Maaf

Maaf
Bab 02


__ADS_3

Flashback


Minggu ini Kiara mendapat Libur bekerja selama satu minggu, namun ia belum punya rencana apa pun untuk mengisi waktu liburnya. apalagi setelah tahu jika kekasih hatinya akan pulang kampung menengok orang tuanya di kampung yang lagi sakit.


"Sayang boleh ya aku ikut ke kampung kamu, sekalian kenalan dengan keluarga kamu. mumpung kita punya waktu libur" Kiara merengek minta ikut dengan kekasihnya.


"Ini bukan waktu yang tepat sayang, apalagi mengingat orang tua ku sedang sakit, sekarang aku mau fokus untuk kesembungan orang tua ku setelah orang tua ku sembuh baru aku akan atur waktu untuk memperkenalkan kamu pada orang tua ku". ujar Tristan.


" Lalu kapan kamu akan memperkenalkan aku pada keluarga mu ?".


"Nanti setelah orang tua ku sembuh".


Setelah tiga hari berada di kampung halamannya Tristan tak pernah memberi kabar pada Kayra, bahkan nomor Tristan tak bisa di hubungi.


Di malam ke empat Kiara kembali menghubungi Tristan, nomornya aktif namun tak ada jawaban dari si pemilik nomor tersebut. Kaira tak patah semangat ia terus menghubungi Tristan. setelah berkali - kali di telepon akhirnya Tristan mengangkat telepon dari Kaira.


"Kamu kemana saja, kenapa tidak pernah memberi kabar sekali pun, aku sangat mencemaskan mu" ujar Kiara.


"Aku sibuk, tak ada waktu untuk bermain ponsel" jawan Tristan.


"Kamu di mana sekarang ? kok ramai sekali ?" tanya Kiara. ia mendengar dengan samar - samar riuh suara anak - anak yang sedang bermain.


"Aku baru saja membawa ibu ku pulang dari rumah sakit dan di rumah banyak ponakan dan juga saudara - saudara yang menengok kondisi ibu" jawab Tristan. "Sudah dulu ya, aku tidak enak meninggalkan para tamu. tunggu aku pulang" sambung Tristan lalu memutuskan panggilan telpon secara sepihak.


Kaira membuang nafasnya kasar pedahal ia masih merindukan kekasihnya, Jika kekasih nya berada di kampung halamannya pasti akan susah di hubungi, Tristan sudah menjelaskan alasan susah di hubungi karena terkendala sinyal, kampung Tristan berada jauh di plosok Desa.


untuk mengisi waktu liburnya akhirnya kiara ikut sang ibu untuk menengok sang tante yang sakit sebuah kota yang berbeda dengan tempat tinggal kiara. sampai di tempat sang tante kiara di ajak Rika sang ponakan yang usianya hanya bertaut beberapa tahun saja untuk berjalan - jalan berkeliling taman komplek perumahan.


"Kenapa mirip sekali" pikir kiara saat melihat seseorang.


"Bagaimana kerjaan kamu di sana ?" tanya Rika namun tak ada jawaban dari Kiara karena pokus pada penglihatannya. "Kiara !" tegur Rika.


"Ehh iya kenapa" ujar Kiara.


"Kamu liat apa sii ?" tanya Rika penasaran.

__ADS_1


"Emm . . nggak liat apa - apa" jawab Kaira.


Rasanya ia ingin sekali memastikan siapa seseorang tersebut namun sepupunya tersebut segera menariknya untuk melanjutkan perjalanan mereka. hingga akhirnya mereka menemukan tempat duduk.


"Ehh Kia kapan kamu mau ngenalin cowok kamu ke aku ?" tanya Rika.


Pikiran kiara entah ke mana hingga dirinya tak menggubris pertanyaan Rika. mendapat Kiara sedang melamun Rika hanya menggeleng - gelengkan kepalanya.


"Nih Minum jangan melamun terus !" tegur Rika seraya menyodorkan sebotol air mineral pada Kiara.


"Hah . ." Kiara terkejut.


"Makanya jangan melamun terus" ujar Rika dan Kiara hanya membalas dengan senyum, pikirannya benar - benar kacau.


"Mbak Rani di sini juga ?!" tiba - tiba Rika menegur seseorang yang lewat di hadapan mereka.


"Eh Rani, Iya nih mumpung bapaknya anak - anak ada di rumah" jawan Rani. "Rika bareng siapa ?" tanya Rani.


