LUKA KU BALAS LUKA

LUKA KU BALAS LUKA
Episode 61


__ADS_3

"Kak Bella,tau nggak,tadi pagi pas anterin Adiva ke sekolah,aku lihat Hasna ditemani seorang pria saat mengantarkan anak anaknya,ganteng banget tau kak laki laki itu"Anastasya masuk ke ruang kerja Arabella kakaknya.


Arabella mengalihkan pandangannya dari laptopnya ke Anastasya.


"Jangan mulai lagi deh,tiap ketemu cowok ganteng pasti kamu kegatelan,ingat umur,bukan saatnya lagi kamu hanya bersenang senang,kamu harus serius memikirkan masa depan kamu"Arabella menatap kesal pada Anastasya.


"Yang ini beda kak,namanya dokter Enriko,dia bekerja di rumah sakit yang sama dengan Tasya dan yang paling penting dokter Enriko itu kekasihnya Hasna,jadi kita punya alat untuk membalaskan dendam kita kak,bagaimana menurut kakak?"Anastasya begitu semangat.


"Bagus juga rencana kamu,langsung kamu embat aja dokter itu dari Hasna, sebelum mereka menikah"


"Wait,kita harus main cantik kak,jangan buru buru,bukankah akan lebih baik kalau mereka menikah dulu,baru deh aku rebut dokter ganteng itu,akan lebih menyakitkan bagi Hasna,benar ga?"Anastasya bangga dengan idenya.


"Ok,good idea,kakak dukung kamu,tapi jangan sampai malah kamu yang terjebak dalam rencana ini karna kamu terjerat cinta dokter itu"


"Ih kakak apa apaan sih,mana mungkin aku cinta sama dokter itu,aku hanya mengagumi"Anastasya memanyunkan bibirnya.


"Baguslah kalau begitu"Arabella mengangkat bahunya dan kembali fokus ke laptopnya.


"Besok pagi kakak aja yang antar Adiva,semoga aja ketemu sama dokter Enriko itu,baru deh kakak bisa menilai bagaimana dia...dijamin kakak pasti klepek klepek juga"Anastasya menggoda Arabella yang terkenal dingin terhadap laki laki setelah pernah di khianati suaminya.


"Di kamus kakak ga ada lagi yang namanya laki laki,mereka lebih pantas di ceburkan kelaut,biar tau rasa"Arabella memegang dadanya yang sesak,kemudian berlari ke kamar mandi.


Anastasya cuma geleng geleng kepala dan kembali memandangi foto dokter Enriko.


*****


Hasna menjemput Dinda dan Dendi pulang sekolah menggunakan jasa mobil online.


"Dinda,Dendi kita main dulu ke rumah om dokter ya,karna nenek mau ketemu sama kalian,mau kan?"


"Mau bu,Dinda juga mau ketemu dengan om dokter dan nenek,ayo bu?'Dinda menarik tangan ibunya dan Dendi.


Sampai di rumah dokter Enriko,Hasna menasehati anak anaknya.


"Dinda,Dendi,nanti di rumah nenek jadi anak yang pintar ya,bicara yang sopan,tidak memberantakkan isi rumah nenek!"


"Baik bu"jawab Dinda dan Dendi kompak.

__ADS_1


"Eh kalian sudah datang ya,ayo masuk,nenek sudah siapkan es krim untuk cucu cucu nenek yang ganteng dan cantik"bu Hana mamanya dokter Enriko langsung mengeluarkan es krim dari kulkas.


"Asiik...!Makan es krim...terimakasih ya nek es krimnya"


"Kembali kasih sayang,kalian disini dulu ya makan es krim,nenek dan ibu mau bicara sebentar"bu Hana menggandeng tangan Hasna menuju ruang tamu.


"Hasna,maaf sebelumnya,ibu terlalu ikut campur urusan kamu dengan Riko,tapi kalau ibu meminta kalian agar cepat cepat menikah,apa kamu setuju?"bu Hana memandang serius pada Hasna dan menduduki sofa yang sama dengan Hasna.


"Kalau Hasna,terserah bang Riko ma"Jawab Hasna agak sedikit grogi.


"Sebelum kalian menikah,kamu harus tahu sifat Riko yang terlalu ramah pada semua orang,apalagi terhadap wanita,sehingga banyak wanita yang salah paham dengan keramahannya,persis seperti sifat papanya"pandangan bu Hana jauh mengingat almarhum suaminya.


Hasna hanya mengangguk seolah siap menghadapi wanita wanita itu.


"Akhir akhir ini terlalu banyak wanita yang datang kerumah dengan segala penampilan yang aneh aneh menurut mama,ada yang bajunya kekecilan,ada yang kurang bahan,belum lagi bawaan mereka menumpuk di rumah,mama sudah pusing,cepat cepatlah kalian menikah biar berakhir semuanya".


"Hasna tetap tergantung sama bang Riko ma,kalau bang Riko ok,Hasna juga ok"tiba tiba terdengar suara pintu depan dibuka,bu Hana dan Hasna melihat Riko masuk.


