Maaf

Maaf
Bab 45


__ADS_3

"Kurang kerjaan saja jam segini ngirim sebuah video". gerutu Rani kesal.


Rani kembali menaruh ponselnya, matanya sudah ngantuk hingga ia tak tertarik untuk melihat video tersebut, apa lagi yang mengirim video tersebut adalah nomor baru itu pasti kerjaan orang iseng, pikir Rani.


Rani tidur dengan posisi berpelukan dengan Alea membuat sedikit perasaannya lebih tenang.


Jam setengah empat Rani terbangun, namun ia tak bisa memejamkan matanya kembali, entah tiba - tiba perasaannya tidak enak.


"Lebih baik aku ambil air wudhu dan shalat" gumam Rani.


Rani melakukan shalat malam dua rakaat, lalu ia memanjatkan doa mohon di beri kesabaran yang luas untuk mengahadapi semua permasalahanya, Rani juga memohon di beri petunjuk apa keputusannya adalah hal yang terbaik untuk kehidupannya.


Adzan subuh berkumandang, selesai berdoa Rani langsung melaksanakan shalat subuh serata shalat sunnah, sejujurnya ia sudah jarang sekali melaksanakan shalat subuh karena sering kesiangan


Rani melipat sejadah dan Mukena lalu memaruhnya ke tempat semula, Alea masih tertidur lelap, sehingga Rani pun ikut berbaring di samping Alea, di ambilnya ponsel di atas nakes kemudian membuka aplikasi chat, ia ingin melihat vidoe yang selama.


"Astaghfirullah" Rani terperanjat saat melihat video tersebut bahkan matanya melotot hampir keluar.


"Siapa yang mengirim video ini" batin Rani seraya memperhatikan nomor si pengirim video.


"Ya memang keputusan ku sudah benar, Ya allah terima kasih kau telah memberikan jawaban secepat ini atas doa - doa ku" gumam Rani.


Isi video itu menampilkan ketika Kiara sedang di gendong oleh Tristan dan di bawa ke sebuah kamar hotel.


"Mereka ternyata munafik !!" Seru Rani geram.


Setelah melihat video tersebut, Rasa cinta Rani mulai memudar, namun hati kecilnya masih merasakan gejolak api cemburu melihat Tristan menggendong Kiara dengan tatapan yang penuh cinta, selama mereka menikah Tristan tak pernah sekali pun menatap Rani dengan tatapan penuh cinta.

__ADS_1


{Aku tidak menyangka kamu serendah itu, aku kira kamu wanita baik - baik seperti yang selalu kamu perlihatkan di hadapan ku, ternyata penampilan mu tak mencerminkan perlakukan mu, oh ya mungkin dia sudah cerita pada mu bawa kita sedang proses cerai, jadi sekarang tak ada lagi halangan yang menghambat hubungan kalian, kalian bebas melakukan apa pun itu}. pesan yang di kirim Rani untuk Kiara.


{Mas, ternyata kamu pintar bersandiwara, kemarin kamu seakan - akan takut kehilangan ku, tapi sekarang dengan tanpa beban kamu telah membawa dia ke sebuah kamar hotel atau jangan - jangan dulu juga kamu sering membawanya ke apartemen mu, sungguh menjijikan. aku semakin yakin dengan keputusan ku Mas}. Pesan yang Rani kirim pada calon mantan suaminya.


Rani kini mulai sadar, Cinta yang selama ini ia perjuangan memang tak pernah terbalas yang ada hanya sebuah penghianatan yang di terima oleh Rani. Air matanya mulai membeku tak akan ia biarkan kembali mencair hanya kerena menangisi seorang pria yang jelas - jelas tidak pernah mencintainya.


{Maksud mu apa Rani}.balas pesan dari Tristan.


{Jangan terlalu polos Mas} balas Rani seraya mengirim video yang ia dapat dari nomor yang tidak di kenalnya.


Tak lama kemudian ponsel Rani berdering, ternyata Tristan menghubunginya, Rani pun terpaksa menjawan panggilan dari Tristan


"Kamu dapat Video itu dari mana ?".


