Matahari Tenggelam

Matahari Tenggelam
Bab 29_Tolong Jangan Membencinya


__ADS_3

***@***


"Mamanya Alan dan Aaron, panggil saja Rosa," sambungnya cepat seolah tahu apa yang ingin ku tanyakan.


"Setelah beberapa tahun tante berusaha mendektinya akhirnya dia mau berbicara dengan Tante, rasanya bahagia sekali akhirnya dia mau menganggap ku ibu," ceritanya padaku. Qku mengangguk pelan


"Dia akan baik-baik saja kan tante?" tanyaku... Dia mengangguk dan menggenggam tanganku.


"Pasti, kau tahu sendiri bukan kalau Ron itu kuat," aku sedikit lega mendengar jawabannya. Itu yang ku harapkan, Ron akan selalu baik-baik saja.


Setelah perasaanku sedikit tenang. Aku beranjak dari tempat dudukku. Berdiri didepan pintu dengan kesedihan yang menusuk dihatiku. Tanganku mengulur untuk menyentuh gagang pintu dan dengan pelan membukanya, membawa langkah ku kembali masuk kedalam dan kini ku temukan dia membuka matanya. Aku tertegun sejenak oleh sesuatu yang semakin terasa sakit dihatiku, kemudian aku segera berjalan cepat menghampirinya.


"Kamu... Kenapa ada disini?" tanyanya dengan nada galak setelah melihatku.


"Hahhh... Si Erfan yang memberitahumu?? Dasar kurang ajar dia. Kenapa dia malah memberi tahumu? Awas saja besok akan ku hajar dia."


Aku memukul bahunya pelan.


"Hey... kamu yang seharusnya ku hajar, kenapa kamu ada disini? Kenapa tidak mengabariku? Hh?? Apa kamu lupa kalau bahwa tubuhmu harus selalu sehat, hh? Kamu lupa bahwa ada Ibumu yang harus kamu lindungi? Bahwa ada aku yang setiap saat ingin berlari bersamamu?? Apa kamu lupa itu Ron?? Kenapa sekarang kamu disini??"

__ADS_1


"Cinderella... kamu kenapa berisik sekali," ucapnya yang semakin membuatku ingin memukulnya.


"Kamu..." ucapku namun tak sanggup ku lanjutkan, aku segera memeluknya.


Berjuanglah demi aku, demi ibumu demi orang-orang yang kamu sayang.


***@***


Aku menunggu Alan dikantin sepulang sekolah, entah apa yang ingin dia bicarakan padaku. Tadi pagi dia menghadangku di depan sekolah dan bilang ingin bicara denganku. Tidak ingin menimbulkan pandangan aneh didepan sekolah, aku menyetujuinya sepulang sekolah.


Beberapa menit kemudian dia datang dan duduk didepanku.


"Baik, kamu sendiri bagaimana Alan?" jawabku sekaligus bertanya tapi tak ada jawaban darinya, dia hanya melempar senyum.


"Maafkan aku Bintang," ucapnya menunduk. Aku diam memberinya waktu untuk melanjutkan.


"Maaf aku telah menyakitimu," lanjutnya sambil mengangkat wajahnya dan menatapku. "Menjadikanmu pelarian atas ketidaksukaanku pada Aaron. Kamu pasti sudah tahu hubunganku dengan Ron, Aku minta maaf padamu Bintang, atas kelakuanku padamu dulu."


"Alan... Kamu tidak perlu meminta maaf padaku, aku tidak merasa tersakiti justru dengan aku pernah bersamamu menjadikanku benar-benar yakin pada persaanku pada Ron," ucapku. Ia mengangguk pelan sebagai tanggapan.

__ADS_1


"Kamu tidak harus meminta maaf padaku tapi minta maaflah pada Aaron," lanjutku.


"Itu sudah ku fikirkan."


"Dia pasti sangat bahagia. Dia mulai menerima Ibumu dan pasti sudah menerimamu juga. Alan... tolong jangan membencinya, aku tahu ada banyak alasan untuk kalian saling membenci tapi..." ucapku menggantung, mataku mulai tidak bisa diajak kompromi, menahan dan melihat ke atas...


"Apa ada sesuatu Bi?" Tanyanya, dengan mata yang berkaca-kaca aku menatapnya, melihat ekspresi wajahnya sepertinya dia belum tahu keadaan Aaron.


"Ron sakit," suaraku terasa serak ketika mengucapkan itu, lalu disusul air mata yang perlahan menetes, ada keterkejutan diwajahnya.


"Kenapa Ibu tidak memberi tahu tentang hal ini?" ucapnya dan langsung berlari meningglkanku.


***@***


Melihat mereka bertemu dengan latar seperti ini membuat dadaku kembali sesak, aku mencoba tidak terbawa suasana, mencoba sekuat tenaga menahan air mataku.


"Ngapain Lo kesini?" Suara Aaron sinis ketika melihat Alan masuk keruangannya dan berjalan menujunya. Alan tidak menjawab dan terus mendekatinya, berdiri disampingnya


"Gue nggak suka Lo ada disini," Suara Aaron masih sinis, Alan masih diam

__ADS_1


"Ngapain Lo liatin Gue? Gue nggak butuh dikasihani," Kini, pandangan Aaron berpindah menatap ku. "Bawa dia keluar dari sini," perintahnya padaku.


__ADS_2