
Mona menangis ia merasa telah menjadi seorang ibu yang gagal melindungi sang buah hati dari orang - orang jahat.
"Mam, dapat dari Mana video itu ?" tanya Kiara penasaran.
"Ada nomor baru yang mengirimnya ke nomor Mama" jawab Mama Mona.
Kiara terdiam sejenak, lalu mengambil ponselnya yang sejak tadi tak ia sentuh, ternyata di ponselnya sudah ada beberapa pesan masuk di antaranya pesan dari Rani.
{Aku tidak menyangka kamu serendah itu, aku kira kamu wanita baik - baik seperti yang selalu kamu perlihatkan di hadapan ku, ternyata penampilan mu tak mencerminkan perlakukan mu, oh ya mungkin dia sudah cerita pada mu bawa kita sedang proses cerai, jadi sekarang tak ada lagi halangan yang menghambat hubungan kalian, kalian bebas melakukan apa pun itu}. isi pesan dari Rani.
"Kenapa Rani tiba - tiba mengirim pesan seperti itu apa dia juga mendapat kiriman video seperti Mama" batin Kiara.
{Ran, apa ya Maksud kamu bicara seperti itu, Maaf aku dan Mas Tristan sudah tidak punya hubungan apa pun} Balas Kiara.
{Ran, Maafkan aku sumpah aku tak ada niat apa pun sama kamu, aku hanya ingin menolong mu,}.
{Jika memang kejadian itu membuat kamu merasa hina aku janji akan bertanggung jawab atas semuanya, aku akan segera datang ke rumahmu bersama orang tua ku}.
Dua pesan yang Tristan kirim membuat Kiara sedikit berpikir, kenapa seakan - akan aku menuntut pertanggung jawabannya.
Kiara kembali mengingat rentetan kejadian semalam dan Kiara simpulkan kejadian semalam adalah sebuah rencana seseorang yang ingin menjebaknya, namun siapa dalangnya, Tristan kah ?.
Jika Tristan pelaku nya kenapa ia tak menyentuhnya atau memang belum sempat dan keburu di gerebek oleh pak Rey dan yang lainnya, lalu siapa ? hanya Tristan yang sedang berjuang untuk mendapatkannya.
Apa Tristan juga yang mengirim video itu pada Mama bahkan sepertinya Rani juga mendapat kiriman video tersebut, lalu biar apa menyebarkan Video tersebut atau itu sebuah strategi agar Kiara mau di nikahinya.
Bermacam - macam kemungkinan hadir di pikiran Kiara, entah kenapa dirinya mencurigai Tristan sebagai dalang dari semuanya.
"Nak kenapa kamu diam ?" tanya sang Mama.
"Mam, aku rasa kejadian ini adalah sebuah rencana seseorang" jelas Kiara.
"Maksud mu ?".
"Ini semua rencana Mas Tristan, ia sengaja melakukan ini semua agar ia bisa menikahi ku".
__ADS_1
"Kenapa kamu berpikir seperti itu ?".
"Karena Mas Tristan bilang dia siap tanggung jawab dan akan segera datang bersama kedua orang tuanya". jelas Kiara.
"Apa kamu juga akan menuntut pertanggung jawaban atas kejadian ini ?".
"Tidak !! aku tidak akan menuntutnya !" Seru Kiara tegas.
Setelah berbicara panjang lebar dengan Mama Mona Kiara izin untuk beristirahat, kejadian semalam membuat ia tak bisa memejamkan matanya hingga sinar mentari pagi bersinar.
Baru saja Kiara memejakan matanya ponselnya berdering ternyata Tristan menghubunginya.
"Ada apa lagi kamu mas, apa kamu belum puas membuat ku malu di hadapan atasan ku, apa kamu memang sengaja agar nama mu jelek di mata orang - orang" ujar Kiara.
"Maaf tapi aku tidak ada niat apa pun, Kia aku janji akan bertanggung jawab atas kejadian semalam".
"Dengan cara kamu menikahi ku ??!!".
"Iya, tapi aku minta waktu karena aku dan Rani masih dalam proses cerai".
