
Kiara masih saja terus menangis di dalam dekapan sang ibu, ia masih belum menyangka dengan apa yang terjadi dalam hidupnya.
"Sudahlah nak, jangan seperti ini. tuhan masih baik pada kamu, tuhan telah menunjukan siapa dia sebenarnya" ucap Mona seraya membelai lembut rambut sang putri.
"Ini terlalu menyakitkan untuk aku Bu !" Seru Kiara seraya terisak. "Aku ingin sendiri dulu" Kiara merebahkan tubuhnya dan menutup seluruh tubuhnya dengan selimut.
Mona memilih keluar dari kamar sang anak, ia membiarkan anaknya meluapkan semua kesedihannya.
Tok . . tok . . tok
"Iya sebentar" Mona segera berjalan menuju ruang tamu. saat membuka pintu Mona sangat terkejut dengan tamu yang datang.
"Tristan !!".
"Apa kabar Bu ?" tanya Tristan saat sang calon mertua membukaan pintu. Tristan meraih tangan Mona dan menyalaminya dengan penuh kesopanan.
Mona tak langsung menjawab pertanyaan Tristan. di pikirannya terlintas banyak pertanyaan seputar kedatangan Tristan ke rumahnya.
"Ibu pasti terkejut kan, karena aku datang dengan tiba - tiba, aku sengaja datang tanpa memberi tahu Ibu atau Kiara karena aku ingin membuat kejutan untuk Kiara" Tristan menyampaikan maksud kedatangannya. "Kiara ada di rumah kan ?, Sejak Tadi aku tidak bisa menghubunginya, Apa dia baik - baik saja ?".
Mona masih diam, mulutnya seakan - akan terkunci untuk berbicara.
"Bu kenapa malah diam, Mana kiara ?".
"Untuk apa lagi kamu datang ke sini ?" tanya Mona dengan mengubah ekspresi wajah yang tadinya terkejut akan kedatangan Tristan menjadi wajah dengan penuh amarah.
Kini giliran Tristan yang terkejut dengan pertanyaan Mona, apalagi melihat tatapan sinis dari Mona membuat Tristan menjadi kebingungan.
"Bu, kenapa bicara seperti itu ?" tanya Tristan bingung.
"Belum puas kamu menyakiti anak saya !!" Seru Mona dengan berapi - api.
Sedangkan Kiara yang berada di kamar merasa penasaran mendengar keributan yang terjadi di rumahnya.
"Ada apa Bu ?" tanya Kiara saat mengahmpiri sang Ibu
"Kiara !!" Seru Tristan, melihat sang pujaan hati Tristan pun seketika berlari ingin mengampiri Kiara dan memeluknya erat. namun sayang baru saja berlari beberapa langkah Mona langsung menghadang Tristan.
__ADS_1
"Bu !!". Tristan sotak terkejut dengan aksi yang di lakukan Mona.
"Untuk apa kamu datang ke sini ?!!" Seru Kiara.
Rasa sedih yang di alami Kiara pun berubah seketika menjadi amarah saat melihat Tristan berada di depan rumahnya.
"Ada apa ini, kenapa kalian seakan - akan membenci aku ?" tanya Tristan kebingungan.
"Kami sudah mengetahui kebusukan kamu !!" Seru Mona.
"Jangan sok berlaga bodoh !!" Seru Kiara.
Kemarahan dua wanita di hadapannya membuat Tristan kebingungan. "Apa mereka sedang mengfrank" Gumam Tristan dalam hatinya.
"Akting kalian sungguh luar biasa, bikin aku spot jantung" ujar Tristan mencoba mencairkan suasana yang terasa tegang dan panas.
"Ternyata kamu bener - bener orang yang tidak punya perasaan, tidak ada rasa bersalah sedikit pun di hati kamu, bahkan dengan entengnya kamu menganggap kami sedang berakting" ucap Kiara dengan sinis.
"Sebenarnya ada apa ini ?" tanya Tristan yang semakin kebingungan.
"Mulai saat ini kita sudah tidak punya hubungan !!" Seru Kiara seraya terisak. ingin sekali ia menghajar lelaki yang ada di hadapannya, namun hal itu ia urungkan karena bisa merugikan dirinya sendiri.
"Aku tidak bercanda, ini serius, aku sudah tau semuanya !" Kiara tak dapat membendung air matanya.
"Maksud kamu apa Kiara, aku tidak paham ?" tanya Tristan.
Perdebatan di rumah Kiara menjadi pusat perhatian para tetangga yang kebetulan lewat depan rumah Kiara.
"Lebih baik kita bicara di dalam saja, tidak enak di lihat para tetangga" ujar Mona.
