
Rani langsung melajukan mobilnya menuju alamat yang di maksud, hari ini Rani akan menyelidiki kegiatan sang suami dari orang yang dapat di percaya.
Rani mengentikan mobilnya di sebuah rumah yang letaknya tak jauh dari tempat tinggalnya. kemudian ia turun dari dalam mobil dan membunyikan bell rumah tersebut.
"Ehh ada Mbak Rani" ujar pemilik rumah menyambut kedatangan tamunya dengan ramah dan Rani pun membalas dengan senyumannya.
"Maaf tante Rani datang pagi - pagi sekali, Rani ada perlu sama Rika" ujar Rani menyampaikan maksud ke datangannya.
"Oh tidak apa - apak, Rika ada tapi dia sedang mandi, ayo tunggu di dalam saja" ujar Mamanya Rika.
"Di sini saja tante" jawab Rani sopan.
Setelah menunggu setengah jam lebih akhirnya Rika pun datang menghampiri Rani.
"Rani, ada apa ? tumben pagi sekali datang ke sini, sampai bawa mobil segala lagi" ujar Rika seraya melirik ke arah mobil yang terparkir tepat di depan pintu gerbang rumah Rika.
"Aku ada perlu sama kamu, ini serius" ujar Rani.
"Ada apa emangnya, sepertinya penting sekali" tebak Rika.
"Kita bicara di taman saja" ajak Rani.
Karena penasaran Rika pun menyetujui ajakan Rani, sebelum berangkat Rika terlebih dahulu pamit pada orang tuanya.
hanya lima menit perjalanan menggunakan mobil, akhirnya mereka sampai di taman, mereka mencari tempat duduk yang sepi agar pembicaraan mereka tak di dengar oleh orang lain.
"Ada apa sih sebenarnya ?" Rika sangat penasaran hal apa yang akan di bicarakan oleh Rani, karena ini kali pertamanya Rani mengajaknya bicara serius.
"Rik, kalau perempuan yang waktu bareng kamu itu saudara kamu ??" Rani memulai pembicaraannya
"Iya dia sepupuh aku, namanya Kiara".
"Boleh aku minta nomor ponselnya ?".
"Untuk apa ?".
"Ada sesuatu hal yang perlu di bicarakan" jelas Rani.
__ADS_1
"Apa Kiara menggoda suami mu ?" entah kenapa Rika punya pemikiran seperti itu, padahal ia tau jika Kiara adalah perempuan baik.
"Tidak, aku hanya ingin minta tolong padanya" jelas Rani.
"Minta tolong ? bukanya kamu tidak mengenalnya ?".
"Iya aku memang tidak mengenalnya tapi jika di lihat dari kepribadiannya sepertinya dia perempuan baik - baik. Aku hanya ingin minta tolong untuk mencari tau kegiatan mas Tristan ketika dia sedang di kota, karena ternyata Kiara sapupuh kamu itu satu tempat kerja dengan suami ku" Jelas Rani.
"Kamu tau dari mana jika mereka satu tempat kerja ?".
"Ketika Alea sakit aku nekad datang ke kota, tak sengaja aku bertemu dengan sepupuh kamu" Jelas Rani.
Tak mau pergi lama - lama karena ia harus segera pergi karena ada suatu urusan tanpa pikir panjang lagi akhirnya Rika langsung memberikan nomor ponsel milik Kiara pada Rani, kemudian Rika pun pamit pergi.
Rani melebarkan senyumannya saat melihat nomor Kiara, ia tak sabar untuk mengetahui bagaimana suaminya jika sedang di kota.
"Apa benar ini dengan Kiara ?" tanya Rani saat menghubungi nomor Kiara, walaupun panggilannya sudah di angkat namun tak ada jawaban dari sebrang telepon tersebut.
"Hallo. . "Sapa Rani lagi.
"Ini siapa ?" tanya perempuan dari sebrang telepon.
"Hah Rani .?!" perempuan dari sebrang telpon tersebut seperti kebingungan.
"Iya Rani Istrinya Tristan" jelas Rani lagi.
Sementara di kantor Kiara sangat terkejut saat mengetahui jika yang menghubunginya adalah istri sah dari mantan pacarnya.
"Apa Rani sudah mengetahui semuanya, lalu dia akan marah dan memaki - maki aku sebagai pelakor di tempat umum ? aku harus bagaimana ini" ucap batin Kiara, ia benar - benar merasa khawatir dengan semuanya.
