Maaf

Maaf
Bab 25


__ADS_3

Perasaannya tak menentu saat Tristan datang, Rani membiarkan Kiara yang membukakan pintu ruangan tersebut. rasa cemburu pun menjalar di seluruh tubuh Rani.


Hati Rani semakin teriris - iris saat melihat binar - binar kebahagiaan Tristan saat bertemu dengan Kiara, tak bisa di hobongi memang Tristan sangat mencintai Kiara.


Hati Rani semakin panas dan juga sakit saat Tristan mengakatakan jika Kiara akan menjadi ibu yang baik untuk Alea. Rani tak lagi membendung amarah nya.


"Alea anak ku, hanya aku yang pantas menjadi ibunya !!" Teriak Rani membuat Tristan dan Kiara terkejut.


Rani bangkit lalu berjalan mendekat ke arah Tristan dan juga Kiara.


"Inget baik - baik ya, ibunya Alea hanya aku !!" Seru Rani. ingin rasanya Rani menghajar Tristan namun lagi - lagi karena cinta Rani tak mampu melakukannya.


"Ra. .ni ka. .mu di sini ?". Tristan tak bisa menyembunyikan keterkejutan nya, bahkan lidahnya sampai keluh untuk berbicara panjang lebar seperti awal datang.


"Kita bicara sambil duduk saja" ajak Kiara.


Mereka akhirnya duduk, Kiara duduk berhadapan dengan Tristan sedangkan Rani duduk di samping Tristan.


Rani masih berusaha mengatur nafasnya, sakit itu yang Rani rasakan, bagaimana tidak sakit ketika melihat secara langsung suami yang sangat di cintainya terang - terangan menyatakan cinta kepada perempuan lain.


"Ini sebenarnya ada apa ?" Tristan membuka suaranya. "Ran jelaskan kenapa kamu bisa bersama Kia, apa yang telah kamu lakukan kepada Kia ?" tanya Tristan seraya menatap ke arah Rani.


Lagi - lagi Rani harus menelan rasa sakit, Tristan menuduhnya telah melakukan sesuatu pada perempuan idaman suaminya.


"Sebegitu jahatnya aku di mata mu Mas" lirih Rani, hatinya bener - bener hancur saat ini.


Melihat Rani menangis, ada perasaan bersalah di hati Tristan, namun apalah daya nya ia hanya mengkhawatirkan kondisi Kiara, Tristan tahu sendiri sifat Rani seperti apa.

__ADS_1


"Di sini Rani tidak salah, aku yang mengajak Rani untuk bertemu di sini, aku ingin jujur pada Rani jika aku adalah perempuan yang telah menggorekan luka di hatinya" ujar Kiara.


"Aku mohon pada mu Mas, jangan kamu tinggalkan Rani, dia perempuan yang sangat baik" lanjut Kiara.


"Kia, sudah ku katakan aku tak mencintainya, aku hanya mencintai kamu !!" Seru Tristan.


Rani hanya menunduk, betapa sakit hatinya, Pria yang di cintainya dengan lantang mengucapkan cinta pada perempuan lain.


"Tapi kamu mencintai Alea kan, bertahanlah demi Alea" ujar Kiara.


"Aku sudah mencobanya tapi tak bisa" sahut Tristan.


"Jadi begini sikap polos kamu Kiara, aku kira kamu perempuan baik - baik tapi ternyata dalamnya busuk, pelet apa yang gunakan untuk memikat Tristan sehingga ia tak lagi mencintai anak dan Istrinya !" Seru Rani tegas, wajahnya memerah menahan amarah dan juga cemburu.


"Maksud kamu apa Ran ?" tanya Kiara bingung.


"Kehadiran Alea membuat rumah tangga ku semakin membaik, bahkan bisa ku lihat suami ku mampu mencintai ku dan juga anak ku Alea berhasil mempersatukan kami, tapi perlahan perhatiannya memudar bahkan dia sudah tak lagi peduli dengan Alea ternyata itu semua ulah pelet mu Kiara, di mana hati nuranimu sebagai sesama perempuan". lanjut Rani lagi.


"Ran, kenapa kamu bicara seperti itu, aku tidak memelet Tristan, malahan aku tidak mengerti masalah ilmu pelet" Kiara membela dirinya sendiri.