"Tapi Bu " sahut Kiara yang keberatan
"Ibu tau Tristan salah, namun apa salahnya Jika kita mendengarkan alasan dia kenapa tega melakukan hal tersebut pada kita". ujar Mona.
"kenapa ibu bicara seperti itu ?" tanya Tristan Pada Mona saat mereka sudah duduk di ruang tamu sedangkan Kiara memilih untuk masuk kembali ke dalam kamarnya.
"Jujur Ibu sangat kecewa dengan kamu, tapi di sisi lain Ibu juga bersyukur karena tuhan telah menunjukan sifat kamu sebenarnya" ujar Mona.
__ADS_1
"Maksud Ibu apa ?" tanya Tristan, ia sama sekali tidak mengerti dengan apa yang di bicarakan Mona.
"Tristan, Ibu dan Kiara sudah tau kok semua tentang kamu, tentang siapa kamu sebenarnya" ujar Mona seraya menahan gejolak amarahnya.
Tristan masih terlihat seperti kebingungan, ia tak paham dengan maksud yang di bicarakan oleh Mona.
"Intinya kita sudah mengetahui semuanya !!" sambung Mona.
Kiara Sahila seorang gadis cantik, dengan tinggi badan yang ideal, kulit putih dan mulus, rambut panjang, dan terdapat lesung di pipi membuat siapa saja yang melihatnya akan terpana. Kiara kini sudah berusia dua puluh lima tahun. Ketika berusia tujuh belas tahun ia begitu sangat terpuruk dengan kehilangan sang ayah akibat sebuah kecelakaan mobil. Kini Kiara hidup bersama sang Ibu yang bernama Mona.
Sejak kepergian sang ayah Kiara menjadi pemurung, ia lebih banyak menghabiskan waktunya di rumah dengan cara berdiam diri di kamar, hal itu berlangsung hingga Kiara bekerja.
Kiara bekerja di sebuah perusahaan yang bergerak di bidang property di bagian staf keuangan.
Tristan Prayoga seorang pria yang mampu membuat Kiara kembali tersenyum dan ceria. Tristan, lelaki yang berusia tiga puluh tahun yang merupakan rekan kerja Kiara di kantor.
Tristan dan Kiara sudah menjalin hubungan selama satu tahun,di awal hubungan ibu dari Kiara menolak keras hubungan mereka, entah apa yang membuat Mona menolak Tristan.
Hari demi hari Tristan menunjukan sikap yang membuat Mona luluh, apa lagi melihat anak semata wayangnya kembali ceria dan punya semangat hidup lagi hingga akhirnya merestui hubungan Kiara dan Tristan.
Hubungan mereka belum jelas mau di bawa ke mana karena Tristan tidak pernah membicarakan tentang pernikahan atau pun lamaran, bahkan hingga saat ini Kiara tidak pernah di perkenalkan pada keluarga Tristan. setiap Kiara meminta kejelasan hubungan mereka, Tristan selalu menjawab jalani saja dulu, jika sudah waktunya ia akan datang melamar bersama keluarganya.
"Ini barang - barang yang pernah kamu berikan selama kita pacaran dan sekarang aku kembalikan lagi sama kamu !!" Kiara melemparkan barang - barang pemberian dari Tristan ke arah pintu keluar.
"Aku bisa jelaskan semuanya" ucap Tristan.
"Aku tak butuh penjelasan dari kamu, aku sudah tau semuanya. jadi sekarang aku tau kenapa kamu sampai sekarang tidak menikahi ku" ucap Kiara seraya terisak. hatinya bener - bener terasa begitu sakit.
Cinta Kiara untuk Tristan begitu besar, apalagi bagi Kiara, Tristan merupakan cinta pertamanya dan juga lelaki yang telah memberi warna di kehidupannya, wajar saja jika sekarang Kiara benar - bener merasa kecewa.
"Kiara, aku punya alasan melakukan ini semua" Tristan menarik tangan Kiara agar tak pergi dan mau mendengarkan penjelasannya.
"Jika kamu benar - benar mencintai ku, tinggalkan aku sekarang juga, jangan pernah temui aku lagi, dan satu lagi jangan sampai orang - orang beranggapan bahwa aku ini pelakor !!" Seru Kiara dan berlalu meninggalkan Tristan dengan perasaan yang hancur.
Kiara tak bisa membayangkan bagaimana kehidupannya setelah ini, bagaimana jika orang - orang tahu dan menyebutnya sebagai pelakor.
...πΏπΏπΏπΏπΏ...
__ADS_1
Hai para reader yang baik hati ποΈποΈποΈ
Akhirnya setelah sekian purnama menghilang bagaikan di telan bumi kini kembali hadir dengan membawa cerita baru. .