"Apa Tristan sudah mengajukan cerai, makanya Rani menghubungi ku" semua pikiran buruk terus bertengger di dalam pikiran Kiara.
"Bisa kita bicara sebentar ?" tanya Rani dari sebrang telepon.
"Hmmm, ini. . jam kerja" jawab Kiara.
"Oh maaf jika aku mengganggu, nanti jam istirahat aku hubungi lagi" Rani pun menutup teleponnya.
__ADS_1
Selama bekerja hingga waktu istirahat tiba Kiara tak dapat fokus bekerja, pikirannya terus berkelana pada Rani yang ingin berbicara padanya. Karena penasaran akhirnya Kiara segera pergi ke kantin untuk mengetahui pembahasan apa yang akan di bicarakan Rani.
"Kia tunggu !!" ujar seseorang yang membuat Kiara menghentikan langkahnya. "Kia kenapa tadi kamu harus berangkat dengan Angga ?" tanya seseorang lagi. sedangkan Kiara terdiam, ia memikirkan bagaimana bisa segera ke kantin karena ia penasaran dengan Rani.
"Maaf aku sibuk, tak ada waktu untuk membicarakan hal seperti itu !!" ucap Kiara tegas dan segera berlalu meninggalkan Tristan.
"Kia, aku tahu kamu masih mencintai ku, kamu sengaja dekat Angga biar aku cemburukan ?!" Teriak Tristan, namun Kiara terus saja melangkah ia tak peduli dengan teriakan Tristan.
Tiba di kantin Kiara langsung merogoh sakunya mencari benda pipih miliknya, segera di bukanya dan ternyata ada satu pesan masuk dari Rani.
"Jika sudah waktu istirahat segera hubungi aku" tulis pesan Rani.
Kiara mengerutkan dahinya saat membaca pesan dari Rani, pikirannya menjadi tak karuan antara penasaran dan juga takut. Kiara membalas pesan dari Rani dan tak lama kemudian ponselnya berdering.
"Maaf Kia, aku menggaggu, hanya pada mu aku bisa minta tolong" ucap Rani dari sebrang telepon.
"Hmmm. ." ujar Kiara singkat. sejujurnya Kura berharap Rani langsung terus terang dengan maksud menghubunginya.
"Kia aku tau kamu dan Mas Tristan satu tempat kerja" ujar Rani.
"Apa Rani sudah mengetahui semuanya ? apa Tristan sudah bicara pada Rani tentang hububgannya dengan aku, pasti Rani akan minta tolong untuk aku menjauhi Tristan". perasaan Kiara semakin tidak enak.
"Jadi aku mau minta tolong sama kamu, kamu ceritakan sama aku bagaimana Tristan jika sedang di kantor dan siapa saja yang dekat dengannya, kamu tahu kan jika Tristan sudah memiliki istri dan juga anak" ujar Rani.
Kiara terdiam, ia benar - benar merasa menjadi perempuan yang paling hina, dengan polosnya Rani meminta tolong padanya, dan kenyataannya dirinyalah yang secara tidak langsung telah merusak kebahagiaan Rani dan juga anaknya.
"Aku curiga jika Tristan memiliki wanita lain, sejak bekerja di kota sikapnya benar - benar berubah" jelas Rani.
Hati Kiara semakin sakit, ia kemudian. merutuki atas kebodohan dirinya yang dengan mudah menerima Tristan tanpa mencari tahu terlebih dahulu.
"Kia kamu mau kan aku mintai tolong ?" tanya Rani lagi karena Kiara hanya terdiam saja.
"Maaf Rani sepertinya aku tidak bisa, aku tidak terlalu mengenalnya takut nanti salah bicara" Kiara menolak, Ia merasa tak pantas melakukan itu semua karena dirinyalah perempuan selingkuhan Tristan.
"Kamu cukup kasih tahu yang kamu tahu tentang Tristan" pinta Rani, ia tak patah semangat karena hanya Kiara yang ia bisa mintai tolong untuk mengetahui kelakuan suaminya.
"Maaf sekali lagi aku tidak bisa, kenapa kamu tidak minta tolong saja sama Angga, menurut cerita orang - orang mereka tinggal bersama dan juga mereka sama - sama dari satu kampung" Saran Kiara, ia sengaja menyarankan Angga karena ia yakin Angga tidak akan membongkar semuanya. "Maaf Rani sepertinya waktu istirahat akan segera berakhir" sambung Kiara.
__ADS_1
...🍿🍿🍿🍿🍿...