Maaf

Maaf
Bab 24


__ADS_3

Kiara menarik nafasnya dalam kemudian membuang nafasnya secara perlahan, itu Kiara lakukan sebanyak tiga kali.


"Kia Ayo kamu pasti bisa" batin Kiara.


"Ran, nama ku Kiara Sahila, aku bekerja di kantor yang sama dengan suami mu, teman - teman di kantor lebih sering memanggil ku dengan nama Kia, jadi Kia yang di maksud oleh kamu adalah aku".


"Maksud kamu apa sih ?" Rani belum paham apa yang di katanya oleh Kiara.


"Ran, aku adalah perempuan yang di cintai suami kamu, aku dan Mas Tristan pacaran selama satu tahun, tapi aku tak tahu jika mas Tristan sudah punya keluarga, dan saat tahu dia sudah punya kamu dan Alea aku langsung meninggalkannya, maafkan Aku Rani, karena aku keluarga mu hancur" Kiara tak lagi mampu membendung air matanya.


Deg


Rani terdiam, lidahnya keluh untuk berbicara,pikirannya pun tak lagi mampu untuk berpikir. ia tidak menyangka ternyata perempuan yang selama ini di cari - carinya berada di sekitarnya.


"Rani maafkan aku" Kini Kiara bangkit dari tempat duduknya dan kini bersimpuh di hadapan Rani memohon ampun atas semua perbuatannya. "Aku minta maaf" lirih Kiara.


Lidah Rani bener - bener kaku untuk di gerakan, Air matanya tak dapat di bendung kali Rani pun menangis.


Kedua perempuan itu menangis dan saling berpelukan, Rani memeluk Kiara dengan sangat erat, membuat Kiara bingung apakah Rani sedang marah padanya kenapa Rani diam saja, kenapa Rani tidak mengeluarkan sumpah serapahnya setelah dirinya mengakui jika dirinya adalah perempuan idaman suaminya.


"Ran. ." lirih Kiara.


Rani melepaskan pelukanya, di tatapnya Kiara secara dalam oleh Rani, membuat Kiara semakin bingung dengan tingkah Rani.


"Jadi Kamu adalah Kia ?" Akhirnya Rani mengeluarkan suaranya dan Kiara pun mengangguk.

__ADS_1


"Ran, maafkan aku, sungguh aku tak tahu jika ternyata Tristan sudah berumah tangga, mungkin ini juga kesalahan ku karena tak mencari tahu terlebih dahulu tentang dia, Ran kamu boleh memukul ku, tampar aku Ran, aku perempuan kotor yang telah menghancurkan kebahagiaan mu" tangis Kiara kembali pecah saat menyebut dirinya sebagai perempuan kotor.


"Kamu mencintai Tristan ?" tanya Rani.


"Tidak, aku tak mencintainya aku membencinya" ucap Kiara.


Pilihan Kiara tepat sekali memilih ruang vip, hingga tak satu orang pun yang dapat mengetahui pembicaraannya Kiara dan Rani, sehingga Kiara atau pun Rani bebas berbicara sekencang apa pun karena ruangan itu sudah di desain dengan kedap suara.


"Aku tak yakin dengan jawaban mu".


"Dulu aku sangat mencintainya, ia yang membuat aku kembali percaya untuk menjalani hidup, bahkan dia adalah cinta pertama ku, tapi setelah aku mengetahui semua cinta itu hilang begitu saja, hanya menyisakan sebuah kekecewaan dan juga kebencian" jelas Kiara.


"Aku boleh tanya sesuatu ?" tanya Rani ragu - ragu.


"Tanyakan saja, semuanya akan ku jawab dengan sejujur - jujurnya".


"Maksud kamu apa ?" pertanyaan Rani sukses membuat Kiara merasa terhina. "Ya emang aku perempuan kotor, kamu boleh menghina ku dengan sebutan pelakor, tapi satu hal yang harus kamu ketahui jika aku masih menjaganya hanya untuk suami ku kelak nanti" sambung Kiara sedikit tegas.


Rani terdiam, ia bisa melihat jika Kiara merasa tersingung dengan pertanyaannya, Rani hanya ingin tahu seberapa jauh hubungan mereka.


