
"Kamu !!" Seru pak Rey geram.
"Pak Rey kenapa ada di sini dan. . ".
"Apa yang kamu lakukan pada Kiara hah ?!!" Bentak pak Rey.
"Saya . . saya. ."
"Sungguh ini sangat memalukan pak Tristan, kamu telah melecehkan Kiara" ujar pak Rey.
"Ini salah paham, saya bisa jelaskan semuanya".
"Apa yang ingin anda jelaskan !!" Pak Rey tak menyangka jika semua ini adalah perbuatan dari Tristan.
"Kiara kamu sadar !" Seru Wulan.
Ketiganya langsung berlari mendekat kearah tempat tidur, terlihat Kiara telah terbangun dan memegang kepalanya yang terasa sangat berat.
"Aku di mana ?" tanya Kiara berusaha bangkit dari posisi tidurnya tangannya memegang kepalanya yang terasa sakit.
"Apa yang terjadi, kenapa aku ada di sini ?" tanya Kiara lagi.
"Apa yang telah kamu lakukan pada Kiara ?" tanya pak Rey pada Tristan.
"Saya tidak melakukan apa pun pak" jawab Tristan.
"Wulan coba kamu periksa tubuh Kiara". titah pak Rey dan Wulan langsung membuka selimut yang menyelimuti tubuh Kiara.
Wulan merasa sedikit lega karena Kiara masih menggunakan pakaian lengkap bahkan sepatunya saja masih terpasang di kakinya.
"Kenapa ada Mas Tristan di sini ?" tanya Kiara bingung.
"Kia apa kamu tak ingat apa yang terjadi pada diri mu ?" tanya Wulan.
"Hah, emangnya apa yang sudah terjadi ?" tanya Kiara balik, Kiara mencoba mengingat - ngingat apa yang telah terjadi pada dirinya. "Tadi aku ke toilet karena kepala ku terasa berat bahkan tiba - tiba aku jadi ngantuk, setelah itu aku tak ingat apa - apa lagi dan anehnya kenapa aku ada di sini" jelas Kiara.
"Kia jangan - jangan minuman itu telah di beri sesuatu sehingga kepala kamu terasa berat dan juga ngantuk" ujar Wulan saat mengingat ada seorang pelayan yang tiba - tiba datang dan memberi mereka minuman.
"Minuman ?!" pak Rey terkejut dengan penuturan Wulan.
"Iya pak, tadi ketika aku dan Kiara sedang duduk memperhatikan orang - orang berdansa tiba - tiba ada seorang pelayan yan datang menghampiri kami lalu memberikan dua gelas minuman, Kiara langsung meminum minuman tersebut dan setelah itu Kiara langsung pamit ke toilet" jelas Wulan.
__ADS_1
Pak Rey menatap tajam ke arah Tristan, ia tak menyangka jika Tristan tega melakukan hal tersebut pada Kiara, padahal Tristan terlihat seperti pria baik - baik.
"Mas apa yang kamu lakukan pada ku ?" tanya Kiara lirih, ia mulai mengerti dengan apa yang terjadi pada dirinya.
"Aku tidak melakukan apa pun kia, aku menemukan mu tergeletak di dekat toilet, aku binging dan juga panik hingga akhirnya aku membawa mu ke kamar ini" jelas Tristan.
"Tidak mungkin, kamu sudah merencanakan semua ini kan, apa lagi tadi ada yang memberi Kiara minuman" ujar Wulan.
"Saya sumpah tidak merencanakannya" bela Tristan.
"Tega sekali kamu mas !!" Seru Kiara, ia menangis menganggap dirinya kotor karena berada dalam satu kamar bersama Tristan.
"Sumpah kia aku tak melakukan apa pun" ujar Tristan seraya mendekat ke arah Kiara.
Namun langkahnya terhenti karena lengannya langsung di tarik oleh pak Rey.
"Diam di tempat !!" bisik pak Rey di telinga Tristan.
Kiara di bawa oleh Wulan ke kamarnya, sementara pak Rey, pak Dilan dan Tristan masih di kamar tersebut, sebenarnya Pak Rey tak ingin mendengar penjelasan apa pun dari Tristan, namun pak Dilan tak ingin mengambil ke putusan tanpa mendengarkan dari kedua belah pihak.
