
Hasna memeriksa kandungannya seorang diri,tanpa ditemani David.David selalu memprioritaskan Amanda,dan Hasna juga tidak terlalu memusingkannya.Menurut Hasna sudah seharusnya David lebih memperhatikan Amanda,yang akhir akhir ini mengalami ngidam yang parah.
Bu Fatma yang biasa selalu menemani Hasna sedang mendampingi pak Hamdan menghadiri rapat pemegang saham.
Saat dilakukan usg,Hasna terpesona melihat foto usg bayinya dilayar komputer.Janinnya sudah berumur enam bulan, tumbuh sehat,sempurna,berjenis kelamin laki laki.
Sepanjang perjalanan pulang,Hasna selalu tersenyum dan memandangi foto usg bayinya .
Sampai di rumah Hasna mencari David,ternyata David sedang membuat susu ibu hamil untuk Amanda.Yang tidak pernah David lakukan untuknya.David sekarang lebih banyak kerja di rumah karna sifat manja Amanda yang diluar nalar.
"Mas,boleh bicara sebentar"panggil Hasna pelan kemudian duduk di bangku meja makan.
"Iya bicara aja,aku dengar kok"Jawab David sambil mengaduk aduk susu yang mengeluarkan aroma stroberi yang manis dan lezat.
Hasna sangat menginginkan susu itu sekarang tapi dia tahan.
"Mas aku tadi sudah memeriksa kandunganku,sudah empat bulan,anak kita sehat,dan...anak kita laki laki mas"Mata Hasna berbinar binar.
"Oh,syukurlah se..."Belum selesai David bicara suara Amanda menggelegar memenuhi dapur.
__ADS_1
"Davee!Sayang!Kamu lama banget sih bikin susunya,aku laper nih"Teriak Amanda sambil jalan menuju dapur.
"Iya sayang,ini sudah jadi"Jawad David.
"Oh,pantesan kamu lama,ternyata kamu lebih mementingkan dia ya,aku sudah kelaparan dikamar"Amanda menatap Hasna garang.
"Sayang,kamu jangan berlebihan begitu,Hasna hanya mau kasih tau kalau dia habis periksa kandungannya dan kandungannya sehat,bayinya laki laki,yaudah ayo ke kamar lagi"David menuntun Amanda ke kamar.
Hasna melihatnya hanya bisa sabar dan mengurut dada.
Hasna masuk kamar hendak memberi khabar pada ibu mertuanya mengenai kandungannya lewat pesan,karna dia tau kalau bu Fatma sedang menghadiri rapat takut mengganggu.
Malam dini hari tiba tiba Amanda berteriak kesakitan,nafasnya sesak.David terbangun mendengar teriakan Amanda.
"Dave pe-rut aku sa-kit"jawab Amanda dengan nafas terputus putus.
Karna takut dan tidak tau mau berbuat apa,David memanggil bu Fatma,dan menggedor gedor pintu kamar uminya.
Spontan bu Fatma dan pak Hamdan bangun karena kaget dan keluar kamar.
__ADS_1
"Ada apa Dave?"Tanya bu Fatma melihat wajah David yang ketakutan.
"Umi,manda umi!"David menarik tangan bu Fatma ke kamarnya yang di ikuti pak Hamdan dan melihat Amanda meringis kesakitan dengan nafas tersengal sengal.
Bu Fatma cepat tanggap dan menyuruh David mengambil oksigen dan segera memasangkan pada hidung Amanda.
Amanda segera dilarikan kerumah sakit,dan langsung ditangani dengan cepat di ruangan IGD.
Setelah hampir dua jam mendapat penanganan keadaan Amanda mulai stabil,nafasnya sudah normal kembali.
Dokter yang menangani Amanda memanggil David untuk memberikan laporan mengenai istrinya.
Di dalam kantornya,dokter tersebut menerangkan bagaimana perkembangan janin dan keadaan fisik ibu janin.
"Begini pak David,sebenarnya kami sangat berat menyampaikan berita ini,tapi harus kami sampaikan,saya harap bapak dan keluarga kuat terutama istri bapak sendiri"Dokter menjeda sejenak,karna dia juga sangat berat menyampaikan.
"Bayi dalam kandungan istri anda mengalami kelainan jantung,dan...tubuhnya tidak berkembang dengan sempurna sebagaimana janin pada umumnya".
Seketika tubuh David membeku,nafasnya terasa berhenti,dadanya terasa sakit.
__ADS_1
David tidak sanggup berkata apa apa,kedua tangannya mengepal,akhirnya dia berteriak.
"Tidaaak...!!!"