"Oh Mas Yoga lagi libur kerja ya ?, Ini sepupuh saya dari luar kota" jawab Rika. "Kia. ." Rika menyenggol bahu Kiara yang sedang kembali melamun.


"Ap . . " ucapan Kiara terhenti saat melihat seseorang yang ada di hadapan mereka.


"Hah. . . !! ohh iya iya" jawab Kiara seperti orang kebingungan.


"Aku pamit ke sama dulu ya, suami dan anak ku pasti sudah menunggu" ujar Rani.


"Suami ?? anak ??, apa ini hanya kebetulan saja ??" ucap kiara dalam hatinya.


"Kamu kenapa sih ?" tanya Rika.


"Aku baik - baik saja" jawab Kiara. " orang yang tadi itu tetangga kamu, kok aku baru tau ya ?" tanya Kiara.


"Mereka baru dua tahun tinggal di sini ?" jawab Rika.


"Suaminya kerja apa ?".

__ADS_1


"Kenapa kamu tanya pekerjaan suaminya ?" entah kenapa menurut Rika pertanyaan Kiara sedikit aneh.


"Emang gak boleh ?" tanya balik Kiara.


"Katanya sih suaminya kerja di luar kota" jawab Rika.


"Nama suaminya siapa ?" tanya Kiara yang mendadak penasaran dengan sosok wanita tadi.


"Kalau kita sering manggilnya Mas Yoga, tapi kalau gak salah nama lengkapnya itu Tristan Prayoga" jelas Rika.


Kiara terperanjat saat mendengar nama tersebut, pikirannya bener - bener kacau, ada rasa nyeri di dalam hatinya, namun ia teringat bagaimana jika itu hanya sebuah kebetulan saja.


"Apa kamu punya fotonya ?".


"Kamu kenapa sihh Kia ?" tanya Rika, ia merasa ada yang aneh pada sepupunya itu.


"Hah !! aku gak kenapa" jawab Kiara. " kali saja aku kenal" Kiara mencoba berpikir positif dan berusaha menyembunyikan kecemasannya.


Sejak kejadian tersebut Kiara menjadi pemurung ia lebih banyak menghabiskan waktunya di dalam kamar, saat Rika ingin masuk pun tak di izinkan hal itu membuat Rika penasaran.


Sampai Kiara dan sang Mama kembali tak ada pembicaraan apa pun dan Rika meyakini jika Kiara sedang ada masalah.


Flashback off


"Tristan Mama benar - benar sangat kecewa sama kamu, kenapa kamu tega melakukan ini pada Kiara " setelah Kiara pergi, Mona kembali membuka suara, ia menyampaikan rasa kecewanya terhadap Tristan.


"Mam, aku minta maaf tak ada niatan untuk menyakiti hati Kiara ataupun membuat Mama kecewa, jujur Tristan sangat mencintai Kiara" ucap Tristan dengan wajah yang lesu, ia tak menyangka jika rahasia besar yang ia tutupi selama setahun ini akhirnya kebongkar juga. "Tristan punya alasan melakukan ini" sambung Tristan.


"Karena kamu tidak mencintai istri kamu ?!".


"Kami menikah karena sebuah perjodohan dan aku tidak bisa menolak ataupun membatalkan perjodohan ini". jelas Tristan. "jujur aku tidak mencintai istri saya, orang lihat mungkin keluarga kecil ku harmonis namun itu salah besar, kami terpaksa bersandiwara mesra demi anak kami Alea " Sambung Tristan.


"Tidak mencintai tapi bisa punya anak dan bertahan hingga dua tahun" ketus Mona.


"Mam harus percaya pada Tristan, setelah ini Tristan akan mengurus surat cerai dan setelah resmi bercerai akan langsung menikahi Kiara seperti yang Kiara mau" ucap Tristan.

__ADS_1


"Jangan pernah kamu permainkan hati seorang wanita karena kamu juga terlahir dari seorang rahim wanita !!" ucap Mona tegas. "tak ada yang harus kamu jelaskan lagi jadi silahkan pulang, dan ingat kamu dan Kiara sudah tidak memiliki hubungan apa - apa lagi, jangan pernah datang lagi ke sini apalagi istri kamu, karena kiara bukan seorang pelakor, jika Kiara tau status kamu dia tidak akan mau pacaran dengan kamu" ucap Mona dengan penuh penegasan.


...🍿🍿🍿🍿🍿...


__ADS_2