Maaf

Maaf
Bab 27


__ADS_3

"Silahkan di buka" ucap seseorang itu dengan ramah, Kiara tak bisa melihat secara jelas bagaimana ekspresi seseorang tersebut karena dia tak melepaskan kacamata, masker dan juga topinya.


Kiara masih ragu untuk membukanya, namun ia juga sangat penasaran dengan isi koper tersebut. dengan penuh keraguan Kiara membuka koper tersebut.


"Bismillah" ucap Kiara pelan dan terbukalah isi koper tersebut.


"Astaghfirullah" ucap Kiara terkejut.


Mata Kiara langsung membeliak tatkala melihat isi koper kecil tersebut, bahkan seluruh tubuhnya menjadi gemetar saat melihat isi koper kecil tersebut.


"Itu uang semuanya untuk kamu" ujar seserang tersebut.


Kiara masih syok bahkan Kiara langsung memaruh tas tersebut di bangku, pikiran buruk tentang seseorang tersebut melintas dalam pikiran Tristan.


Kiara mengedarkan pandangannya ke sekeliling taman, hatinya merasa sedikit tenang karen suasana di sana lumayan cukup ramai, jadi jika terjadi sesuatu Kiara akan berteriak meminta tolong.


"Ambil lah uang tersebut, namun ada syarat yang harus kamu penuhi" jelas seseorang tersebut.


"Maksud anda apa ?".


"Jadi gini, saya hanya di tugaskan oleh seseorang untuk memberikan uang ini kepada mbak Kiara, namun untuk mendapatkan uang ini mbak harus janji akan melakukan syarat yang nanti akan kami sebutkan" jelas seseorang tersebut.


"Apa syarat ? kamu mau nipuatau hipnotis saya ?".


Kiara berpikir bahwa seseorang itu akan menghipnotisnya lalu akan mengeruk isi atm dan juga isi tas miliknya, kenapa Kiara mempunyai pikiran seperti itu, karena ia sering dengar dari cerita teman - temannya yang menjadi korban hipnotis.


"Untuk apa saya menghipnotis anda, tugas saya hanya mengantarkan uang ini lalu memberi tahu syarat nya" jelas seseorang tersebut.


"Kenapa anda tidak lepas kacamata dan masker anda ?".


"Itu tidak penting !".


Kiara masih tak percaya jika uang tersebut adalah uang asli semua, bagaimana jika dia pengedar uang palsu, banyak pemikiran buruk tentang sosok seseorang tersebut dalam pikiran Kiara.

__ADS_1


"Biar anda terus curiga terhadap saya maka saya akan jelaskan semuanya" ujar seseorang tersebut.


" Di dalam koper ini ada uang sebanyak seratus juta, jika kamu tidak percaya itu uang asli bisa di cek langsung ke bank, uang ini di peruntukan untuk anda dengan syarat. . " seseorang tersebut terdiam sesaat.


"Syaratnya kamu harus pergi jauh dari kota ini dan. . ".


"Anda mengusir saya, ada hak apa anda mengusir saya dari kota ini, saya di lahirkan di kota ini dan besar juga di kota ini !!" Seru Kiara memotong pembicaraan seseorang tersebut, bagaimana tidak Kiara kesal saat tahu syarat itu bahwa dirinya harus pergi dari kota ini, lagian siapa juga yang mau uang itu, walaupun Kiara hidup sederhana tapi ia tidak haus dengan uang tersebut.


"Makanya biarkan saya bicara sampai akhirn jangan asal main potong - potong aja" gerutu seseorang tersebut.


"Selain anda harus meninggalkan kota ini, anda juga harus menjauh dari kehidupan Tristan, tak boleh ada komunikasi di antara kalian dan juga untuk uang ini Tristan juga tidak boleh tahu".


Deg


Ketika seseorang tersebut menyebut nama Tristan, Kiara sangat terkejut, kini ia paham uang tersebut adalah uang sogokan agar dirinya pergi dari kehidupan Tristan, lalu uang ini dari siapa, Rani ? rasanya tak mungkin melakukan ini semua , tapi kalau bukan dia siapa lagi tak mungkin juga orang tua Tristan karena mereka tidak mengetahuinya, lalu Tristan ? apa iya di melakukan ini semua, bukan kah ia ingin bersama Kiara.