"Belum mau juga membuka kedok asli mu, atau takut di tinggalkan suami ku ?" Rani tersenyum kecut, ia bener - bener merasa muak melihat tingkah polos Kiara.


"Sekarang aku mengerti kenapa.kamu mengajak ku bertemu di sini bahkan mengajak suami ku juga, kamu ingin menunjukan pada ku betapa suami ku mencintai ku. kamu berhasil Kiara, suami ku sudah cinta mati pada mu sehingga tak lagi peduli pada ku yang masih istri sahnya, bahkan dengan lantang sekali dia mengatakan cintanya pada mu" lanjut Kiara.


"Diam Rani !!" seru Tristan. "Kenapa kalian malah bertengkar, apa sebelum aku ke sini Rani telah menyakiti mu ?". tanya Tristan.


"Hahaaa . " Rani tertawa seraya bertepuk tangan. "Kiara hebat, bisa kamu lihat dengam beraninya suami ku membentak ku".

__ADS_1


Tak ada lagi air mata yang keluar dari pelupuk mata Rani, saking hancurnya perasaannya sehingga Rani tak mampu lagi mengeluarkan air matanya.


"Aku mengundang kalian tak ada lain niat ku hanya ingin menyatukan hubungan kalian lagi, Rani kamu memang korbannya di sini tapi aku juga sama seperti mu korban dari kebohongan suami mu, ya aku bodoh dengan langsung mempercayai ucapannya tanpa mencari tahu terlebih dahulu, Rani aku minta maaf telah merusak kebahagiaan mu dan satu yang harus kamu ingat aku tak pernah menggunakan ilmu pelet apa pun untuk membuat Tristan tunduk pada ku" ujar Kiara, ada rasa sesak di dada saat Rani mengatakan dirinya menggunakan ilmu pelet.


"Dan Kamu pas, kembali lah pada Rani, Alea sangat membutuhkan mu, Alea butuh keluarga yang utuh. jangan pernah mencari ku lagi" lanjut Kiara.


"Tugas ku sudah selesai, aku pamit pergi dulu, tenang saja semuanya sudah ku bayar, aku pamit Ran, Mas". Kiara berlalu meninggalkan ruangan tersebut.


Sebelum menuju parkiran Kiara terlebih dahulu menuju toilet, di sana ia menumpahkan air matanya.


"Jika menangis mampu membuat hati tenang maka menangislah sekencang - kencangnya agar hati bisa merasa tenang" ujar seseorang seraya menyodorkan sebungkus tissu pada Kiara.


Kiara langsung menoleh, seseorang pun tersenyum, Kiara mengambil tissu tersebut dan tak lupa mengucapkan terima kasih. seseorang pun pergi meninggalkan toilet.


Kiara membasuh mukanya lalu mengeringkannya menggunakan tissu yang tadi di beri oleh seseorang.


"Kiara kamu berhasil melewati semua ini, semoga ke depannya kamu lebih bisa selektif lagi dalam memilih" batin Kiara.


Kiara keluar dari toilet dan langsung menuju tempat di mana ia memarkirkan kendaraan kesayangannya, yang merupakan peninggalan sang Ayah.


Situasi parkiran cukup ramai karena ini memang jam makan siang akan berakhir, banyak orang - orang yang berloba - loba keluar agar tak telat sampai ke tempat kerjanya.


Motor milik Kiara berada di barisan paling depan, Kiara memutuskan untuk menunggu di pinggir cafe sampai situasi di rasa mulai lengah.


Kiara mengedarkan pandangannya keseluruh penjuru parkiran, tak sengaja mata Kiara menatap motor Tristan yang masih terparkir.


"Mungkin dia masih di dalam, biarkan sajalah toh dia sama istri sahnya ini" batin Kiara.

__ADS_1


"Lihat perempuan yang menggunakan motor metic warna merah hitam dan helm warna biru, dia adalah pelakor, dia berpacaran dengan suami saya, bahkan perempuan itu menggunakan ilmu pelet untuk membuat suami ku tunduk padanya". suara Bariton tersebut mengundang perhatian banyak orang.


__ADS_2