Maaf

Maaf
Bab 09


__ADS_3

Rani termenung di sebuah Cafe, Apa ia harus mengikuti saran Kiara untuk minta tolong pada Angga, tapi jika bukan pada Angga siapa lagi yang akan di mintai tolong, ia hanya mengenal Kiara dan juga Angga.


"Apa iya aku harus menghubunginya, tapi apa pembicaraan dia akan dapat di percaya" gumam Rani dalam hatinya.


Entah apa permasalahan mereka, namun Rani begitu sangat tidak menyukai Angga, hingga ia harus berpikir berkali - kali jika harus benar - benar meminta tolong pada Angga.


Rani memutuskan untuk pulang karena sang Mama terus saja menghubunginya karena Alea mencari keberadaannya.


"Kamu dari mana saja, sudah tahu Alea baru saja sembuh, maen pergi - pergi saja lama lagi, emang ya istri dan Suami sama saja" ujar Mama Rani saat Rani baru tiba di rumahnya.


"Sudah ku bilang tadi ada janji Mam" jawab Rani. "Mana Alea ?" tanya Rani.


"Alea pergi ke Mall bareng Papa, habis dari tadi dia nangis terus nyariin kamu dan Tristan" jawab Mama Rani. "Gak Istri gak Suami sama saja, kalau pergi tak pernah bilang - bilang" gerutu Mamanya Rani.


Sebenarnya Mama dan Papanya Rani tidak begitu menyukai Tristan, namun Karena sang anak sangat mencintainya maka ia pun menyetujui keinginan sang anak agar di jodohkan dengan Tristan.


...🥀...


Sementara di tempat lain Tristan mendatangi ruangan kerja Angga, ia ingin minta penjelsan kenapa ia bisa berangakat bareng Kiara, ia tak terima jika Angga juga mendekati Kiara. Tristan masuk tanpa mengetuk pintu terlebib dahulu, ia langsung nyelonong masuk begitu saja hal tersebut membuat Angga terkejut.


"Apa maksud kamu tadi pagi berangkat bareng Kiara ?" tanya Tristan.


"Tak ada maksud apa - apa, lagian kita searah apa salahnya kalau berangkat bareng" jawab Angga santai.


"Apa searah ?" tanya Tristan bingung.


"Upss. . lupa" ucap Angga seraya menepuk jidatnya. "Jadi begini, sekarang kan aku sudah punya gaji jadi aku memutuskan untuk memilih mencari kosan sendiri dari pada harus tinggal di apartemen kamu" jelas Angga.


"Bagus jika kamu pindah itu lebih baik, karena kamu hanya benalu saja" ujar Tristan ketus "Tapi ingat keluarga kamu masih punya hutang pada keluarga ku" sambung Tristan.


"Untuk itu aku akan mencicilnya" jawab Angga.


"Sekarang jelaskan kenapa kamu berangkat bareng Kiara, apa kamu juga ingin mendapatkan Kiara juga ?".

__ADS_1


"Sudah ku bilang jika aku dan Kiara satu arah" jelas Angga. "Kiara juga sedang sendiri jadi bebas dong siapa saja yang mau mendekat padanya" sambung Angga dengan santai.


"Inget ya Kiara itu milik ku, kamu berani macam - macam keluarga kamu taruhannya !!" ancam Tristan dan berlalu meninggalkan ruangan Angga.


"Ingat juga kamu punya Rani dan juga Alea !" Angga tak takut dengan ancaman yang di buat Tristan.


Tanpa sengaja Kiara lewat ruangan Angga, dan tanpa sengaja juga mendengar perdebatan antara Angga dan juga Tristan yang membuat Kiara terkejut.


"Sepertinya aku juga harus menjauh dari Angga". Gumam Kiara.


Setelah melewati ruangan Angga, Kiara semakin yakin dengan keputusanya, ia tak ingin permasalahannya merembet ke orang lain yang tak bersangkutan.


Sepuluh menit sebelum pulang Kiara menghadap pempimpin perusahaan tempat ia bekerja, menyodorkan selembar kertas.


"Apa ini Kiara ?".