"Uang ini di rasa cukup untuk menyewa rumah baru mu nanti dan juga cukup untuk membeli kartu yang baru agar Tristan tak bisa lagi menghubungi kamu" lanjut seseorang tersebut.


"Apa kamu orang suruhan Rani ?" Kiara bener - bener penasaran siapa sosok dalang di balik uang tersebut.


"Maaf saya tidak bisa menerima uang tersebut" Kiara menggeser koper isi uang tersebut agar menjauh darinya. "Saya sudah meninggalkan Tristan sejak tahu bahwa dia sudah memiliki istri" sambung Kiara.


"Maaf saya permisi" Kiara pergi meninggalkan seseorang tersebut dengan perasaan sakit, marah, dan juga cemas.


Seseorang tersebut hanya menggelengkan kepalanya saat melihat Kiara pergi meninggalkannya.


"Dasar perempuan aneh, di kasih uang segini banyaknya malah pergi begitu saya, seperti sudah tak butuh uang saja". batin seseorang tersebut.


Seseorang tersebut merogoh ponsel di dalam sakunya kemudian menghubungi seseorang yang di duga bosnya.


"Perempuan itu menolak uangnya !" lapor seseorang tersebut.


"Menurut mu dia lebih memilih Tristan begitu ?".

__ADS_1


"Saya juga kurang tahu, tapi dia cuma bilang kalau dia sudah meninggalkan Tristan sejak dia tahu jika Tristan sudah memiliki seorang istri dan juga anak".


"Jadi perempuan itu tidak tahu bahwa Tristan sudah berumah tangga ?".


"Sepertinya begitu".


"Bawa uang itu kembali".


Sementara Kiara terus melajukan motornya, tujuannya satu ia lah rumah orang tuanya, Kiara masih kesal dengan seseorang tadi yang memberinya uang yang begitu banyak, bahkan Kiara baru kali ini melihat uang sebanyak itu secara langsung.


"Di kira aku perempuan apaan" gerutu Kiara kesal. "Tapi siapa dalang di balik semua ini ?" batin Kiara masih mempertanyakan tentang siapa dalang di balik uang tersebut, ia tak yakin jika itu adalah Rani.


"Dia kira aku cewek matre, Huhh siapa juga yang mau jadi pelakor apalagi istri ke dua," sepanjang perjalanan menuju rumahnya Kiara terus menggerutu saking kesalnya gara - gara ia di sodori uang yang banyak agar mau meninggalkan Tristan.


"Kenapa mu kusut sekali ?!" tegur Mama Mona saat Kiara tiba di rumah.


"Kiara kesel tadi ada bapak - bapak yang membuang kuntung rokok sembarangan, untung Kia pake helm kalau tidak udah kena mata Kia, kan itu bahaya" Kiara terpaksa berbohong karena tak ingin membuat sang Mama khawatir.


"Gitu aja kok mukanya sampai kusut".


"Ya karena bapak - bapak itu pas Kia kasih tahu malah nyolot, jadi ya Kia kesel lah" jawab Kia. "Sudahlah Mam, Kia mau Mandi, lengket ini badan" Kiara berlalu meninggalkan sang Mama.


"Untung Mama tak curiga tentang kebohongan ku ini". batin Kiara.


Kiara melihat ponselnya yang sejak dari tadi tak di sentuhnya, banyak sekali panggilan masuk dari Tristan dan juga beberapa pesan dari Tristan.


"Bodoh Kia, kenapa kamu tidak blok kembali si Tristan". batin Kia


{Kia, aku minta maaf jika ucapan Rani telah melukai hati kamu, tenang saja proses cerai ku dan Rani akan berlanjut}.


{Kia, minggu depan aku dapat tugas keluar, mungkin aku akan sibuk, jadi untuk mengurus semua permasalahan ku dengan Rani nanti setelah aku kembali bertugas, semoga kamu bisa mengerti dengan keadaan ini}.


dua pesan masuk semuanya dari Tristan, Kiara tersenyum kecut setelah membaca pesan dari Tristan.

__ADS_1


"Dasar lelaki tak tahu di untung, percaya diri sekali ia bicara seperti itu" gerutu Kiara dalam hatinya.


__ADS_2