LUKA KU BALAS LUKA

LUKA KU BALAS LUKA
Episode 34


__ADS_3

Amanda terus berteriak minta tolong sambil memegang matanya yang berdarah.Pak satpam berlari kearah Amanda dan membawanya kedalam rumah.


Begitu juga dengan David,pak satpam dan tukang kebun mengangkat tubuhnya kedalam rumah dan membaringkannya di atas sofa panjang.Suasana begitu gaduh.


Mba Ana menangis melihat bu fatma yang terus memegang dadanya yang terasa nyeri.Mba Ana memberi aba aba supaya bu Fatma duduk bersandar didinding,menarik nafas yang dalam dan membuangnya.Bu Fatma mengikuti aba aba dari mba Ana,dan bu Fatma merasa enakan.


Baby sitter mengambil kain kasa dan menutup luka di mata Amanda yang terus mengeluarkan darah.


Sementara David masih tergeletak di sofa panjang.Abang tukang kebun bingung mau berbuat apa,dia hanya mondar mandir sambil menunggu pak Hamdan datang.


Karna takut dan kuatir pak satpam terus menghubungi dokter yang belum juga sampai .


Akhirnya mereka semua lega karna dua orang dokter beserta dua orang perawat datang dengan dua mobil ambulan langsung melakukan pertolongan.


David dan Amanda di bawa kerumah sakit karna mengalami luka yang serius.Bu Fatma setelah ditangani kondisinya berangsur membaik dan stabil.


Hasna berhenti berlari karena merasa capek,kakinya terasa perih karna tidak memakai alas kaki.


Hasna duduk selonjor di depan sebuah ruko yang tutup,dia menyandarkan tubuhnya ke tembok ruko dan menarik nafas dalam dalam.


Tiba tiba Hasna teringat sama baby Dendi,rasa cemas membuat dia menangis.Tapi Hasna mencoba untuk kuat dan berpikir jernih.


Hasna melihat cincin di jari manisnya,cincin pernikahan dari suaminya.Hasna berniat menjualnya supaya dia bisa kembali kerumah untuk mengambil baby Dendi.Dia tidak peduli lagi siapa yang memberi cincin itu dan seberapa mahalnya cincin itu.


Hasna bangkit karna melihat ada sebuah rumah makan padang yang tidak jauh dari dia duduk.Dia yakin pemilik rumah makan padang itu mau membeli cincinnya.


"Permisi uni,maaf saya mengganggu"Sapa Hasna ramah.


"Iyo ado apo dek"Jawab si uni padang.


"Uni bisa bantu saya"


"Iyo,apa yang bisa uni bantu InsyaAllah uni bantu"


"Ini uni,saya mau jual cincin saya,mungkin uni berniat untuk beli"Tawar Hasna menyodorkan cincinnya.

__ADS_1


Si uni yang paham mana perhiasan asli dan palsu,karna hampir seluruh tubuhnya penuh perhiasan langsung matanya silau.


"Iya,sini uni liat dulu"Senyum si uni merekah,matanya berbinar melihat perhiasan Hasna.


"Ya Allah,ini asli,uni ndak barani beli"


"Uni,tolonglah,saya sangat butuh uang mau jemput anak saya"


"Gini ajo,adek butuh berapa,nanti uni kasih pinjam"


"Tapi uni,saya takut kita tidak ketemu lagi,atau bisa aja saya mati sebelum kita ketemu lagi uni,saya ga mau mati bawa utang"


"Adek butuh berapa?"


"Saya butuh lima juta uni"


"Sebentar saya uni ambil kedalam dulu"Si uni bergegas mengambil uangnya.


"Ini bawak aja dulu"


"Ini cincinnya uni pegang saja,saya ikhlas kalau cincin ini untuk uni kalau sampai saya tidak bisa kesini lagi,oiya nama saya Hasna,terimakasih sudah membantu saya uni"


"Saya mau ke komplek perumahan Park village"


"Ir...Irwan,kau tolonglah antar uni Hasna ini dulu kerumahnya"Uni Deswita memanggil anak bujangnya.