"Wah panjang umur kamu sayang,baru aja kami bicarakan kamu"bu Hana memberi tempat di tengah untuk anaknya,Riko duduk di apit Hasna dan mamanya.


"Hasna ada di sini...ada yang mencurigakan ini sepertinya"dokter Enriko melirik Hasna dan mamanya bergantian.


"Benar Hasna,kalau bulan depan bagaimana?"mata dokter Enriko berbinar binar menatap Hasna.


"Iya bang,Hasna tergantung bang Riko aja,selama niat kita baik insyaaAllah akan dilancarkan kapan pun kita berniat untuk menikah"sahut Hasna.


"Jadi pengen peluk"dokter Enriko melebarkan tangannya hendak memeluk Hasna.


Hasna diam diam mencubit pinggang dokter Enriko.


"Waduh sakit Hasna...kamu hobi sekali mencubit saya ya"dokter Enriko pura pura meringis kesakitan.


"Habisnya bang Riko bikin Hasna malu di depan mama"Hasna melirik dokter Enriko dengan tajam.


Mama dokter Enriko tersenyum melihat interaksi Hasna dan anaknya.


"Mama setuju bulan depan kalian menikah,sebulan sepertinya cukup untuk persiapan pernikahan...oiya Riko nanti kalau kamu off kita mengadakan rapat keluarga"bu Hana bisa bernafas lega,karna sebulan lagi para fans dokter Enriko tidak akan muncul lagi dirumahnya.

__ADS_1


Seminggu sebelum hari pernikahan undangan pernikahan dokter Enriko dan Hasna telah tersebar.Seluruh keluarga besar rumah sakit Medistra dapat undangan,begitu juga dengan Anastasya.


"Tasya,ini undangan buat kamu,undangan pernikahan dokter Enriko"Anastasya terkejut menerima undangan pernikahan dokter Enriko dari Arumi teman satu shift nya.


"Mba Arumi,ini beneran dokter Enriko mau menikah"Anastasya masih tidak percaya.


"Iya beneran,semua kita dapat undangan,nanti kita bareng ya ke sananya ya Tas"Anastasya diam membisu,ada perasaan tidak rela dihatinya,padahal dia baru mengenal dokter Enriko.


Selesai bekerja Anastasya langsung pulang kerumah dan menemui Arabella di ruang kerjanya.


"Kak,minggu depan dokter tampan itu akan menikah"Anastasya menjatuhkan dirinya diatas sofa dengan tidak bersemangat.


Arabella tetap diam dan fokus pada layar laptopnya,melirik Anastasya pun tidak.


"Kak...!Kakak jangan kerja terus dong,aku sedang kesal nih"Anastasya melempar bantal sofa pada Arabella.


"Kenapa kamu harus kesal,jangan jangan kamu suka ya sama dokter itu?"Arabella membalikkan badannya menghadap Anastasya.


"Iya aku suka sejak pertama bertemu,aku ga rela dia menikah dengan wanita lain"Anastasya melempar undangan yang ada ditangannya dan menginjaknya.


"Kemarin kamu bilang hanya sekedar mengagumi,sekarang malah jadi suka...terus sekarang kamu mau apa?"Arabella memungut undangan itu.


"Tau ah,kakak bukannya kasih solusi,malah nanya"Anastasya meninggalkan kakaknya ke kamar.


"Aku jadi penasaran sama dokter ini,kenapa Anastasya bisa langsung jatuh hati sama dia"Arabella memandang foto dokter Enriko dan Hasna di kartu undangan itu.


Karna penasaran dengan dokter Enriko,Arabella pagi ini berniat mengantarkan Adiva anaknya kesekolah.


Saat turun dari mobil,mata Arabella mencari keberadaan dokter Enriko dan Hasna.Matanya langsung tertuju pada dokter Enriko yang sedang menggandeng Dendi dan Hasna menggandeng Dinda,mereka layaknya sebuah keluarga bahagia,ada perasaan iri dalam hati Arabella.


Arabella menarik tangan Adiva untuk mendekat pada Hasna dan dokter Enriko.


Arabella melempar senyum pada dokter Enriko dan mengangguk ramah.Dokter Enriko yang yang aslinya memang ramah pada siapa pun membalas senyuman Arabella.


Setelah Dinda dan Dendi masuk kelas,Hasna menggandeng tangan dokter Enriko dengan sengaja menuju mobil.Karna Hasna tau dari tadi Arabella mencuri curi pandang pada dokter Enriko.


Dokter Enriko merasa surprise dengan tindakan Hasna,karna selama dekat dengan Hasna,mereka belum pernah bergandengan tangan sama sekali,karna selalu ada Dinda dan Dendi di antara mereka,tanpa ragu ragu dokter Enriko memeluk pinggang Hasna.

__ADS_1


Hasna merasa senang dan membalas memeluk pinggang dokter Enriko,sambil tersenyum matanya melirik pada Arabella yang menatapnya sinis.


__ADS_2