
Angga terkejut dengan pertanyaan Kiara. "Dari mana kiara mengetahui nama istrinya Tristan, apa Tristan telah menjelaskan semuanya pada Kiara" Angga terus bertanya - tanya dalam hatinya.
"Aku punya saudara yang ternyata tempat tinggalnya masih satu perumahaan dengan Tristan dan juga istrinya" jelas Kiara. pikirannya kembali terbayang di mana Tristan sedang asik bermain dengan sang anak dan juga istrinya, mereka terlihat seperti keluarga yang bahagia, hingga timbul rasa nyeri di hati Kiara.
"Serius ?" tanya Angga seakan tidak percaya dengan penuturan Kiara, dan Kiara hanya menjawabnya dengan anggukan kepalanya.
"Apa kamu mengetahui semuanya dari saudara mu juga" Kini giliran Angga yang merasa penasaran dari mana Kiara tahu bahwa Tristan mempunyai seorang istri.
"Tidak juga, waktu libur kemarin aku berkunjung ke rumah saudara ku, tanpa sengaja aku melihat seseorang yang mirip dengan Tristan sedang bermain bersama istri dan juga anaknya. awalnya aku kira itu hanya mirip saja, tapi setelah tanpa sengaja aku bertegur sapa dengan Rani dan mendengar penjelasan siapa Rani dari saudara ku, aku jadi yakin jika itu beneran Tristan" jelas Kiara.
"Jadi saudara mu tahu kalau kamu itu pacarnya Tristan ?" tanya Angga.
"saudara ku tidak tau, dan berharap mereka tidak tahu, jika aku tahu Tristan sudah beristri aku juga tidak akan menerimanya" jelas Kiara. "Mulai saat ini aku telah berjanji tidak akan terbujuk janji manisnya Tristan, untuk menghilang dari kehidupannya aku sudah berencana untuk pindah kerja, aku tak ingin merusak hubungan mereka, aku juga bukan pelakor" sambung Kiara.
"Kia, Tristan adalah sosok lelaki yang mempunyai tekad yang kuat, apa pun ke mauannya pasti dia akan perjuangkan, cinta Tristan untuk kamu melebihi cintanya untuk sang istri, jadi menurut ku Tristan tidak akan melepaskan kamu begitu saja walaupun kamu terus berusaha menghindar, hanya satu cara yang akan membuat Tristan menjauh dari kamu" jelas Angga.
"Caranya bagaimana ?".
"Kamu harus segera mempunyai pasangan atau kamu harus segera menikah, dengan begitu Tristan tidak akan berani mengganggu kamu lagi" Saran Angga.
"Itu hal yang tidak mudah, jujur aku sangat trauma" ujar Kiara seraya tertunduk.
"Kiara kamu harus bisa, kamu harus membuka hati lagi, kamu berhak bahagia" Angga memberi semangat pada Kiara.
Kiara terdiam, apa yang di katakan Angga tidaklah salah, namun apa dirinya bisa menerima lelaki lain di hatinya, ia takut kembali salah dalam melabuhkan cintanya.
"Kia apa kamu masih mencintai Tristan ?" tanya Angga membuat Kiara tersadar dari lamunannya.
"Cinta entahlah, jujur aku memang mencintai Tristan, namun di sisi lain aku juga kecewa karena dia telah membohongi ku" ujar Kiara tak dapat membendung air matanya.
__ADS_1
"Jika kamu mencintainya kenapa tidak di perjuangkan saja, aku lihat kalian memang saling mencintai".
"Jaga bicara kamu, aku tidak mau di bilang pelakor, walaupun dia telah sah menceraikan istrinya aku tidak sudi untuk kembali padanya !!" ucap Kiara tegas.
...π₯...
Hari demi hari terus berlalu, Kiara berusaha menata hatinya kembali, pelan - pelan ia mampu melupakan Tristan, sejak pertemuan dengan Rani di kantor Tristan tak pernah terlihat lagi di kantor, ada yang bilang jika Tristan mengundurkan diri namun ada juga yang bilang jika Tristan hanya mengambil cuti.
"Kia kamu sudah putus dengan Tristan ?" tanya salah satu rekan kerja Kiara.
"Ia sekarang kalian jarang terlihat bersama, malah aku sering lihat kamu selalu menghindar dari Tristan" Timpal teman yang lainnya.
