LUKA KU BALAS LUKA

LUKA KU BALAS LUKA
Episode 67


__ADS_3

Hasna berlalu meninggalkan suaminya dan ibu mertuanya ke kamar Dinda dan Dendi.Dokter Enriko hendak menyusul Hasna tapi dilarang mamanya.


"Biarkan Hasna menenangkan diri dulu,berikan dia waktu untuk berfikir"bu Hana menyuruh Riko duduk.


"Tapi ma,masa kami tidur pisah kamar,Riko ga suka"dokter Enriko duduk di sebelah mamanya.


"Riko,kenapa kamu bisa setega ini pada Hasna,padahal dia itu seorang istri yang baik,untuk apa kamu ketemu lagi sama mantan kamu itu,padahal sudah hampir sepuluh tahun yang lalu berlalu?"bu Hana memandang anaknya.


"Ma,sebenarnya Riko tidak selingkuh...Riko dan Bella hanya mau ketemuan aja,hanya waktu itu...kami terbawa suasana"dokter Enriko berusaha membela diri.


"Terbawa suasana bagaimana,pasti kalian melakukan sesuatu yang membuat Hasna marah"


"Kami hanya berpelukan ma dan...ber-ciuman,tidak lebih dari itu"dokter Enriko tertunduk malu.


"Hanya kamu bilang...!!!berpelukan dan berciuman dengan wanita yang bukan istri kamu...Riko,di mana otak kamu...kalau Hasna tidak memergoki kalian,pasti kalian sudah melakukan lebih dari itu"bu Hana mulai marah.


"Mama ga habis pikir sama kamu,hanya karna seorang Arabella kamu rela menghancurkan hati istri kamu,atau jangan jangan kamu memang berniat mau CLBK ya?'bu Hana menatap Riko curiga.


"Ma,kenapa mama malah memojokkan Riko sih,harusnya mama bantu Riko,biar Hasna memaafkan Riko"


"Kamu berusaha saja sendiri,tapi perlu kamu ingat,kalau wanita sudah disakiti akan susah untuk memaafkan,kamu camkan itu"bu Hana pergi meninggalkan anaknya ke kamar.


Sejak kejadian itu,Hasna tidak pernah mau berbicara dan selalu menghindari suaminya.Hari hari dilaluinya hanya mengantar jemput anak anak sekolah,setelah itu dia lebih banyak menghabiskan waktunya mengurus usaha kue dan rotinya di rumah lama.

__ADS_1


"Hasna tunggu sebentar"dokter Enriko menghalangi Hasna yang hendak masuk kamar anaknya.


"Sampai kapan kita begini terus,apa kamu tidak bisa memaafkan aku,padahal kesalahan yang kulakukan bukan kesalahan fatal"Enriko mulai kesal Hasna tidak pernah mendengarkannya.


"Menurut abang itu bukan kesalahan fatal?"Hasna geleng geleng kepala.


"Ya memang tidak,memangnya aku tidur sama dia,tidak kan?"dokter Enriko menaikkan intonasi suaranya.


"Terserah abang,mungkin kita begini sampai anak ini lahir"Hasna memegang perutnya dan berjalan ke kamar anaknya.


Dokter Enriko masuk ke dalam kamarnya dan membanting pintu dengan keras.


"Ini semua karna perempuan itu,coba dia tidak hadir lagi dalam hidupku semuanya pasti baik baik saja...sialan kau Arabella...!!!Teriak Enriko sambil menonjok cermin hias di dinding.


"Aku harus buat perhitungan dengan Arabella,ini semua harus di akhiri"Dokter Enriko menghubungi Arabella dan mengajak ketemuan.Arabella yang sedang ada di rumahnya,menyuruh dokter Enriko kerumahnya.


Dokter Enriko dengan jalan tergesa gesa memasuki rumah Arabella.


Arabella yang telah bersiap siap menyambut kedatangan dokter Enriko,dengan kaos lekbong berwarna hitam dan celana pendek sepaha berwarna putih.Dia Dengan sengaja ingin menebar pesona pada mantannya itu.


Dokter Enriko menggedor gedor pintu rumah Arabella dengan kasar.Arabella membuka pintu dan melihat wajah tidak bersahabat dokter Enriko.


"Bella,tolong hentikan semua ini,saya tidak mau kehilangan istri saya,saya tidak mau rumah tangga saya hancur!"kata dokter Enriko kasar.

__ADS_1


"Erik,kamu jangan hanya menyalahkan aku di sini,kamu juga pasti menginginkan aku kan,buktinya waktu itu kamu datang dan...kita sama sama menikmatinya waktu itu...aku yakin...sekarang kamu datang karna menginginkan aku kan...jangan munafik lah Rik"Arabella mendekatkan tubuhnya pada Erik.


"Bella,saya tidak main main ya!"bentak dokter Enriko dengan mendorong tubuh Arabella menjauh dan Arabella terjatuh di lantai.


Arabella meringis kesakitan sambil memegangi bokongnya.


Melihat Arabella meringis kesakitan,dokter Enriko agak panik.Sebagai lelaki,apalagi sebagai seorang dokter dia tidak bisa melihat wanita di depan matanya kesakitan.


Dokter Enriko berjongkok hendak membantu Arabella.Tapi tiba tiba dengan liciknya perempuan itu langsung merangkul leher dokter Enriko dan melahap bibir dokter Enriko dengan kasar.


Dokter Enriko terkejut dan panik dengan kasar dia melepaskan diri dari Arabella.Tapi Arabella semakin mengeratkan rangkulannya hingga mereka kehilangan keseimbangan dan berguling guling di lantai.


Tubuh Arabella yang berada di atas menindih tubuh dokter Enriko.Sensasi itu membuat dokter Enriko membalas ciuman Arabella.


Merasa mendapat balasan,Arabella semakin gencar menyerang dokter Enriko.


Tiba tiba dokter Enriko merasa dia telah di jebak oleh Arabella.Sebab ada pergerakan seseorang yang merekam apa yang mereka lakukan.


Dokter Enriko mendorong tubuh Arabella dari atas tubuhnya dan berjalan keluar mencari orang yang telah merekam mereka.Tapi orang itu sudah tidak kelihatan.


Arabella tersenyum licik,kemudian berdiri merapikan pakaiannya.


"Bella,kamu menjebak saya?"dokter Enriko menghampiri Arabella frustasi.

__ADS_1


"Kalau iya kenapa...kamu ga bisa kemana mana Erik"Arabella kembali tersenyum licik.


__ADS_2