Maaf

Maaf
Bab 03


__ADS_3

Tristan pulang ke apartemennya dengan perasaan tak menentu, ia tak menyangka rahasianya akan terbongkar secepat ini, yang menjadi pikiran Tristan dari mana Kiara dan Mamanya mengetahui semua ini.


"Kenapa Bro ?!" tegur seorang teman Tristan yang tinggal satu apartemen dengannya.


"Kiara minta putus"jawab Tristan seraya menjatuhkan tubuhnya pada sofa.


"Pasti dia sudah tau semuanya" tebak teman Tristan yang Bernama Angga dan Tristan hanya menganggukan kepalanya. "Sudah ku bilang hubungan ini terlalu rumit jika di paksakan pasti akan ada yang tersakiti" sambung Angga.


"Tapi aku sangat mencintainya, Cinta itu tak bisa di paksakan".


"Tapi kamu tidak akan bisa lepas dari Rani, ingat ada Alea di antara kamu" ucap Angga.


Tristan mengacak - ngacak rambutnya, pikirannya buntu untuk berpikir secara jernih, bahkan, ia tak mungkin meninggalkan Kiara karena Tristan sangat mencintainya.


"Bantu aku untuk meyakinkan Kiara" pinta Tristan.


"Itu bukanlah hal mudah" ujar Angga.


"Lalu aku harus bagaimana ?".


"Tinggalkan Kiara dan kembali pada keluarga mu, Rani sangat mencintai mu, apalagi di antara kalian ada Alea" jawab Angga seraya menepuk bahu Tristan.


"Kamu tau sejak awal aku tak mencintainya, cinta ku hanya untuk Kiara, sudah ku coba untuk berusaha mencintainya tapi aku tak bisa cinta itu tak bisa di paksakan !!".


"Kamu tak bisa mencintainya karena kamu jauh darinya dan langsung bertemu dengan Kiara". ucap Angga. "Ingat pikirkan baik - baik, ada Alea yang sangat membutuhkan mu" sambung Tristan.


Angga berlalu meninggalkan Tristan dengan segala ke gundahannya. bertahan demi harga diri keluarga atau pergi demi mengejar cinta sejatinya.


Sementara Mona setelah Tristan pulang ai segera menemui sang anak yang berada di kamarnya.


"Mam, aku bodoh kenapa aku langsung percaya begitu saja dengannya, Mam aku malu, bagaimana kalau orang - orang tau dan menjuluki seorang pelakor" Tangis Kiara kembali pecah dalam pelukkan sang ibu.


"Kamu tidak salah na, jika mereka tau cerita sebenarnya maka mereka akan mengerti" Mona mencoba menenangkan sang anak, ia tak ingin melihat kembali anaknya terpuruk seperti dulu kehilangan sang ayah tercinta. "Kamu tak boleh lemah, jangan lagi kamu menangis karena lelaki itu" Sambung Mona.


...πŸ₯€...

__ADS_1


Pagi yang cerah Kiara sudah siap untuk berangkat bekerja, walau hatinya masih penuh dengan kesedihan namun ia tak ingin menunjukan itu di depan sang Mama.


"Sarapan dulu sayang" ucap Mona seraya tersenyum.


"Nggak Mam, Kiara sudah telat karena Kiara harus menyelesaikan laporan untuk meeting pagi ini" Kiara pamit untuk berangkat bekerja, ia sudah terbiasa berangkat kerja dengan menggunakan sepeda motor peninggalan sang ayah.


Setelah cuti beberapa hari akhirnya Kaira kembali bekerja, ia merasa harus bangkit dari masalah yang menimpanya. Masuk ke dalam kantor seperti biasa, menyapa rekan - rekannya dengan senyum ramah.


"Kiara !!".


Mendengar namanya di panggil seketika wajah Kiara berubah karena ia merasa sangat kenal dengan suara tersebut.


"Kia, tunggu" Tristan datang menghampiri Kiara dan mencoba meraih tangan Kiara namun dengan cepat Kiara menghindar. "Kia kita harus bicara" sambung Tristan.


"Maaf aku buru - buru, ada berkas yang harus aku kerjakan" ucap Kiara seraya berlalu meninggalkan Tristan.


Kiara melangkahkan kakinya dengan cepat, ketika melihat Tristan perasaan cinta dan kecewa itu muncul membuat Kiara dengan susah payah menahan air matanya agar tidak jatuh. Sampai di ruang kerjanya Kiara segera mengambil berkas dan mengerjakannya.