"Apa sudah di kenalkan pada keluarganya ??".tanya Rani lagi.


"Dari awal pacaran dia selalu bilang jika ia ingin membawa hubungan ini ke yang lebih serius lagi,namun ketika aku minta untuk di perkenalakan pada keluarganya Tristan selalu banyak alasan dari ibunya sakit dan banyak alasan lainnya lagi". Kiara menceritakan awal mula dirinya bisa mengetahui jika Tristan sudah memiliki keluarga dan ia juga meneritakan bagaimana sang Mama yang awalnya menolak Tristan.


Rani tak banyak bicara, sejujurnya dia masih sangat syok dengan pengakuan dari Kiara, akal sehatnya sangat sulit untuk mempercayai apa yang Kiara ucapakan, namun banyak fakta yang Kiara katakan membuat Rani sedikit demi sedikit percaya dengan apa yang di bicarakan Kiara.

__ADS_1


"Kia, kamu cantik, kamu juga wanita mandiri, pantas saja Mas Yoga sangat mencintai mu, bisa ku lihat kalian memang saling mencintai tapi Kia cinta ku untuk Mas Yoga lebih besar dari cinta mu untuk Mas Yoga" batin Rani.


"Aku sengaja mengajak mu untuk bertemu untuk menceritakan semuanya, bahkan juga aku sudah berencana untuk mengajak Tristan ke sini, kita duduk bareng bertiga untuk menyelesaikan semua ini" jelas Kiara.


"Terserah kamu saja" lirih Rani.


Kiara merogoh ponselnya yang berada di dalam tasnya kemudian ia membuka blokiran untuk nomor Tristan dan langsung saja menghubungi Tristan karena ini sudah waktunya jam istirahat.


"Kia, akhirnya kamu menghubungi ku juga, kamu tahu betapa stresnya aku saat tak ada kabar dari mu, bahkan akhir - akhir ini rumah mu selalu terlihat kosong, kamu di mana sekarang".


Betapa bahagianya Tristan saat tahu yang menghubunginya ternyata adalah Kiara perempuan yang ada di hatinya.


"Bisa kamu ke kafe Oliv sekarang, aku tunggu di ruangan vip 3". tanpa menunggu jawabn Tristan, Kiara langsung menutup panggilannya.


Rani menatap Kiara secara mendalam, perasaanya begitu campur aduk, Kiara menang wanita mandiri tak seperti dirinya yang wanita manja, apa dirinya mampu untuk bersaing dengan Kiara memperebutkan Tristan, sepetinya ia akan kalah Karena yang Rani tahu Tristan sangat mencintai Kiara, lalu bagaimana dengan niatan Rani yang siap di poligami.


Rani dan Kiara sama - sama terdiam, hanyut dalam pikirannya masing - masing, hingga suara ketukan pintu membuat keduanya tersadar.


"Sepertinya itu Tristan" ujar Rani.


Kiara membukakan pintu untuk Tristan, yang di bukakan pintu pun sangat bahagia, perempuan pujaannya kini ada di hadapannya sekarang.


"Kia, kemana saja kamu, kenapa nomor ku kamu blokir bahkan saat ku mencari ke rumah mu rumah mu selalu kosong, jangan hukum aku seperti ini, ya memang aku salah, aku hanya terpaksa berbohong karena aku takut kehilangan mu" Tristan langsung saja nyerocos tanpa melihat terlebih dahulu bersama dia Rani di sana.


"Kia aku akan segera urus perceraian ku dengan Rani, bahkan aku juga sudah menyerahkan Rani secara baik - baik pada kedua orang tuanya, jika sudah ada keputusan cerai, aku akan segera memperkenalkan mu kepada kedua orang tua ku, sesuai keinginan mu, Soal Alea aku yakin kamu akan menjadi ibu Tiri yang baik untuknya, kita harus bersabar untuk menuju hari bahagia itu, kita akan menikah". Tristan terus nyerocos tak memberi kesempatan pada Kiara untuk bicara.

__ADS_1


"Alea anak ku, hanya aku yang pantas menjadi ibunya" suara Bariton membuat Tristan terkejut setengah mati bagaimana tidak ternyata di ruangan tersebut juga ad Rani, sejak kapan dia ada di sana.


__ADS_2