
Tanpa sepengetahuan Hasna,David menunggu dokter Enriko dan mamanya pulang,David mengikuti mereka dari belakang dengan menggunakan sepeda motor.David mencegat mereka di tengah jalan.
David mempercepat laju sepeda motornya menyusul mobil dokter Enriko dan berhenti kurang lebih dua meter tepat di depan mobil dokter Enriko.Karna kaget tiba tiba dokter Enriko membanting stir ke kiri dengan tajam.Mobilnya menabrak sebuah pohon besar dengan kencang,kap depan mobil sampai ringsek akibat hantaman yang keras.
David turun dari sepeda motornya,menuju mobil dokter Enriko.
Mama dokter Enriko yang duduk di jok belakang pingsan seketika karna benturan keras di kepalanya.Dokter Enriko sendiri keningnya terbentur stir mobil sampai mengeluarkan darah tapi dia masih sadar dan memeriksa keadaan mamanya.
Dari dalam kap mobil keluar asap,dokter Enriko cepat cepat mengeluarkan mamanya yang tidak sadarkan diri dari dalam mobil dan membawanya agak jauh dari mobil,kuatir mobilnya meledak.Dokter Enriko meletakkan mamanya di pangkuannya kemudian mengambil hpnya dari kantong celananya hendak menghubungi rumah sakit.Belum sempat menelepon,tiba tiba David ada di depannya dan merampas hp dokter Enriko.
"Ini peringatan pertama buat anda dokter,saya peringatkan jangan pernah lagi mendekati Hasna dan anak anak saya,karna saya tidak mau anak saya punya ayah lain selain saya"David mengancam dokter Enriko.
"Kalian sudah bercerai,dan anda pak David, tidak punya hak untuk melarang saya dekat dengan Hasna....saya menyayangi Dinda dan Dendi dengan tulus,tidak seperti anda yang mengaku ayahnya tapi menelantarkan mereka"sahut dokter Enriko.
David merasa tersinggung dan marah,kemudian mencekik dokter Enriko.
"Itu bukan urusan anda dokter,jika anda masih berani menemui mereka,ibu anda yang akan jadi sasaran saya,kalau anda masih menyayangi ibu anda dan ingin dia selamat,jauhi keluarga saya,camkan itu!" David melemparkan hp dokter Enriko ke tanah kemudian pergi karna ada beberapa warga yang datang karna melihat asap yang keluar dari mobil.Warga mengambil air dan menyiramkan ke mobil dokter Enriko karna kuatir akan terjadi kebakaran.Tak lama kemudian ambulan yang di pesan dokter Enriko dari rumah sakit datang membawa mereka.
*****
"Beruntung kita bang,dapat mobil dengan mudah tanpa harus melakukan kekerasan,ini berkat lo bang Herman karna mau disosor dan dikejar kejar sama yang punya mobil ini"Amanda tertawa mengingat kejadian tadi,kemudian membawa mobilnya kearah kota.
__ADS_1
"Kamu yang untung,saya rugi sama "wanita"tadi,gatal nih muka saya kena lipstiknya,kayanya lipstiknya lipstik murahan,mana nafasnya bau naga lagi,ada ya manusia seperti itu"gerutu bang Herman.
"Masa sih,mobilnya aja mobil mahal bang,masa lipstiknya murahan"sahut Amanda asal.
"Sekarang kita mau ke mana Manda?"tanya bang Herman sambil menghapus bekas lipstik di wajahnya.
"Kita melakukan pengintaian di rumah David bang,kita harus mengkondisikan waktu dan tempat untuk menghabisi dia bang"jawab Amanda serius nyetir.
"Bang Herman, kita gantian ya nyetirnya,saya capek nih"Amanda melirik bang Herman yang duduk disebelahnya.
"Saya ga bisa nyetir Manda" bang Herman nyengir.
Amanda melambatkan laju mobilnya saat akan mendekati tempat car wash David.
"Bang itu dia si David,sepertinya dia mau pergi,kita ikuti aja ya"Amanda mengikuti sepeda motor David sampai di depan rumah Hasna.
David menghentikan motornya di tempat biasa dian mengintai,Amanda juga menghentikan mobilnya.
Hasna keluar bersama Dinda dan Dendi,tidak lama kemudian mobil online yang di Hasna datang,mereka hendak menjenguk mama dokter David di rumahnya.
Amanda sepintas melihat Hasna,Dinda dan Dendi.Ada perasaan menyesak ketika melihat Dinda putrinya.
__ADS_1
"Bang Herman,kamu lihat itu ada seorang wanita sedang menggandeng dua orang anak,wanita itu salah satu target kita"Amanda menunjuk ke arah Hasna dan anak anaknya.
David mengikuti mobil yang di tumpangi Hasna,mobil Amanda juga mengikuti.Sampai di depan rumah dokter Enriko,Dinda dan Dendi begitu senang melihat dokter Enriko.Mereka berlarian untuk memeluk dokter Enriko yang sedang menyambut mereka di depan pagar rumah.
Davit terkejut ternyata Hasna membawa anak anaknya ke rumah dokter Enriko.Seketika David marah dan emosi,ternyata dokter Enriko tidak takut dengan ancaman dan peringatannya.Dengan penuh emosi David mengambil ancang ancang,menstater motornya dengan kecepatan tinggi hendak menabrak dokter Enriko.
Tapi sasaran David meleset,dokter Enriko tiba tiba kembali masuk ke dalam rumah mendengar suara perawat mamanya berteriak memanggil dokter Enriko.
Motor tepat mengenai tubuh Dinda yang duluan sampai tepat di tempat dokter Enriko berdiri tadi.
"Bruukk...!Tubuh Dinda terpental sejauh dua meter tepat jatuh di atas aspal.
Seketika Hasna berteriak histeris dan berlari memeluk tubuh Dinda yang berlumuran darah.
David menyadari yang ditabraknya adalah Dinda putrinya sendiri.David tidak bisa mengendalikan laju motornya hingga menabrak tiang listrik.
Amanda yang menyaksikan kejadian didepan matanya langsung turun dari mobilnya menuntun Hasna yang sedang menggendong Dinda masuk ke dalam mobilnya.Amanda melarikan mobilnya ke rumah sakit terdekat,hatinya dipenuhi kecemasan dan menangis dalam diam karna yang di bawanya kerumah sakit adalah putrinya sendiri.
Sampai di rumah sakit,Amanda ikut mendorong brankar yang membawa tubuh Dinda ke ruang igd.Hasna tidak menyadari dan tidak mengenali bahwa yang sedang menolong mereka adalah Amanda karna penyamarannya.Selama Dinda ditangani di ruang igd,Amanda tetap setia menunggu khabar mengenai Dinda diluar.Dia tampak mondar mandir sambil sesekali mengusap air matanya.
Beruntung ada dua orang sekuriti setempat yang menolong David dan membawanya ke rumah sakit.Sebelumnya mereka menitipkan Dendi yang terus menangis pada tetangga dokter Enriko.Karna ternyata mama dokter Enriko tiba tiba anfal.
__ADS_1