Hari demi hari Kiara terus saja menghindar dari Tristan, rasa kecewanya yang besar membuat rasa cinta itu semakin luntur, Kiara menyibukan dirinya agar bisa lupa sejenak akan masalah dalam hidupnya.


Jam pulang kerja sudah tiba, dengan segera ia membereskan ruangan kerjanya dan menuju parkiran, namun saat ia melewati pos security tiba - tiba Kiara di panggil oleh salah satu security yang berjaga.


"Ada yang mau ketemu sama mbak Kiara" jawab salah satu security.


"Siapa ?" tanya Kiara bingung.


"Bentar saya panggilkan dulu orangnya" ujar Security seraya berlalu.


"Apa ini kerjaan Mas Tristan" Gumam Kiara, karena sudah berkali - kali Tristan mengajak Kiara bicara namun Kiara selalu menolaknya karena alasan sibuk.


Sementara di dalam kantor Tristan terus mencari keberadaan Kiara, setelah mendapat berita bahwa Kiara sudah pulang akhirnya Tristan memutuskan untuk datang ke rumah Kiara, ia harus menjelaskan semuanya dan Kiara harus tau jika dirinya hanya mencintainya. bahkan ia sudah bertekad untuk memperjuangakan Kiara bagaimana pun caranya.


Namun saat melihat ke arah pos security ia melihat sosok wanita yang di cintainya sedang berada di sana, Tristan mun tak menyianyiakan kesempatan ini untuk bicara dengan Kiara, namun saat hendak menyalakan mesin motornya mata Tristan tertuju pada seseorang yang sedang berjalan beriringan dengan security dan menuju tempat dimana Kiara berada.


"Apa aku salah liat ?" tanya Tristan pada dirinya sendiri. "Tapi itu bener dia, tapi untuk apa di sini" gumam Tristan.

__ADS_1


Kiara terkejut saat melihat seorang wanita yang berjalan security. "Kenapa dia ada disini, apa dia sudah mengetahui semuanya ?" gumam Kiara dalam hatinya.


"Ehh bukan nya mbak ini yang sepupunya Rika ya" tegur seorang wanita yang berjalan bersama security.


"emm . . ehh . . i iya" Kiara seketika menjadi gugup saat perempuan itu menyapanya.


"Kerja di sini juga ?"


"Iya Mbak" jawab Kiara."Apa dia yang di maksud security" gumam Kiara dalam hatinya.


"Eh mbak Kia orang yang mau bertemu mbak Kia nunggu di depan, dia kurir pengantar paket" jelas Security, seketika perasaan Kiara menjadi lega.


"Mbak aku duluan ya" ucap Kiara seraya berlalu.


Setelah Kiara pergi Tristan langsung menghampiri security yang sedang bersama istrinya itu.


"Rani kenapa kamu ada di sini ?" tanya Tristan penasaran dengan kedatangan Rani yang sangat tiba - tiba.


"Aku ke sini hanya ingin memberitahu kamu jika Alea masuk rumah sakit karena demam berdarah" jelas Rani dengan raut wajah sang sedih.


"Apa Alea masuk rumah sakit ?!! sejak kapan ? Kenapa kamu tidak menghubungi ku saja, kamu tak perlu jauh - jauh datang ke sini" ucap Tristan, ia bener - bener mengkhawatirkan kondisi buah hatinya.


"Jika itu bisa ku lakukan mungkin sudah dari kemaren malam aku menghubungi mu Mas" ucap Rani seraya menahan kesedihan dan juga kekecewaan terhadap Tristan yang sulit di hubungi ketika suasana sedang darurat.


Tristan menarik napas dan membuangnya secara kasar, ia baru sadar ternyata ponsel yang biasa di gunakan untuk menghubungi sang istri itu mati karena lupa mengisi batrai.


"Ponsel ku rusak jadi tidak bisa di pakai" ucap Triatan berbohong. "Lalu siapa yang menjaga Alea ?".


"Ada Ibu dan Kak Mira" jawab Rani "Mas, kamu harus pulang dulu, Alea selalu mencari keberadaan kamu" pinta Rani.


"Tapi aku harus izin terlebih dahulu, tidak bisa pergi begitu saja" jelas Tristan.


Ketika Tristan dan Rani berjalan beriringan melewati Kiara, ada rasa nyeri di hati Kiara melihat pasangan suami istri tersebut.


"Mbak Kiara kita duluan ya" ucap Rani seraya melambaikan tangannya.

__ADS_1


...🍿🍿🍿🍿🍿...


Seneng bangat rasanya bisa kembali aktif menulis dan menyalurkan hobbi walaupun sering di recokin bocil yang sedang aktif - aktifnya.


__ADS_2