Kiara hanya terdiam ketika rekan - rekan kerjanya bertanya tentang hubungannya dengan Tristan. "Aku yakin cepat atau lambat mereka akan mengetahui semuanya" gumam Kiara dalam hatinya.
"Kia kok malah diam?".
Sementara di tempat lain, Tristan baru saja pulang dari rumah sakit, hari ini Alea sudah di izin kan pulang, kepulangannya pun di sambut dengan penuh kehangatan oleh Keluarga Tristan dan juga Rani.
"Tristan, kita bawa pulang Alea ke rumah kita saja" ujar Mamanya Rani.
"Baik Mam" jawab Tristan singkat.
Setibanya di rumah kedua orang tua Rani, Alea langsung di bawa masuk ke kamar oleh Rani dan juga baby sisternya sedangkan yang lain berkumpul di ruang keluarga dan tak lama Rani kembali dan bergabung bersama yang lain.
"Tristan, kalau menurut Papa lebih baik kamu keluar saja dari kerjaan kamu di kota, kamu pindah saja ke sini, Papa akan memberikan perkebunan untuk kamu kelola, Papa kasian Pada Alea, anak sebesar itu sedang senang - senangnya bermain bersama ayahnya, apa kamu tega terus meninggalkan Alea" ucap Papanya Rani.
"Itu tidak bisa Pa, jujur Tristan tidak punya bakat dalam mengelola kebun, Tristan pergi juga untuk menafkahi mereka dan Tristan selalu pulang dalam dua minggu sekali" jawab Tristan menolak.
Sejujurnya Tristan sudah mempunyai rencana untuk berpisah dengan Rani, namun masih menunggu waktu yang tepat apalagi sekarang Alea baru saja sembuh dan pulang diri rumah sakit. Tristan harus bersabar untuk mewujudkan impiannya menikah dengan wanita yang bener - bener ia cintai.
__ADS_1
"Kalau begitu bagaimana jika Rani dan Alea ikut kamu ke kota" Saran Mamanya Rani.
"Hah !!". Tristan terkejut dengan saran orang tua Rani tersebut.
"Kamu keberatan jika anak dan istri mu ikut ke kota ?" tanya Papa Rani.
"Atau jangan - jangan kamu di sana punya perempuan lain ?" Kini Mama Rani menatap Tristan dengan tatapan tajam membuat Tristan gelagapan. "Mama bisa liat dari gelagat kamu Tristan !!".
"Mam, Mas Tristan tidak seperti itu, aku kenal juga dengan temen kantor mas Tristan nanti bakal aku tanyakan saja sama dia bagaimana Kelakuan Mas Tristan di sana biar Mama tidak curiga terus pada suami ku" ujar Rani.
"Kamu kenal dengan temen kantor ku siapa ? Angga ?? bukannya kamu melarang ku dekat dengannya bahkan saat kamu mengetahui jika aku satu apartemen dengan Angga kamu marah" Tristan sangat penasaran dengan siapa orang yang di maksud Rani.
"Ya memang aku tidak suka dengan Angga, jika aku bertanya padanya ,mungkin dia sudah di cekokin sama kamu, aku punya seseorang yang bisa aku percaya omongannya" ujar Rani dengan penuh keyakinan.
"Pokoknya jika kamu tidak mau ngelola perkebunan maka Istri dan anak mu harus ikut ke kota !!" ucap Papa Rani dengan tegar dan berlalu meninggalkan yang lain di ruang keluarga.
"apa aku harus mempercepat semuanya, aku sudah muak dengan semuanya,mereka memperlakukan kami semua seperti kacung" gumam Tristan dalam hatinya.
Setelah tak ada pembicaraan lagi Tristan berlalu dan menuju kamar sang anak yang sedang tertidur di kamar.
"Mbak bisa tinggalkan kami berdua di kamar"ujar Tristan pada baby sister.
"Baik Pak".
Setelah sang baby sister keluar Tristan merangkak naik ke atas kasur di mana Alea tertidur, di tatapnya wajah kecil nan imut tersebut membuat Tristan tak lagi mampu membendung perasaan nya.
......πΏπΏπΏπΏπΏ......
jangan lupa Like, vote jugaa yah. tinggalkan saran dan kritiknya di kolom komentar agar cerita ini bisa lebih baik lagi
__ADS_1