
"Ternyata pikiran ku salah" ucap Kiara dalam hatinya. tak ingin melihat kemesraan pasangan suami istri Kiara lebih memilih segera pergi dan menemui pengantar paket yang telah menunggunya di dekat pintu keluar.
"Maaf menunggu lama" ujar Kiara saat menerima sebuah paket.
"Tidak apa - apa" jawab kurir paket dengan ramah.
saat Kiara akan menyalakan mesin motornya tiba - tiba ada suara yang membuat dirinya sedikit terkejut.
"Mbak Kiara kita duluan ya" ucap Rani seraya melambaikan tangannya.
Kiara hanya tersenyum getir melihat Tristan bersama sang istri ada nyeri di hatinya, namun ia juga berpikir bagaimana perasaan Rani jika ia mengetahui semuanya. Kiara terus melihat ke arah pasangan suami istri tersebut hingga pasangan tersebut tak terlihat kembali.
Sementara Tristan sepanjang perjalanan menuju tempat tinggalnya pikirannya terus pada Rani yang mengenal Kiara.
"Apa mungkin mereka adalah teman sekolah atau teman kuliah ?" tanya Tristan dalam hatinya.
Pikiran Tristan terus bertanya - tanya hingga ia tak fokus dalam mengendarai motornya sehingga tanpa sengaja ia menabrak sebuah mobil yang berhenti mendadak. untung saja Tristan dan Rani tidak terluka hanya saja belakang mobil sedikit penyok akibat benturan dengan motor Tristan.
"Gimana ini ??" tanya Rani panik.
Pengendara mobil pun keluar dari dalam mobilnya lalu melihat kebelakang memperhatikan bagian mobil yang penyok.
"Maaf pak, karena saya mobil bapak jadi penyok" ucap Tristan seraya menghampiri pemilik mobil tersebut.
"Tidak apa - apa, hanya penyok saja, ini juga salah saya karena mengerem mendadak" hati Tristan sedikit lega karena sayang pemilik mobil tidak marah padanya.
"Berapa yang harus saya bayar untuk memperbaiki kerusakan mobil bapak ?" tanya Tristan.
"Hmmm. . " ucap pemilik mobil seraya berpikir. "Tidak usah mengganti kerusakan, karena ini juga salah saya, lanjutkan saja perjalanan kalian". ucap pemilik mobil tersebut.
"Bapak yakin ?" dan pria itu pun menganggukan kepalanya. "Terima kasih pak, kalau gitu saya permisi dulu" sambung Tristan.
Rani dan Tristan kembali melanjutkan perjalanannya menuju apartemennya, setelah tiba di apartemennya Tristan mempersilahkan sang istri untuk beristirahat.
"Kamu istirahat dulu, aku mau mengurus izin agar bisa menemui Alea" ucap Tristan lalu merogoh kantong celananya dan mengambil benda pipih lalu menghubungi seseorang.
__ADS_1
"Terima kasih pak atas bantuannya" ucap Tristan lalu menutup panggilan teleponnya. "Aku sudah dapat izin, ayo bersiap kita pulang" ucap Tristan.
"Tadi ponsel mu rusak, lalu kenapa sekarang bisa di gunakan lagi ?" tanya Rani penasaran.
Tristan tersentak kaget, mengapa ia bisa lupa dengan hal itu. "ahh ini. . " Tristan ke bingungan untuk mencari alasan yang tepat.
"Apa kamu menyembunyikan sesuatu dari ku ?" tanya Rani dengan penuh selidik.
"Ini ponsel khusus urusan kantor" jawab Tirstan. Rani langsung manggut - manggut tanda mengerti.
Setelah mengemasi baju - baju Tristan dan sang istri langsung kembali melakukan perjalanan menuju rumah sakit tempat Alea di rawat. sepanjang perjalanan tak ada pembicaraan mereka fokus pada pikiran masing - masing.
...🥀...
Sinar matahari mulai memancarkan sinarnya, orang - orang mulai melakukan aktivitas masing - masing, kendaraan pun mulai memenuhi jalanan. Kiara membuka matanya perlahan saat sinar matahari masuk melalui celah jendela kamarnya. ia segera bangkit dari tempat tidurnya dan bergegas menuju kamar mandi.
Hari ini adalah hari minggu, untuk mengisi waktu kiara berencana untuk berolahraga pagi yaitu dengan berlari pagi di sebuah taman yang letaknya tak jauh dari tempat tinggalnya.