"Tak perlu tahu dari mana video itu, yang jelas video itu membuat aku semakin yakin untuk berpisah dengan mu Mas".


"Apa yang akan kamu jelaskan Mas, jika kamu akan segera menikahi dia".


"Rin, semalam aku menghadiri pesta atasan ku dan ternyata Kiara dan atasannya pun hadir, aku menemukan Kiara tak sadarkan diri di toilet, aku bingung harus membawa Kiara ke mana, hingga akirnya aku menyewa kamar" jelas Tristan.


"Mas sekarang kamu hebat yang jadi pengarang profesional, semoga bakat mu bisa di kembangkan lagi". Lalu Rani memutuskan sambungan telepon secara sepihak, ia tak ingin berhubungan lagi dengan Tristan takut cinta seperti dulu akan subur di hatinya.


"Ahhh sial" gerutu Tristan saat Rani memutuskan panggilannya.


"Dari mana Rani dapat video tersebut, ahh sepertinya ada seseorang yang memang ingin hubungan ku dan Rani rusak, sepertinya ini sudah di rencanakan, apa lagi semalam Kiara bilang jika ia tiba - tiba merasa ngantuk setelah di beri minuman oleh seorang pelayan, tapi di kota ini tidak ada yang mengetahui hubungan ku dengan Rani" gumam Tristan.


Pikirannya terus mencari siapa dalang di balik peristiwa semalam yang niatnya hanya ingin menolong Kiara namun semuanya menjadi salah paham.

__ADS_1


"Apa ini rencana mertua ku, ia sengaja agar Rani semakin membenci ku, aku sangat yakin pasti dia pelakunya" gumam Tristan.


*****


Baru saja Mona memejamkan matanya setelah menunaikan shalat subuh ponselnya berdering, ia buru - buru meraihnya dan berharap bahwa itu adalah Kiara, karena mimpi tersebut Mama Mona tak bisa tidur hingga adzan subuh berkumandang.


Matanya membeliak hampir saja ponselnya terlempar saat Mama Mona memutar sebuah vidoe yang di kirim oleh nomor tidak di kenal.


"Ya Allah Kiara, ternyata mimpi ku benar" gumam Mama Mona.


"Tristan . .!!! Darahnya mendidih saat melihat sosok lelaki yang sedang menggendong Kiara.


Mama Mona segera menghubungi nomor Kiara namun nomor Kiara masih tidak aktif, membuat Mama Mona semakin cemas dengan kondisi sang putri.


"Ya Allah lindungilah putri ku, hanya ke pada mu lah hamba memohon" doa Mama Mona.


Hati Mama Mona merasa lebih tenang ketika tiba - tiba Kiara datang di antar oleh dua orang yang di ketahui adalah atasannya di tempat kerja, ingin rasanya langsung bertanya tentang video tersebut namun tidak enak karena ada atasan Kiara hingga mereka pamit pulang Mama Mona segera mengajak Kiara ke kamar untuk bicara.


"Mama rasa kamu sedang menyembunyikan sesuatu dari Mama !".


"Maksud Mama ?".


"Lihat Vidoe ini lalu jelaskan pada Mama !!!" Mama Mona memutar sebuah Video yang di kirim oleh nomor yang tidak di kenal.


"Mama dapat ini dari Mana ?".


"Jelaskan Kiara !!"

__ADS_1


"Mam, Maafkan Kiara yang telah membuat Malu Mama, tapi ini semua terjadi di luar kendali Kiara" lirih Kiara, terlihat sang Mama sangat kecewa bercampur marah padanya. "Semalam Kiara menghadiri sebuah acara namun di tengah - tengah acara Kiara merasakan kepala berat dan ngantuk setelah meminum minuman yang di berikan seorang pelayan, untuk mengusir rasa ngantuk Kiara ke toilet setelah itu Kiara tak ingat apa pun, Pas Kiara ingat ada di sebuah kamar, sepertinya Mas Tristan tidak melakukan apa pun pada Kiara" jelas Kiara.


__ADS_2