisan.Wajah bang Herman penuh dengan lipstik bekas sosoran wanita jadi jadian tadi.


Bang Herman berteriak"Amanda tolong...!ada wanita jadi jadian...!teriak bang Herman berusaha melepaskan diri.


Amanda kaget,kenapa malah bang Herman yang berteriak.Amanda kemudian dengan cepat menyamperi bang Herman.


Tampak bang Herman sedang berusaha melepaskan diri.Setelah lepas bang Herman berlari ke sembarang arah.Ternyata wanita jadi jadian tadi terus mengejar bang Herman sambil tertawa.


"Woi...!babang tamvan tungguin,jangan lari!"


Amanda heran tapi kemudian tertawa terpingkal pingkal melihat bang Herman terus di kejar wanita jadi jadian itu.


"Ha...ha...ha...kasian deh bang Herman,wah rejeki anak soleh nih,mobilnya di tinggal dalam keadaan hidup,memang rejeki ga akan kemana"Amanda masuk mobil dan menjalankannya,kemudian mencari bang Herman.


Dari kejauhan kelihatan bang Herman terus berlari menyelamatkan diri.Si "wanita"tadi pantang menyerah terus mengejar bang Herman,sampai sepatu high heels nya di tenteng.


Saat mendekat bang Herman,Amanda memepetkan mobilnya dengan pelan ke tubuh bang Herman.

__ADS_1


"Bang Herman cepat naik!"teriak Amanda.


Bang Herman dengan sigap membuka pintu dan langsung naik ke mobil.


__ADS_2