"Pak Saya berani bersumpah jika saya tidak menyentuh Kiara sedikit pun, tadi saya menemukan Kiara pingsan di toliet, lalu saya bingung harus membawa Kiara ke mana dan akhirnya saya membawanya ke kamar ini" jelas Tristan.
"Kenapa kamu tidak mencari saya atau pun Wulan, kamu tahu kan jika kami datang bertiga" ujar pak Rey.
Sementara Wulan terus menenangkan Kiara yang terus - terusan menangis, ia sangat membenci Tristan setelah Wulan menceritakan semua yang terjadi pada dirinya.
"Kamu baik - baik saja, sepertinya memang dia tidak menyentuh mu" ujar Wulan.
"Apa maunya dia kenapa dia selalu mengganggu hidup ku" lirih Kiara.
Sejujurnya ia bingung melihat Tristan dan Kiara seperti orang yang sangat mengenal satu sama lain padahal yang Wulan tahu mereka hanya pernah satu kantor itu pun dulu sebelum Kiara memutuskan untuk resign.
Waktu terus berjalan, tak terasa sang pajar telah berganti dengan sinar mentari, pak Rey telah memutuskan untuk membatalkan kepulangan mereka pada pagi hari.
"Pak bolehkah saya izin cuti dulu" ucap Kiara Ragu.
"Baiklah, kamu boleh izin cuti selama seminggu" jawab pak Rey.
"Terima kasih pak".
"Wulan pesan tiket untuk penerbangan nanti sore !" titah pak Rey.
__ADS_1
"Baik pak".
Setelah sarapan, Pak Rey dan Wulan mengantarkan Kiara pulang ke rumah orang tuanya sesuai permintaan Kiara. ia ingin menenangkan pikirannya dari kejadian semalam, Kiara telah mewanti - wanti pak Rey dan Wulan agar menutup rapat kejadian malam, jangan sampai orang tua Kiara tahu.
"Ya allah nak, kamu bikin Mama khawatir, kenapa ponselmu tidak aktif" ujar Mama Mona saat Kiara tiba di rumahnya.
"Ponsel Kiara mati lupa di cas," jawab Kiara. "Oh iya bu, kenalin ini atasan Kiara namanya Pak Rey dan ini Wulan sekertaris pak Rey".
"Saya Mona ibunya Kiara".
"Reynaldi"
"Wulan".
"Ayo masuk" ajak Mama mona.
Mereka berbincang - bincang tentang kehidupan mereka, Karena sudah di wanti - wanti oleh Kiara untuk tidak menjadian semalam pada sang ibu biarkan ia sendiri yang akan bercerita pada ibunya.
"Kami harus pamit dulu bu" ujar pak Rey.
"Oh begitu, Terima kasih sudah mau mengantar Kiara ke sini" sahut Mama Mona.
"Sama - sama bu".
Setelah Pak Rey dan Wulan pergi, lalu Mama Mona mengajak Kiara untuk ke kamarnya karena ada sesuatu hal yang ingin ia sampaikan pada putrinya.
"Nak, Mama malam mimpi kamu teriak - teriak minta tolong, bahkan bi Limah pun mimpi mendengar suara mu yang meminta tolong" jelas Mama Mona.
"Mimpikan hanya bunga tidur Ma, lihat sekarang Kiara baik - baik saja kan" ini bukan saat yang tepat untuk menceritakan kejadian semalam pada sang Mama.
"Tapi kenapa semalam nomor kamu tidak aktif ?".
"Sudah ku bilang ponsel ku lupa di cas".
"Kamu tidak sedang menyembunyikan sesuatu dari Mama kan ??!".
"Apa Kiara terlihat seperti sedang berbohong ?".
"Mama punya filing yang kuat, sehingga ia mampu merasakan apa yang sedang terjadi pada ku" batin Kiara.
"Mama rasa kamu sedang menyembunyikan sesuatu dari Mama !".
__ADS_1
"Maksud Mama ?".
"Lihat Vidoe ini lalu jelaskan pada Mama !!!"