
***@***
Minggu pagi dan rutinitas seperti biasa.
"Hai...,' sapanya menghampiriku. Dia berlari kecil di sebelahku. Dari mana dia tahu kalau aku berada disini?
"Hai...," balasku. Tante menoleh ke arahnya.
"Dia?" tanya Tante yang kujawab anggukan.
"Ron... kenalin ini Tanteku," ucap ku memperkenalkan mereka. Tante menjabat tangan Aaron.
__ADS_1
"Maaf Tante, jika tiba-tiba aku datang, aku tidak menganggukan?" tanya Aaron ramah.
"Tidak... malah kebetulan, Tante lagi ada sedikit perlu jadi temanilah Bintang menyelesaikan larinya," jawab Tante. Aku tahu Tante bohong karena tadi sebelum berangkat dia bilang tidak ada acara apa-apa hari ini.
"Bye... hati-hati sayang," ucap Tante dan segera pergi meninggalkan ku bersama Aaron.
Diam... berlari kecil tanpa kata, sepi, diam dengan pikiran masing-masing. Entah berapa menit terlewat tanpa kata.
"Kamu nggak ada janji sama Alan?" Tanyanya memecah kebisuan. Aku menggeleng.
"Permainan ini tak kalah seru dengan wahana halilitar atau wahana ekstrim lainnya, permainan ini sangat seru," ujarnya sambil memutar pelan mangkuk. kita duduk berhadapan, tangan ku ikut memegangi putaran mangkuk. Sesekali melepas salah satu tanganku dan merentangkannya yang langsung disambut angin, perlahan aku mulai tidak takut dengan putaran ini.
__ADS_1
Kemudian, aku melepas tangan yang satunya lagi, membentangkannya. Sejuk... belaian angin di wajahku terasa lembut. Bayangan bersama Ayah tiba-tiba hadir, perlahan aku menutup mata. Aku masih sangat ingat ketika Ayah mengajak ku mengunjungi pasar malam, ketika orang-orang tertawa bersama dengan keluarga yang lengkap, Aku dan Ayah cukup tertawa berdua. Putaran ini... seperti ketika aku naik di permainan pasar malam, aku yang naik permainan kuda dan Ayah menyaksikan ku dari bawah, terus melambaikan tangannya padaku.
Aku kembali membuka mata, aku tidak ingin berlama-lama dengan kenangan karena bersamanya hanya akan membawa ku pada kesedihan. Ku letakkan kembali tanganku di putaran mangkuk, bersebelahan dengan tangan Aaron, ku lempar senyum untuknya.
"Aku tidak tahu kenapa ucapanbmu sangat manjur," ucapnya. Aku diam menunggu dia melanjutkan. "Aku akan berusaha menjaga tubuh ini," lanjutnya lagi dan memandangku.
Aku membalas pandangannya, melihat ke dalam matanya. "Untuk menjaga orang-orang yang ku sayang," aku tersenyum mendengar ucapannya.
"Kamu pasti bisa Ron...," kataku menyemamgati. Mata kita masih bertemu, saling menyapa hingga beberapa menit dan akhirnya dia yang mengalihkan pandangan lebih dulu.
"Malam itu... ketika kamu pingsan ada satu kalimat yang kamu ucapkan," kataku pelan. Dia langsung menoleh ke arahku, memandangku lagi, menatapku, tatapannya meminta ku untuk menjelaskan lebih banyak lagi. "Malam itu kamu bilang, 'Ma... aku merindukan mu,'" ucapku pelan menirukan apa yang dia ucapkan di malam itu. Mendengar ucapanku dia hanya tersenyum tipis, senyum yang menurutku sangat rumit untuk ditebak artinya.
__ADS_1
"Bersiaplah," ucapnya. Kemudian, dia memutar mangkuk dengan cepat, lebih cepat, lebih cepat lagi, dan sangat cepat. Tangan ku yang berada diputaran tidak sanggup untuk menghentikannya, tanganku hanya sanggup berpegangan erat. Semakin lama putaran ini semakin bertambah cepat hingga membuatku tidak berani membuka mata, rasanya sangat menakutkan, aku hanya bisa teriak.
"Aaaaaaaaaaaa," Ron... kumohon hentikan ini, kata yang tercekat di tenggorokan tak sanggup keluar, aku sangat takut. Entah apa yang akan terjadi ini, aku mulai mual dan pusing. Lalu perlahan putarannya menurun dan benar-benar berhenti. Perlahan, aku mulai berani membuka mata, dia lebih dulu keluar dan aku segera menyusulnya. Dengan sedikit terhuyung aku mendorong tubuhnya, dia sangat menyebalkan, dia benar-benar membuatku ketakutan. Aisshh bagaimna ini... rasanya pandangan ku berputar-putar, kepala ku terasa sangat pusing, tubuhku terhuyung, lalu kuraskan dia memegang tanganku, tubuhku terasa lemas, lalu dia memegang pundak ku dan langsung memeluk tubuhku. Pelukannya membuat ku diam, tubuh ku tidak sempyongan lagi, ku pejamkan mataku. Dalam peluknya... bisa ku dengar dengan jelas detak jantungnya yang memompa dengan cepat.