"Itu surat pengunduran diri saya, mulai besok saya sudah tidak bekerja di sini lagi" jelas Kiara, Rasanya berat untuk keluar dari tempat ia bekerja karena sudah merasa nyaman namun dengan demi ketenangan hidupnya ia rela melakukannya, Kiara tidak lari dari permasalahannya namun hanya mencoba tidak memperluas permasalahannya.


.


"Saya harus ikut ibu saya pindah" Kiara terpaksa berbohong karena tak mungkin ia bicara yang sejujurnya.


"Lebih baik kamu pikirkan lagi, jangan mengambil keputusan ketika pikiran sedang kacau" Si bos pun kembali menyodorkan surat pengunduran diri Kiara, Namun Kiara menolak nya karena keputusannya sudah tidak bisa di ganggu gugat.


"Keputusan saya sudah bulat pak !!" Seru Kiara. ia mencoba menahan dengan sekuat tenaganya agar air matanya tidak jatuh.


"Baiklah jika ini sudah keputusan kamu, namun jika kamu ingin kembali ke sini pintu perusahaan ini terbuka lebar untuk kamu"


"Terima kasih pak".


Keluar dari ruangan bosnya, Kiara langsung menuju ke toilet untuk menumpahkan cairan bening yang telah menumpuk di pelupuk mata, setelah puas menumpahkannya Kiara segera mencuci mukanya dan kembali keruangannya untuk bersiap - siap pulang kerumah.


Kiara tak sedikit pun menunjukan sikap bahwa ia akan berhenti bekerja, bahkan saat pulang Kiara tak pamit pada teman - temannya yang sudah ia anggap seperti keluarga. Kiara bersikap seperti biasanya hal itu tak membuat para teman - temannya curiga.

__ADS_1


Pulang bekerja ternyata Tristan sudah berada di depan rumahnya, entah apa lagi yang akan Tristan lakukan.


"Ada apa lagi ?" tanya Kiara dengan malas.


"Kia kita harus bicara" ucap Tristan.


"Kita bicara di taman dekat sini saja" ujar Kiara.


Kiara dan Tristan menuju taman yang di maksud Kiara, mereka menuju ke sana dengan mengendarai motor mereka masing - masing.


"Kia maaf kan aku" ujar Tristan membuka pembicaraan mereka. "Aku terpaksa melakukan ini semua, ketika aku mau jujur pada mu aku takut kamu akan meninggalkan ku" sambung Tristan.


"Lebih baik jujur menyakitkan dari pada kebohongan tapi membahagiakan !!" seru Kiara.


"Kia kamu tahu kan jika aku serius menjalin hubungan dengan kamu, jujur aku hanya mencintai kamu. aku dan Rani menikah karena sebuah perjodohan" jelas Tristan.


"terus ?"


"Aku akan segera menceraikan Rani dan akan segera menikahi mu seperti yang selalu kamu minta".


"Bagaimana jika keluarga Rani tidak terima dengan keputusan kamu lalu mereka mengancam untuk menyakiti ku, kamu lupa siapa keluarga Rani" ujar Kiara.


Tristan terkejut dengan ucapan Kiara, bagaimana bisa Kiara tahu nama istrinya dan juga seperti keluarganya.


"Pasti Angga sudah cerita yang tidak - tidak sama kamu" tunduh Tristan karena siapa lagi Kalau bukan Angga.


"Angga tidak pernah mencampuri urusan kamu, hanya buang - buang waktu saja". jawab Kiara santai, namun Tristan memberikan tatapan tak percaya ia yakin jika Angga yang telah menceritakan semuanya pada Kiara.


"Harus aku kasih pelajaran terlebih dahulu, baru dia bisa diam". gumam Tristan dalam hati.


"Kia, aku akan melindungi kamu dari mereka" ujar Tristan.


"Serius ?" tanya Kiara seraya tersenyum.

__ADS_1


"Aku serius Kia, bagaimana pun caranya pasti akan ku lakukan". Ujar Tristan, ia seperti kembali mendapat cintanya apalagi melihat senyum yang terukir di wajah Kiara, rasa ingin memiliki pun kian besar.


"Menurut ku cuma ada satu cara agar aku terhindar dari keluarganya Rani" ucap Kiara seraya sedang berpikir


__ADS_2