
"Bagaimana nak ?" tanya sang ibu ketika Tristan baru tiba di rumahnya.
"Bu, ternyata Rani telah mendaftarkan gugatan cerai ke pengadilan" lirih Tristan, bahkan ia tak sanggup lagi membendung buliran air matanya.
"Bukankah itu yang kamu inginkan ? kenapa sekarang kamu seperti menyesal" ketus pak Musa.
Tristan merasa ada yang aneh pada dirinya, kenapa ia merasa sakit hatinya ketika mengetahui jika Rani telah mengajukan perceraian, bukan kah ini keinginannya cerai dari Rani dan menikah dengan Kiara.
"Tristan ingin istirahat dulu" Tristan berlalu meninggalkan orang tuanya.
"Nak jika kamu ingin memperbaiki semuanya, lakukanlah mulai dari sekarang, jangan sampai menyesal di kemudian hari" sang Ibu bisa merasakan apa yang sedang anaknya rasakan.
Tristan mengurung dirinya di dalam kamar, menenangkan dirinya yang sedang di landa rasa dilema. bayangan Rani yang seolah - olah baik - baik saja saat berbicara tentang perceraiannya membuat Tristan semakin sesak.
"Tristan ayo bangkit, keinginan mu akan segera terwujud, jangan lemah seperti ini". batin Tristan.
Sementara di tempat lain, pak Erik dan istrinya sedang berunding tentang permintaan sang putri.
"Menurut Mama bagaimana ?" tanya pak Erik.
"Lebih baik turuti saja".
"Kita rugi banyak Mam".
"Yang terpenting anak kita bahagia".
"Bagaimana kalau itu bagi dua saja ?" ide pak Erik
"Apa Rani akan setuju ?" tanya balik istri pak Erik.
"Jangan cerita soal ini pada Rani" pinta pak Erik.
"Untuk masalah ini Mama serahkan saja pada Papa, bagi Mama sekarang adalah kebahagiaan untuk Rani".
"Nanti Papa akan menyuruh orang untuk mendatangi kediaman mereka, Papa sudah malas berhubungan dengan mereka yang tidak tahu berterima kasih".
"Itu terserah Papa saja, Mama mau nemenin cucu Mama main dulu". ujar sang istri dan berlalu meninggalkan sang suami.
****
"Aduhhhh panas" seorang perempuan cantik mengaduh kesakitan saat tangan dan kakinya tersiram kopi panas.
__ADS_1
"Maaf Mbak, saya tidak sengaja, tadi mbak jalan yang terburu- buru sehingga tidak melihat saya yang sedang berdiri di sini". ujar Kiara.
"Kamu ini, bisa kerja gak sihh, mau saya laporkan biar kamu di pecat" bentak wanita cantik tersebut.
"Loh kok saya yang salah, kan mbak yang menabrak saya". ujar Kiara.
"Kamu ini mengejawab saja, lihat kulit cantik ku memerah karena ulah kamu bisa saya laporkan polisi ini, kamu tidak tahu siapa saya ?" ujar perempuan itu dengan angkuhnya. Kiara menggelengkan kepalanya karena ia bener - benar tidak mengetahui siapa perempuan cantik yang ada di hadapanya.
"Kamu itu punya sosial media gak sih" gerutu perempuan itu kesal karena Kiara tak mengenalnya. "Aku ini Adelia seorang Influencer dan selegram, jika kasus ini aku viralkan bisa - bisa kamu di hujat oleh fans ku" ujar Adelia.
Adelia semakin kesal terhadap Kiara yang bersikap biasa saja setelah mengetahui siapa dirinya.
"Dan harus kamu tahu kalau aku ini calon istri dari Reynaldi" jelas Adelia.
"Oh" jawab Kiara singkat.
"Akan saya aduk kan kamu pada calon suami saya" ujar Adelia seraya berlalu meninggalkan Kiara.
"Dia yang nabrak kok aku yang salah sih" batin Kiara kesal.
Kiara menuju ruangannya, dengan kopi yang tinggal setengah di gelasnya karena sebagian kopinya tumpah ketika tadi bertabrakan dengan Adelia.