"Mam aku berangkat dulu" ucap Kaira.
"ke taman yang deket mall rembulan".Untuk sampai ke taman tersebut Kaira lebih memilih untuk naik ojek online.
Tiba di taman Kiara langsung melakukan pemanasan dan lari santai mengelilingi taman tersebut, setelah setengah jam berolahraga Kiara beristirahat di sebuah bangku yang berada di bawah pohon, tiba - tiba pikirannya teringat Tristan. biasanya di waktu libur kerja mereka selalu melakukan olahraga bareng.
"Luapakan dia Kiara !! dia sudah ada yang punya, jangan kau rusak kebahagiaannya, jangan jadi wanita yang merusak kebahagiaan wanita lain" Gumam Kiara dalam hatinya.
"Nih minum dulu, jangan bengong terus nanti kesambet apa lagi kamu berada di bawah pohon" ujar seseorng membuat Kiara sadar dari lamumannya.
"Kamu ?!"
"Ekspresinya biasa aja, udah kaya liat hantu saja".
"Kamu ngapain di sini ?".
"Ya olahraga seraya cuci mata sedikit" ujar seseorang tersebut seraya tertawa. "Ini tempat umum jadi boleh dong aku datang ke sini" sambungnya.
__ADS_1
"Hmmmm. . ." jawab Kiara.
"Ini Minum".
"Terima kasih".
"Boleh duduk ?" Kiara pun hanya menganggukan kepalanya tandanya ia memberi izin pada seseorang tersebut untuk duduk di sebelahnya.
"Kia sebenarnya aku sudah tau semuanya" jelas seseorang tersebut.
"Maksud kamu apa ?" tanya Kiara bingung.
"Iya aku tau tentang kamu dan Tristan, bahkan sebelum kalian pacaran aku sudah tahu status Tristan". jelas Seseorang tersebut.
"Jadi kamu tau semuanya, tapi kenapa kamu dulu yang selalu meyakinkan aku untuk menerima Tristan ?" tanya Kiara heran.
"Aku terpaksa melakukan itu".jawab seseorang tersebut dengan wajah tertunduk. "aku punya alasan melakukan itu semua, dari dulu ingin aku jujur pada mu namun aku takut akan ancaman Tristan" sambunnya.
Kiara menatap seseorang tersebut dengan tatapan tajam seolah Kiara meminta penjelasan yang sejelas - jelasnya dari pembicaraannya.
"Kiara dulu aku baru datang dari kampung Tristan memberi ku tumpangan gratis di apartemennya, Tristan sangat berjasa untuk keluarga ku, dia yang membantu aku untuk bisa di terima kerja di sana". jelasnya.
"Lalu ancaman apa yang Tristan berikan untuk kamu ?" tanya Kiara penasaran.
"Aku dan Tristan bertetangga di kampung, ibu ku pernah ketahuan mencuri singkong di kebun milik keluarga Tristan, jika aku tidak membantunya untuk mendapatkan kamu maka ibuku akan di laporkan pada polisi" ujar Angga seraya tertunduk.Seseorang yang bersama Kiara adalah Angga yang merupakan teman Tritsan.
"Sebenernya siapa Tristan itu ?" tanya Kiara penasaran.
"Keluarga Tristan adalah orang terpadang di Desa kami, apalagi Nenek dan Kakeknya, suatu hari Kakek dan Neneknya mengalami gagal panen, ia mengalami kerugian besar, dan saat itu datanglah keluarga Istrinya Tristan menawarkan bantuan" jelas Angga.
"Karena bantuan itu Tristan di jodohkan ?".
"Keluarga Istri Tristan tak mau rugi, akhirnya mereka merencanakan perjodohan tersebut. jika perjodohan itu di tolak maka bantuan itu pun di batalkan, karena tak mau jadi orang miskin maka Nenek dan Kakeknya terus membujuk Tristan agar mau menerima perjodohan ini, Akhirnya Tristan mau menerima perjodohan ini dengan satu syarat Tristan di perbolehkan bekerja di luar kota". jelas Angga.
"Apa Tristan tidak mencintai Rani ?" tanya Kiara penasaran.
__ADS_1
"Bisa di bilang iya, tapi Tristan menghargai istrinya apa lagi setelah ada Alea" ujar Angga. "Bentar deh, kamu sudah tau nama istrinya Tristan, apa Tristan telah menjelaskan semuanya sama kamu ?" tanya Angga penasaran.