"Iyo mak,tapi Iir kan ga tau jalannya"Irwan datang langsung lengkap dengan dua helm di tangannya


"Nanti kau bisa pakai google maps"


"Iyo mak"


"Yaudah uni,saya jalan dulu ya"Hasna menyalam tangan uni Deswita.


Hampir sejam perjalanan naik motor ke rumah David,Hasna heran dia bisa berjalan kaki sejauh itu.Apa mungkin karna ketakutan jadi tidak berasa pikir Hasna.

__ADS_1


Hasna sengaja berhenti agak jauh,dan dia menelepon mba Ana dulu dengan meminjam hp Irwan anak uni Deswita untuk memastikan keadaan.


"Mba Ana,ini Hasna mba"


"Oh neng Hasna,ya Allah kamu baik baik aja kan,mba Ana kuatir lho neng"


"Iya mba Ana,Hasna baik baik aja,oiya mba bagaimana keadaan David dan mba Amanda,saya mau kesitu ambil Dendi,mba Ana tolong bantu Hasna ya"


"Nak David dan non Manda sudah dibawa kerumah sakit,bu Fatma sudah mendingan,sekarang sedang dirawat di kamarnya,Pak Hamdan tadi sudah datang tapi langsung kerumah sakit mengurus nak David dan non Amanda,neng Hasna cepat kemari,keadaan aman,pak Heru satpam dan mang Njen tukang kebun juga ga ada,mereka masih dirumah sakit"


"Iya mba Ana saya kesana sekarang,mba Ana tolong masukkan beberapa potong baju Dendi di tas,tapi mba...Hasna takut masuk kedalam"


"Yaudah neng Hasna tunggu di dekat gerbang,biar mba yang bawa Dendi kesana"


Tapi ada cctv,nanti ketahuan mba Ana yang membantu saya membawa pergi Dendi"


"Ga apa apa neng,mba Ana ga takut"


"Yaudah mba Ana,Hasna kesitu sekarang"Hasna memutuskan sambung telepon.


"Dek Irwan terimakasih ya sudah bantu saya"Hasna mengembalikan hp Irwan dan buru buru menuju tkp.


Didepan gerbang tampak mba Ana dengan menggendong baby Dendi dan sebuah tas bayi ukuran sedang.


"Mba Ana,terimakasih ya,tolong sampaikan salam dan maaf saya pada umi dan Abah,suatu saat nanti saya akan telepon mereka,atau saya akan datang langsung minta maaf pada mereka jika masih ada umur"Hasna memeluk mba Ana.


"Hati hati ya neng Hasna,jaga diri kalian baik baik,urusan di rumah ini biar mba Ana yang tangani"Mba Ana menyuruh Hasna cepat cepat bawa baby Dendi.


Hasna berjalan agak cepat keluar komplek dan naik ojek yang mangkal ke stasiun bis antar kota.Hasna berencana ke Madura,disana ada sahabat almarhumah ibunya Hasna,namanya mak Romlah.


Keesokan harinya,setelah memperhatikan keadaan bu Fatma sudah mulai pulih,mba Ana tanpa di minta memberitahu kalau Hasna telah membawa baby Dendi pergi dari rumah.


"Bu,maaf kalau saya lancang telah membantu neng Hasna pergi membawa baby Dendi dari rumah ini"Mba Ana memberanikan diri bicara.


"Iya memang sudah seharusnya seorang anak ada bersama ibunya,Hasna ibu yang baik dia pantas mendapatkan Dendi,saya salut sama Hasna,dia berani berjuang demi anaknya.Mba Ana ga usah merasa bersalah"Bu Fatma menyentuh tangan mba Ana.

__ADS_1


"Hasna melakukan semua itu karna terpaksa,dia hanya membela diri dan haknya,semoga nanti setelah sembuh David tidak menyalahkan Hasna,semoga nanti dia sadar setelah kepergian Hasna dan Dendi dari hidupnya...apa mba Ana tahu Hasna pergi kemana?"Tanya bu Fatma.


"Tidak bu,neng Hasna hanya minta tolong menyampaikan maafnya pada ibu dan bapak,suatu saat dia akan datang minta maaf langsung pada ibu dan bapak bila masih ada umur,hanya itu pesannya".


__ADS_2