"Adelia itu selegram yang lagi naik daun tahu" jelas Mira.
"Kalau aku ketemu dengannya akan minta foto pasti temen - temen yang lain pada iri deh" sahut Lulu.
"Cantik banget tahu orangnya, apalagi senyumannya beuhhh bikin iman para lelaki goyang" sahut Rizal.
"Kalau kata ku biasa saja sihh" sahut Dimas.
"Dia ada di sini, dia yang bikin kopi ku tumpah sebagian" jelas Kiara.
"Kamu serius, di mana sekarang aku mau minta foto ?" Lulu langsung bangkit bersiap pergi dengan ponsel di tangannya.
"Katanya mau nemuin calon suaminya". jawan Kiara.
"Emang calon suaminya siapa ?" tanya Dimas.
"Wah kalau dia nikah, patah hati ini mah" sahut Rizal.
"kata pak Reynaldi".
__ADS_1
"Jadi pak Rey pacaran sama di Adelia ?" tanya Mira yang seakan - akan tidak percaya dengan ucapan Kiara.
"Ya mana aku tahu, tadi sih dia ngomongnya gitu" jelas Kiara.
Hari ini suasana kantor menjadi riuh karena kedatangan Adelia seorang selegram yang sedang naik daun, banyak para Karyawan yang antri minta foto dengan Adelia, membuat Adelia merasa di atas awan.
"Tuh dia orangnya yang sudah membuat tangan ku jadi merah seperti ini" Ad Adelia saat berpapasan dengan Kiara dan teman - temannya.
"Lah kan kamu yang nabrak aku" bela Kiara.
"Sayang pecat saja karyawan macam dia" ujar Adelia seraya menunjuk ke arah Kiara.
"Maaf pak Rey kejadiannya memang begitu, Adelia yang menabrak saya lalu terkena air kopi panas yang saya bawa, jika bapak tidak percaya dengan ucapan saya silahkan cek cctv, bukannya kantor ini di lengkapi cctv di setiap sudutnya" tutur Kiara, ia tak ingin di salahkan karena ia tak merasa bersalah.
"Sayang jangan dengarkan perempuan itu, lebih baik kamu pecat saja dia, aku tak mau perusahaan mu kacau gara - gara memperkerjakan perempuan macam dia !" Seru Adelia.
"Kalian kembali keruangan kalian masing - masing" titah pak Rey pada Karyawan yang berkerumun menyaksikan keributan antara Adelia dan Kiara. "Adel ayo pulang, jangan bikin keributan di kantor ku" Pak Rey menarik tangan Adelia untuk segera pergi dari kantornya.
"Tapi bagaimana dengan perempuan tadi" Adelia belum puas karena perempuan yang telah membuat tangannya memerah tidak langsung di pecat oleh pak Rey.
"Itu urusan ku nanti !!".
Baru pertama kali datang ke kantornya sudah membuat pak Rey pusing dengan tingkah perempuan yang di jodohkan oleh orang tua nya.
"Kita makan siang di restauran x yah, itu restauran lagi viral banget, setelah itu temenin aku shopping" ujar Adelia seraya bergelayut manja di lengan Pak Rey.
"Jangan seperti ini, malu di lihat orang - orang" pak Rey merasa sangat risih dengan tingkah manja Adelia.
"Biarkan saja, mereka pasti iri melihat kemesraan kita".
"Kita makan di restauran yang dekat sini saja, dan jika kamu mau shopping pergi saja sendiri atau ajak teman - teman mu, aku tak bisa mengantar mu, kerjaan ku banyak".
"Kamu kan bosnya jadi kerjanya semaunya juga tidak apa - apa, gak ada yang bakal marah ini".
"Tidak bisa seperti itu".
"Ya sudah aku bilang Mami yah, kamu gak mau nemenin aku" Adelia memasang mimik wajah sedih.
Pak Rey mendengus kesal, sikap Adelia bener - bener seperti anak kecil ketika tak di turuti kemauannya akan merajuk.
Pak Rey tak habis pikir, bagaimana pandangan Mami nya ketika melihat Adelia yang menurut Maminya Adelia adalah perempuan yang cocok untuk dirinya.
__ADS_1