"Hmmm, sekarang aku tahu maksud kamu melakukan ini semua, agar aku menuntut kamu bertanggung jawabkan, jangan berharap lebih Mas, dengan kejadian ini malam aku semakin yakin untuk menjauh dari mu".
"Mana ada maling ngaku penjara penuh Mas, oh iya kamu tak perlu datang kerumah bersama orang tua mu karena aku tak akan menuntut apa pun dari kamu, ku hanya minta tolong jangan pernah temui aku lagi, jangan hubungi aku lagi, sudah itu saja".
Kiara menutup panggilannya, rasa muak jika harus terus - terusan berbicara dengan Tristan yang tak mengerti dengan adaan, ia hanya memaksakan egonya saja tanpa mau berpikir panjang.
Baru saja menaruh ponselnya di atas nakes namun ponselnya kembali berdering, sebuah pesan masuk.
{Tak perlu berlaga polos seperti itu, aku sudah melihat semuanya, selamat kamu memenangkan perlombaan ini} bunyi pesan tersebut.
{Terserah kamu mau bicara apa pun tentang aku, hanya satu yang harus kamu tahu aku tak akan kembali bersama mas Tristan lagi } balas Kiara.
{Aku tak peduli kalian mau bersama atau tidak, fokus ku kini hanya pada Alea yang kebahagiannya telah di hancurkan oleh seseorang} balas Rani membuat dada ini merasa sesak. ya aku bukan hanya menyakiti Rani namun juga Alea anak dari Mas Tristan bersama Rani.
Kiara tak lagi membalas pesan Rani, ia tak sanggup lagi dengan kata - kata Rani yang akan semakin menyudutkannya, Kiara memilih membaringkan tubuhnya memejamkan matanya berharap semua malah cepat berlalu dan ia kembali hidup tanpa bayang - bayang rasa bersalah pada Rani dan juga Alea.
__ADS_1
Seminggu sudah berlaku, Kiara harus kembali namun sang Mama melarangnya, ia tak ingin anaknya kembali mengalami hal itu apalagi nantinya mereka akan di pisahkan oleh jarak dan membuat Mama Mona tak bisa berada di samping Kiara.
"Nak kembali lah ke kota ini, Mama tak sanggup lagi harus berjauhan dengan mu, Mama takut hal buruk terjadi pada Mu". Mama Mona berurai Air mata.
"Mama, Kiara bisa jaga diri baik - baik kok".
"Tidak Kiara tidak, Mama tak izinkan kamu untuk pergi, kamu anak Mama satu - satunya, di dunia ini Mama hanya punya kamu nak" Mona tersedu - sedu membuat Kiara tak tega melihatnya.
"Kiara akan menghubungi dulu pak Rey" ujar Kiara, mencoba menenangkan sang Mama.
Setelah tangis sang Mama mereda, Kiara izin untuk menghubungi pak Rey, ia akan mengutarakan pengunduran dirinya.
"Ada apa Kia, apa ada masalah ?" tanya pak Rey.
"Pak Maaf sebelumnya jika ini tidak sopan, namun aku harus mengatakan ini lewat sambungan telepon".
"Katakan saja".
"Pak saya mau mengundurkan diri dari pekerjaan saya".
"Memangnya kenapa, apa ada kaitannya dengan kejadian waktu itu ?.
"Mama tak ingin aku pergi jauh darinya, Mama takut aku akan mengalami kejadian itu lagi, maaf kan saya pak".
"Baiklah jika itu baik menurut mu, saya akan memberikan sisa gaji mu".
"Terima kasih banyak pak atas pemgertianya".
Kiara kembali menghampiri sang Mama yang sedang termenung di teras depan, Kiara yakin jika Mamanya sedang memikirkan nasibnya.
"Ma, Kiara sudah bicara dengan pak Rey dan sepertinya pak Rey mengerti dengan keputusan Kiara".
"Syukurlah".
"Tapi kenapa Mama masih termenung apa ada masalah ?".
__ADS_1
"Barusan Mama dapat kabar tante mu masuk rumah sakit".
"Astaghfirullah". ucap Kiara terkejut.